Current Issues

Trump Segera Rilis Platform Media Sosial, Tertarik Join?

Jingga Irawan

Posted on October 22nd 2021


Credit: Chris Delmas/AFP via Getty Images

Diblokir dari platform media sosial utama seperti Twitter, Facebook, dan Instagram, tak membuat mantan Presiden Donald Trump putus asa bersuara. Dilansir NPR, Jum’at (22/10), Trump berencana membentuk perusahaan publik yang akan meluncurkan platform media sosialnya sendiri, dengan tujuan untuk "melawan tirani Big Tech."

Bernama TRUTH Social, platform ini diharapkan melakukan peluncuran beta (khusus Invited Guests) pada bulan November dengan rilis resmi menyusul pada tahun 2022. Pengguna yang tertarik buat join, bisa mendaftar ke platform di truthsocial.com

Trump Media & Technology Group (TMTG), yang diketuai oleh Trump sendiri, akan menaungi TRUTH Social. Rencananya, ia akan menggabungkan perusahaan baru ini dengan SPAC bernama Digital World Acquisition Company (DWAC).

Jika selesai, kesepakatan itu akan mengubah perusahaan media baru Trump menjadi perusahaan yang diperdagangkan secara publik di bursa saham. Di sisi lain, langkah ini memberi TMTG cukup uang untuk bisa merilis platform media sosial.

Trump dilarang dari Facebook, Twitter dan YouTube setelah pemberontakan 6 Januari di US Capitol oleh massa pro-Trump karena perusahaan mengklaim adanya risiko kekerasan lebih lanjut. Akun Trump juga ditandai beberapa kali karena menyebarkan informasi palsu tentang kecurangan pemungutan suara dalam pemilihan presiden 2020.

Trump dan pendukungnya telah mengklaim bahwa platform teknologi utama mencoba untuk membungkam suara-suara politik partainya. Pria berusia 75 tahun itu pertama kali mengungkap akan memulai perusahaan media sosialnya sendiri pada bulan Maret. Mantan penasihat dekatnya, Jason Miller, sebenarnya telah membuatkan platform GETTR dan blog bertajuk From The Desk of Donald J. Trump. Namun tak lama, blog itu ditutup.

TRUTH Sosial diklaim akan menjadi tempat untuk "mendorong percakapan global yang terbuka, bebas, dan jujur ​​tanpa diskriminasi terhadap ideologi politik." Namun, ketentuan layanannya melarang pengguna menggunakan platform untuk meremehkan, menodai, atau merugikan, menurut pendapat media sosial tersebut.

Keputusan untuk membuat platform sendiri beriringan dengan desas-desus bahwa Trump memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden lagi pada tahun 2024. Bisa jadi, platorm barunya berfungsi sebagai tempat menarik pendukung yang cukup besar saat dia tak lagi memiliki pengaruh langsung di Twitter.(*)

Related Articles
Current Issues
Belum Satu Bulan Diluncurkan, Blog Donald Trump Ditutup

Current Issues
Trump Bakal Bikin Platform Media Sosial Sendiri Setelah Akun Twitternya Diblokir

Current Issues
Masih Tak Terima Diblokir, Donald Trump Tuntut Facebook, Twitter, dan Google