Tech

Dukung Keaslian Karya, Photoshop Bakal Punya Opsi Khusus untuk NFT

Jingga Irawan

Posted on October 27th 2021

Gambar: Kumpulan NFT

Karya digital seperti gambar dan foto memang mudah sekali ditiru atau dicuri. Nah, untuk itu Adobe meluncurkan sistem ke dalam Photoshop yang dapat membantu membuktikan bahwa orang yang menjual NFT (non-fungiable token) adalah orang yang membuatnya.

Sistem ini disebut Content Credentials, di mana penjual NFT bisa menautkan ID Adobe dengan penyimpanan kripto mereka. Tujuannya membangun pasar NFT yang lebih kompatibel untuk menunjukkan semacam sertifikat terverifikasi yang membuktikan bahwa sumber seni itu asli.

Menurut wawancara Decoder dengan kepala produk Adobe Scott Belsky, fungsi ini akan dibangun ke dalam Photoshop dengan opsi "Prepare as NFT.” Rencananya fitur itu bakal diluncurkan dalam pratinjau pada akhir bulan ini.

Credit: Adobe via The Verge

Scott Belsky juga mengatakan data atribusi yang dibuat oleh Content Credentials akan hidup di sistem InterPlanetary File System. IPFS merupakan cara terdesentralisasi untuk meng-host file di mana jaringan orang bertanggung jawab untuk menjaga data tetap aman dan tersedia. Adobe mengaku bahwa pasar NFT seperti OpenSea, Rarible, KnownOrigin, dan SuperRare akan berintegrasi dengan Content Credentials untuk menampilkan informasi atribusi Adobe.

Apa itu NFT?

NFT memungkinkan kalian untuk membeli dan menjual kepemilikan barang digital unik dan melacak siapa yang memilikinya menggunakan blockchain. NFT adalah singkatan dari "non-fungible token", dan secara teknis dapat berisi hal digital apa pun, termasuk gambar, GIF animasi, lagu, atau item dalam video game. Seperti halnya lukisan Vincent Van Gogh, NFT bisa menjadi karya satu-satunya. Bisa juga menjadi satu salinan dari banyak hal, tetapi blockchain bisa melacak siapa yang memiliki hak dari file tersebut.

NFT telah booming akhir-akhir ini, beberapa karya bahkan dibanderol seharga jutaan dolar, salah satunya meme terkenal seperti Nyan Cat dan “deal with it” sunglasses yang disiapkan untuk dilelang. Namun di sisi lain, ada juga banyak diskusi tentang penggunaan listrik besar-besaran dan dampak lingkungan dari NFT.

Gambar: tampilan Nyan Cat

Pencurian seni telah menjadi masalah besar di dunia NFT. Ada banyak contoh orang yang mencetak karya seni yang sebenarnya nggak mereka buat atau nggak memiliki haknya di blockchain. Alasannya adalah bahwa siapa pun dapat mencetak NFT, bahkan jika mereka nggak memiliki hak cipta atas konten tersebut, dan nggak ada yang benar-benar dapat dilakukan oleh blockchain untuk menghentikannya. Lebih parah lagi, seseorang bisa membuat kreasi NFT tampak asli jika nggak mengetahui karya aslinya.

Dengan kata lain, kamu bisa mengklik pada gambar NFT yang ada dan mencetaknya sendiri, yang berpotensi menipu pembeli. Meskipun sistem Adobe nggak bisa mencegah pencurian karya seni, sistem ini menawarkan cara untuk membuktikan bahwa NFT yang kalian jual nggak dicuri. Sisanya, terserah pembeli untuk memutuskan berapa nilai yang mereka tempatkan untuk itu.

NFT bukan satu-satunya hal yang akan mendapat manfaat dari Content Credentials Adobe, yang merupakan hasil dari Inisiatif Keaslian Kontennya. Perusahaan meluncurkan sistem sebagai beta, dan pengguna dapat memakainya untuk menunjukkan pengeditan apa yang dilakukan pada file di Photoshop, menandai gambar stok mereka di sistem Adobe, dan masih banyak lagi.

Untuk mendengar lebih banyak tentang pandangan Adobe tentang NFT, dampak atribusi bersertifikat pada seni dan NFT, dan Photoshop di web, kalian bisa melihat podcast episode Decoder pekan ini.(*)

Artikel Terkait
Tech
Kenapa Orang Rela Habiskan Miliaran Uang untuk Beli NFT?

Tech
Bocah 12 Tahun Asal Inggris Hasilkan Kekayaan Rp 5,7 Miliar Lewat NFT

Tech
‘NFT’ Jadi Word of the Year Versi Collins Dictionary Tahun 2021