Current Issues

Studi: 85 Persen Populasi Dunia Diperkirakan Terpengaruh Perubahan Iklim

Jingga Irawan

Posted on October 12th 2021

Credit gambar: David McNew/Stringer/Via CNET

Perubahan iklim itu nyata. Dan kondisinya akan semakin memburuk jika kita tak segera bertindak. Itulah kesimpulan umum dari laporan penting oleh Intergovernmental Panel on Climate Change, yang dirilis pada Agustus lalu.

Laporan itu memperingatkan bahwa setiap wilayah di planet ini akan terpengaruh oleh kenaikan suhu.

Nah, sebuah studi baru yang dipimpin oleh Max Callaghan dari Mercator Research Institute on Global Commons and Climate Change Berlin dan diterbitkan di Nature Climate Change, menambahkan beberapa informasi khusus tentang itu.

Menggunakan teknologi machine learning (ML) untuk menganalisis lebih dari 60.000 studi terkait perubahan iklim, para peneliti di Jerman memperkirakan bahwa 85 persen populasi dunia dipengaruhi oleh perubahan iklim yang disebabkan manusia.

"Ada banyak bukti bahwa dampak perubahan iklim telah diamati pada sistem manusia dan alam," tulis studi itu, dilansir CNET, Selasa (12/10). "Kami menyimpulkan bahwa dampak antropogenik yang dapat diatribusikan mungkin terjadi di 80 persen wilayah daratan dunia, di mana 85 persen populasi tinggal."

Studi ini dilakukan menjelang COP26, Konferensi Perubahan Iklim PBB di Glasgow yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 12 November. COP26 akan mempertemukan para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dengan harapan mereka akan membuat komitmen baru untuk menurunkan emisi karbon.

Teknologi ML adalah jenis kecerdasan buatan (artificial Intelligence) yang bisa mengembangkan diri tanpa campir tangan manusia. Mereka berkembang ketika lebih banyak informasi yang dimasukkan. Cara kerjanya seperti software speech-to-text, yang semakin akurat ketika semakin banyak suara dapat didengarkan.

Max dan timnya tak hanya menyoroti dampak untuk bumi, tetapi juga menggunakan teknologi ML untuk mengungkap kesenjangan informasi dalam studi ilmiah.

Para peneliti memasukkan berkas yang berkaitan dengan perubahan iklim. Setelah mencerna informasi tentang perubahan iklim, algoritma ML kemudian mengidentifikasi studi yang mungkin menunjukkan dampak perubahan iklim, bahkan jika studi tersebut tak mengaitkan temuan mereka dengan perubahan iklim. 

"Tujuan kami adalah untuk memetakan semua studi yang mungkin relevan tentang perubahan terkait iklim, daripada daftar studi di mana hubungan antara tren iklim yang diamati dan dampak spesifik telah ditunjukkan dengan keyakinan tinggi," begitu bunyi sebagian hasil studi itu.

"Sementara penilaian tradisional dapat menawarkan gambaran bukti yang relatif tepat tetapi tak lengkap, pendekatan bantuan pembelajaran mesin kami menghasilkan peta awal yang luas tetapi tak pasti secara kuantitatif."(*)

 

Related Articles
Interest
Separuh Sampah Plastik Sekali Pakai di Dunia Berasal dari 20 Perusahaan

Interest
Greta Thunberg Cerita Pernah di-Bully: "Aku Sangat Kesepian"

Interest
Ketika Dua Aktivis Inspiratif, Greta Thunberg dan Malala Yousafzai Bertemu