Current Issues

Studi: Kecemasan Melonjak Selama Pandemi, Terutama pada Wanita

Dwiwa

Posted on October 10th 2021

 

Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat fisik orang sakit, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental. Sebuah studi yang diterbitkan di Lancet pada Jumat bahkan mengungkap jika pandemi Covid-19 telah menyebabkan lonjakan kecemasan dan gangguan depresi mayor, terutama pada wanita dan anak muda.

Dilansir dari Reuters, para peneliti mengungkap jika anak muda menderita karena penutupan sekolah menjauhkan mereka dari teman-teman. Sementara banyak wanita mendapati diri mereka menanggung beban pekerjaan rumah tangga dan menghadapi peningkatan risiko kekerasan dalam rumah tangga.

Studi yang dipimpin oleh akademisi di University of Queensland, Australia, mencatat 76 juta kasus tambahan gangguan kecemasan dan 53 juta gangguan depresi mayor saat Covid-19 menyebar pada 2020.

“Sayangnya, karena berbagai alasan, wanita selalu lebih mungkin terkena dampak sosial dan ekonomi dari pandemi ini,” jelas salah satu penulis studi Alize Ferrari. “Perhatian tambahan dan tanggung jawab rumah tangga cenderung jatuh pada wanita, dan karena wanita lebih mungkin menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, yang meningkat dalam berbagai tahap dalam pandemi.

Dia menambahkan jika penutupan sekolah dan pembatasan lainnya membatasi kemampuan anak muda untuk belajar dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

Penelitian ini mencakup 48 penelitian yang dilakukan sebelumnya dari seluruh dunia. Temuan itu dikumpulkan dalam meta-analisis untuk mengukur prevalensi gangguan kesehatan mental di 204 negara dan wilayah pada 2020.

Seorang penulis komentar yang tidak terkait dengan studi tersebut menuliskan jika itu menjadikannya wawasan global pertama tentang beban gangguan depresi dan kecemasan selama pandemi.

Ditemukan adanya peningkatan 28 persen dalam kasus gangguan depresi mayor, menjadi 246 juta kasus, naik dari perkiraan 193 juta kasus seandainya pandemi tidak terjadi. Sementara ada peningkatan sekitar 26 persen dalam perkiraan kasus kecemasan, dengan perkiraan 374 juta kasus dibandingkan dengan 298 juta tanpa pandemi.

Penulis penelitian memperingatkan bahwa ada kekurangan data berkualitas tinggi tentang dampak pandemi pada kesehatan mental di banyak negara miskin. Karena itu, perkiraan ekstrapolasi untuk negara-negara tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Peneliti: Tingkat Kecemasan dan Depresi di Kalangan Mahasiswa Terus Melonjak

Current Issues
Penelitian: Sekolah Virtual Mungkin Bisa Merusak Kesehatan Mental Anak

Current Issues
30 Persen Penyintas Covid Mungkin Mengalami PTSD