Tech

Naik Kereta Metro di Moskow Bayarnya Pakai Sistem Deteksi Wajah, Aman Kah?

Jingga Irawan

Posted on October 16th 2021

Credit: TASS/Getty Images/ via The Verge

Moskow akan permudah warganya agar tak lagi mengantre. Dilansir The Verge, Sabtu (16/10), ibu kota Rusia itu menambahkan sistem pembayaran pengenalan wajah, Face Pay, ke lebih dari 240 stasiun metronya. Menurut para pejabat setempat, itu adalah penggunaan teknologi pengenalan wajah terbesar di dunia.

Face Pay mengharuskan pengguna metro untuk upload foto serta menghubungkan kartu bank dan metro mereka ke aplikasi seluler Mosmetro. Nah, kalau semua sudah di-upload, yang perlu pengguna lakukan hanyalah scanning wajah dengan melihat kamera yang dipasang di atas pintu putar agar tepat waktu untuk jadwal kereta berikutnya.

Pejabat Moskow ingin 10 hingga 15 persen pengguna kereta untuk menggunakan Face Pay "secara teratur" dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Harapannya, layanan ini dapat mengurangi antrean panjang, menghemat waktu dan menciptakan lebih sedikit kontak langsung selama Pandemi Covid-19, karena pengguna tak butuh waktu menggesek atau membayar.

Secara konsep, tujuannya bagus. Akan tetapi, seperti teknologi pengenalan telapak tangan yang dikembangkan oleh Amazone One, sistem pembayaran menggunakan pengenalan biometrik telah lama diperdebatkan karena berpotensi merusak privasi pengguna dan rawan pencurian data.

Seperti yang dicatat oleh The Guardian, Departemen Teknologi Informasi Moskow mengklaim foto-foto yang dikumpulkan melalui saluran khususnya tak akan diserahkan ke polisi atau lembaga hukum. Data itu akan dienkripsi dengan aman dalam sistem GIS ETSHD (Pusat Penyimpanan dan Pemrosesan Data Terpadu Moskow). Namun, itu tak mengurangi keraguan masyarakat secara luas.

“Ini adalah langkah baru yang berbahaya dalam dorongan Rusia untuk mengontrol populasinya. Kita perlu memiliki transparansi penuh tentang bagaimana aplikasi ini akan bekerja dalam praktiknya,” kata Stanislav Shakirov, pendiri kelompok hak digital Roskomsvoboda, mengatakan kepada The Guardian.

"Metro Moskow adalah lembaga pemerintah, jadi semua data dapat berakhir di tangan dinas keamanan."

Shakirov punya alasan bagus untuk khawatir. Implementasi pengenalan wajah Moskow dapat terhubung ke jaringan luas. Lebih buruk dari kemungkinan penyalahgunaan oleh penegak hukum lokal Moskow, sistem tersebut tampaknya dapat dibajak oleh peretas. Risiko nyata penerapan pengenalan wajah bukan hanya kegiatan pemerintah karena lebih mudah melacak pergerakan warga, tetapi sistem itu sendiri merupakan target yang rentan untuk pelanggaran lainnya.(*)

Artikel Terkait
Tech
TikTok Bakal Kumpulkan Data Biometrik Pengguna AS, Termasuk Faceprints

Interest
Hapus Diskriminasi Profesi, Rusia Rekrut Perempuan Jadi Masinis

Interest
Menyusuri Kilas Balik Kota Hantu Bersalju di Rusia