Current Issues

WHO Rekomendasikan Orang dengan Gangguan Imun Mendapat Booster Vaksin Covid-19

Dwiwa

Posted on October 12th 2021

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan diberi dosis penguat vaksin Covid-19. Pasalnya, risiko infeksi terobosan lebih tinggi pada kelompok ini setelah imunisasi standar.

Dilansir dari Reuters, Kelompok Ahli Penasihat Strategis (SAGE) tentang imunisasi mengatakan dosis tambahan harus ditawarkan sebagai bagian dari rangkaian utama vaksin yang diperpanjang. Sebab, individu-individu ini cenderung tidak merespon rangkaian vaksinasi standar dan berisiko tinggi terkena Covid-19 yang parah.

"Rekomendasinya adalah untuk vaksinasi ketiga, vaksinasi tambahan dalam seri primer dan didasarkan pada bukti yang menunjukkan bahwa imunogenisitas dan bukti tentang infeksi terobosan sangat tidak proporsional terlihat pada orang-orang itu," jelas direktur vaksin WHO Kate O'Brien, mengacu pada orang-orang dengan kekebalan yang lebih rendah karena kondisi lain.

Ahli juga merekomendasikan agar orang yang berusia di atas 60 tahun yang mendapatkan vaksin Sinopharm dan Sinovac mendapatkan dosis penguat sekitar satu hingga tiga bulan setelah dosis kedua. Ini berdasar bukti dalam penelitian di Amerika Latin bahwa kinerjanya menurun dari waktu ke waktu.

"Kami juga tahu bahwa penambahan dosis ketiga atau berganti ke jadwal dua tambah satu memberikan respons (kekebalan) yang kuat. Jadi kami berharap dari sana ada perlindungan yang jauh lebih baik," kata Joachim Hombach, sekretaris panel ahli independen yang mengadakan pertemuan tertutup lima hari pekan lalu.

Tetapi panel tersebut merekomendasikan agar otoritas kesehatan yang menggunakan vaksin Sinopharm dan Sinovac harus lebih dulu mengutamakan untuk memaksimalkan cakupan dua dosis pada populasi yang lebih tua dan kemudian memberikan dosis ketiga.

Menurut O’Brien, saat ini sekitar 3,5 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan. Diperkirakan 1,5 miliar dosis tersedia secara global setiap bulan, cukup untuk memenuhi target vaksinasi 40% dari populasi masing-masing negara pada akhir tahun, tetapi distribusinya tidak merata.

"Memberikan dosis booster itu kepada individu yang telah mendapat manfaat dari respon primer seperti mengenakan dua jaket pelampung pada seseorang dan membiarkan orang lain tanpa jaket pelampung. Dalam hal ini kita berbicara tentang mendapatkan jaket pelampung pertama ke orang-orang yang memiliki kondisi immunocompromising," kata O'Brien.(*)

Related Articles
Current Issues
1,5 Juta Vaksin Pfizer Tiba, Bisa Digunakan untuk Warga Usia 12 Tahun ke Atas

Current Issues
WHO Setujui Vaksin Sinovac Biotech untuk Penggunaan Darurat Lawan Covid-19

Current Issues
Perlu Nggak sih Pake Masker Kalau Sudah Divaksin Covid-19?