Interest

Ini 6 Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental yang Wajib Dicoba

Dwiwa

Posted on October 11th 2021

 

Jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda, banyak orang di seluruh dunia telah mengalami masalah kesehatan mental. Dan sejumlah studi telah mengungkap jika kehadiran pandemi Covid-19 telah memperburuk hal tersebut.

Beberapa jenis masalah kesehatan mental yang banyak dialami, bahkan sebelum pandemi, termasuk stres berkepanjangan dan kecemasan, kurang percaya diri, gangguan makan, hingga perselisihan keluarga.

Tentu saja masalah kesehatan mental ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Sebab jika tidak segera diatasi, hal itu bisa mengganggu aktivitas harian kita, bahkan dapat memengaruhi kesehatan fisik.

Dilansir dari CNN, John Duffy, psikolog dan penulis dari “Parenting the New Teen in the Age of Anxiety" berbagi 6 langkah yang bisa dilakukan mulai hari ini untuk meningkatkan kesehatan mental kalian.

 

1. Mulai dengan mengatur kesehatan harian

Merawat diri sendiri secara emosional adalah hal pertama yang dilakukan saat memulai hari. Alih-alih memerika media sosial atau mulai bekerja, tarik napas dalam-dalam, dan pertimbangkan tiga hal yang perlu disyukuri.

Ini bisa sesuatu yang besar seperti pasangan kalian, pekerjaan atau kesehatan. Tetapi bisa juga hanya hal-hal sederhana seperti cuaca, pemandangan yang terlihat di jendela, atau bahkan bersyukur dengan nafas yang masih diberikan Tuhan ketika kita bangun.

Kemudian cobalah untuk melakukan meditasi terpandu singkat. Baca kutipan menghibur favorit kalian atau dari buku santai lainnya. Dengan melakukannya, kalian akan menciptakan pola pikir yang tenang dan santai untuk hari itu.

Ingat, banyak hal yang meningkatkan kesehatan fisik juga mendukung kesejahteraan emosional. Evaluasi apa yang masuk ke dalam tubuh dan pikiran kalian. Entah itu makanan, minuman, obat-obatan, streaming video yang konstan, dan lainnya. Memikirkan bagaimana kalian dapat mengatur asupan untuk membuat tubuh lebih sehat pasti akan bermanfaat pada kesehatan mental juga.

 

2. Keluar dari pikiran sendiri setiap hari

Ketika kita cemas atau depresi, gejalanya cenderung memenuhi pikiran. Depresi, kecemasan, dan masalah emosional lainnya cenderung meningkat ketika mereka menjadi satu-satunya fokus kita. Jika kita keluar dan hadir untuk melayani orang lain, kita akan menemukan bahwa kekhawatiran kita berkurang.

Kita juga merasa lebih baik ketika melayani orang lain, memiliki rasa kepuasan, penyelesaian dan kontribusi, yang baik untuk kesehatan mental. Menjadi sukarelawan di dapur umum atau tempat lain bisa jadi pilihan.

 

3. Hapus yang tidak perlu

Selama beberapa tahun terakhir, tidak ada keraguan jika kita terlalu sibuk dan meluangkan sedikit waktu berharga untuk santai dan hampir tidak melakukan apa-apa. Sesekali kalian perlu untuk mempertimbangkan apa yang dapat kita singkirkan dari kehidupan sehari-hari kita yang dapat meningkatkan ketenangan pikiran dan mendukung kesehatan emosional.

Kalian bisa sejenak menghilangkan kata “sibuk” dan berfokus pada apa yang perlu dilakukan dan apa yang tidak. Faktanya, pandemi telah menghadirkan peluang untuk melakukannya. Beberapa orang yang melakukan work from home menyadari jika selama ini sebagian waktu mereka dihabiskan untk aktivitas tidak perlu, dari kesibukan hingga scrolling media sosial.

Sementara lainnya menemukan jika kegiatan ini mencegah mereka untuk tidur nyenyak atau terhubung dengan keluarga, yang merupakan elemen penting bagi kesehatan nasional. Menghapus sebagian dari aktivitas ini dapat membantu kita meluangkan waktu untuk beberapa upaya lain yang mendorong kesejahteraan dan bertumbuh.

 

4. Nilai hubungan kalian

Menilai setiap hubungan yang kita jalani menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan mental kita. Apakah kita memberi lebih banyak dari yang diterima dari saudara atau teman? Apakah kita merasa penuh harapan dan bersemangat setelah berkencan dengan pasangan?

Banyak dari kita yang menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi dalam hubungan yang entah itu toksik atau hanya satu arah. Dan itu termasuk hubungan melalui sosial media.

Kalian mungkin juga menyadari jika kalian tidak cukup terhubung dengan orang lain. Pelan-pelan terhubung lebih dalam dan membagikan kehidupan dan kisahmu dengan keluarga dekat atau teman adalah salah satu cara terpenting untuk memperkuat kesehatan mental.

 

5. Perhatikan orang-orang disekitar

Sesekali, coba perhatikan kesehatan mental orang-orang di sekitar kalian, entah itu keluarga, teman, tetangga, atau siapa pun yang ada di sekitar. Beberapa orang yang dekat dengan kita mungkin tengah tertekan tetapi pandai menyembunyikannya.

Cobalah untuk memeriksa orang-orang yang kalian cintai, dan tanyakan keadaan dan perasaan mereka. Bagi sebagian orang, mengetahui jika ada seseorang dalam hidup mereka yang cukup peduli untuk bertanya mungkin mendorong mereka untuk menilai kesejahteraan mental mereka sendiri.

 

6. Bersedia untuk berubah dan belajar

Banyak dari kita yang sebenarnya tahu apa yang terbaik. Hanya saja, kita terlalu sering melanjutkan kebiasaan buruk, bahkan setelah bertemu profesional. Sesekali, manjakan diri dan fokus pada perawatan diri selama satu jam seminggu, entah lewat terapi atau lainnya.

Hal ini akan membuat kalian belajar banyak tentang cara kerja pikiran dan bagaimana menghapus penghalang menuju kesejahteraan yang mungkin telah kalian rasakan selama bertahun-tahun.

Dengan melakukan itu, kalian tidak hanya menjaga kesejahteraan emosional sendiri, tetapi juga menormalkan kesulitan mental sehingga orang lain lebih cenderung melakukan hal yang sama.

 

Jadi, sudah siap untuk memiliki kesehatan mental yang lebih baik? (*)

Related Articles
Lifestyle
Yang Lain Susah Saat Pandemi, tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja? Wajar kok...

Current Issues
Peneliti: Tingkat Kecemasan dan Depresi di Kalangan Mahasiswa Terus Melonjak

Lifestyle
Terlalu Banyak Informasi Negatif Bikin Stres? Cobain Tips Sederhana Ini