Tech

Sebentar Lagi, Taksi terbang Akan Mengudara di Inggris

Jingga Irawan

Posted on October 14th 2021

Credit: Vertical Aerospace/via The Times UK

Kalau kalian mulai capek dengan kemacetan lalu lintas, bayangin aja di masa depan sudah ada taksi terbang yang bisa mendarat di atas gedung kantor, kampus atau sekolah kalian.

Itulah misi Stephen Fitzpatrick, pendiri dan CEO Vertical Aerospace Inggris. Perusahaannya berusaha mengumpulkan pendanaan sebesar USD 394 juta (Rp 5,5 triliun) dalam merger dengan perusahaan yang terdaftar di New York. Ia berambisi bahwa armada pesawatnya akan terbang pada pertengahan 2020-an.

Dia tak sendirian. Beberapa insinyur dan maskapai penerbangan paling terkenal di dunia percaya bahwa Vertical Aerospace sukses untuk menerbangkan pesawat mini tanpa emisi dengan membawa empat penumpang melintasi langit hingga 120 mil (193 km). American Airlines, lessor pesawat Avolon, insinyur Honeywell dan Rolls-Royce, serta unit M12 Microsoft berinvestasi dalam merger tersebut.

Dilansir Reuters Kamis (14/10), Fitzpatrick mengatakan penerbangan Vertical antara bandara Heathrow London dan distrik keuangan Canary Wharf akan memakan waktu 15 menit, dengan biaya 50 pound (Rp 967 ribu) per penumpang.

Lebih dari 1.000 pesawat VA-X4 telah dipesan. Pesawat tanpa emisi itu dipilih saat perusahaan penerbangan berada di bawah tekanan untuk membantu mengurangi kerusakan lingkungan. Namun, tantangan terbesar lain bagi Vertical adalah mensertifikasi pesawatnya, yang menurut Fitzpatrick akan dilakukan pada akhir 2024.

"Kami akan menandatangani kesepakatan. Kami menemukan selera dan permintaan dari maskapai penerbangan benar-benar kuat," kata Fitzpatrick kepada Reuters.

Fitzpatrick pertama kali memiliki ide tersebut pada 2015 ketika dia duduk berjam-jam di 10 jalur lalu lintas yang macet di Sao Paulo, Brasil. Saat idenya itu muncul, masih tak ada banyak pesaing, tetapi kini para ahli memperkirakan ada lebih dari 100 perusahaan yang mengerjakan pesawat Vertikal Take-Off and Landing (eVOTL) listrik saingan.

VA-X4 masih dalam konstruksi dan akan memulai uji terbang awal tahun depan. Fitzpatrick percaya kemitraan Vertical akan membantunya muncul sebagai pemenang.

Menggunakan teknologi baterai dari industri mobil, dan unit penggerak listrik-motor yang telah dicoba dan diuji, dan didukung oleh elektronik Honeywell, Fitzpatrick tak ragu bahwa VA-X4 akan terbang sempurna. Sementara itu, sertifikasinya akan bergantung pada European Union Aviation Safety Agency (EASA).

“Proses sertifikasi pesawat diketahui. Teknologinya baru, tetapi langkah-langkah yang perlu kita lalui relatif sama dengan pesawat lain,” kata Fitzpatrick.

Di samping itu, tantangan dalam meluncurkan moda transportasi baru lainnya adalah infrastruktur, tetapi Fitzpatrick yakin semua berjalan lancar.

"Kami sudah berdiskusi dengan Bandara Heathrow misalnya," imbuh Fitzpatrick.(*)

 

Related Articles
Tech
Honda Siapkan Mobil Terbang dan Teknologi ke Bulan pada 2030

Tech
Tiongkok Punya Komputer Quantum Baru, 10 Juta Kali Lebih Cepat dari Milik Google

Tech
Dibantu NASA, Joby Aviation Uji Coba ‘Taksi Udara’ Listrik