Tech

Suka Bekreasi Pakai Canva? Kini Kamu Juga Bisa Memakainya untuk Edit Video

Jingga Irawan

Posted on October 13th 2021

credit gambar: Canva

Bagi kalian yang suka banget bikin desain aesthetic untuk stories atau tugas sekolah dengan Canva ada kabar baik nih. Dilansir TechCrunch Rabu (13/10), start-up perangkat lunak yang mempermudah akses desain untuk semua kalangan itu baru saja mengumumkan rangkaian pengeditan video. So, kalian juga bisa membuat video keren pakai aplikasi ini.

Perangkat lunak video Canva menawarkan interface yang fokus pada scene. Artinya kalian dapat memecah video menjadi bagian-bagian yang mudah dikelola. Dari sana, kalian dapat memangkas scene, mengelola beberapa trek audio dan menggunakan pratinjau video dalam editor untuk mengecek hasilnya.

Canva juga menawarkan template untuk menyederhanakan proses bagi pengguna berdasarkan jenis video yang akan dibuat. Misalnya, orang yang membuat video TikTok merancang dan mengedit dalam format yang berbeda dari orang yang membuat banner Twitch.

credit gambar: Canva

Mempertimbangkan penggunaan video bagi pekerja, perusahaan juga memperkenalkan screen and in-editor recording, sehingga orang dapat merekam diri mereka sendiri atau layar mereka untuk membuat video bagi sebuah tim atau organisasi.

Bagi kalian yang ingin menyempurnakan video, Canva juga menawarkan animasi dan transisi otomatis yang mudah digunakan. Selain itu, Canva Video memungkinkan kalian untuk mengedit dalam editor berbasis scene yang sama tanpa harus mengunduh dan mengunggah ulang.

Menurut Kepala Produk Canva Rob Kawalsky menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengembangkan perangkat lunak pembuatan video adalah melihat kebutuhan pasar dengan kesederhanaan penggunaannya.

“Kami punya timeline berbasis scene unik, membagi video menjadi scene yang memiliki tampilan dan nuansa yang mirip dengan slide presentasi,” katanya.

Editor Canva menawarkan pengalaman pengeditan yang hampir sama, baik saat membuat desain statis atau bergerak. Fitur pengeditan seperti kemampuan untuk menambahkan animasi, transisi adegan, dan klip pangkas tersediat. Tetapi alih-alih memiliki ratusan tombol yang membingungkan, semuanya sekaligus menuju spesifik konteks artinya opsi muncul dengan sendirinya saat pengguna membutuhkan.

Dirilis pada 2013, Canva muncul selama era kebangkitan desain digital, sekitar waktu yang sama ketika Sketch, Figma, dan InVision bersaing dengan Adobe. Tak seperti yang lain, Canva berfokus bagaimana desain dapat mudah dibuat oleh siapa saja. Sehingga, aplikasinya memungkinkan siapa saja membuat apa saja, mulai dari slide deck, t-shirt hingga konten media sosial.(*)

 

Related Articles
Tech
Yuk Intip Desain Google Pixel 6 yang Tak Biasa!

Tech
5 Rekomendasi Website Desain Cepat dan Kece Selain Canva + Review dan Hasilnya

Tech
Google Desain Ulang ‘Search’, Gunakan Teknologi AI dan Fitur Baru