Tech

Teknologi Kecerdasan Buatan Tiongkok Disebut Lebih Unggul dari AS

Jingga Irawan

Posted on October 12th 2021

Credit gambar: Reuters

Tiongkok mulai diakui sebagai salah satu pemain penting dalam industri teknologi. Dilansir Reuters Selasa (12/10),

Mantan kepala perangkat lunak Pentagon mengatakan bahwa Tiongkok telah memenangkan perlombaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan Amerika Serikat. Karena itu, negara yang dipimpin Xi Jinping itu bisa mendominasi dunia karena kemajuannya.

Mendapat gelar sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia, Tiongkok kemungkinan akan unggul dalam banyak teknologi utama yang muncul. Menurut penelitian intelijen Barat, selain kecerdasan buatan, ada biologi sintetis dan genetika dalam kurun waktu satu dekade atau lebih.

Mantan kepala perangkat lunak Pentagon, Nicolas Chaillan, mengundurkan diri sebagai protes terhadap lambatnya transformasi teknologi di militer AS, mengatakan kegagalan untuk merespons persaingan teknologi dapat membahayakan AS.

“Kami tak memiliki peluang bersaing melawan Tiongkok dalam 15 hingga 20 tahun. Saat ini, itu sudah terjadi, itu sudah berakhir menurutku,” katanya kepada Financial Times. "Apakah dibutuhkan perang atau tidak, itu semacam anekdot."

Nicolas juga mengatakan bahwa Tiongkok akan mendominasi masa depan dunia, mengendalikan segalanya mulai dari narasi media hingga geopolitik. Ia kemudian menyalahkan inovasi yang lamban dan keengganan perusahaan AS, seperti Google, untuk bekerja sama dengan negara dalam AI serta perdebatan mengenai teknologi tersebut.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok berkewajiban untuk bekerja dengan pemerintah mereka dan melakukan "investasi besar-besaran" di AI tanpa memperhatikan standar tertentu, menurut Nicolas. Sementara, pria berusia 37 tahun itu mengatakan pertahanan siber AS di beberapa departemen pemerintah berada di level “taman kanak-kanak,” dan Tiongkok telah jauh melampauinya.

Nicolas sendiri mengumumkan pengunduran dirinya pada awal September, dengan mengatakan para pejabat militer berulang kali ditugaskan untuk tugas siber di mana mereka kurang berpengalaman.

Seorang juru bicara Departemen Angkatan Udara mengatakan Frank Kendall, sekretaris Angkatan Udara AS, telah mendiskusikan dengan Nicolas rekomendasinya untuk pengembangan perangkat lunak departemen di masa depan setelah pengunduran dirinya dan berterima kasih atas kontribusinya.(*)

 

Related Articles
Tech
Tiongkok Punya Andil di Perusahaan Induk, Senat Desak Biden Blokir TikTok

Tech
TikTok Tambah Perlindungan Privasi dan Batasi Pemberitahuan untuk Remaja

Tech
Makin Sukses, TikTok Punya 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan