Entertainment

Kasus Bunuh Diri Meningkat, Netflix Tetap Bela '13 Reasons Why'

Jingga Irawan

Posted on October 9th 2021


credit gambar: The Hollywood Reporter

Sebuah serial Netflix yang dibuat untuk menghentikan bullying, 13 Reasons Why, tak disangka justru menyebabkan masalah lainnya. Baru-baru ini, sebuah keluarga di AS menggugat Netflix karena seorang gadis remaja bunuh diri diduga terinspirasi dari serial 13 Reasons Why. Bahkan, ribuan orang tua mengklaim 13 Reasons Why dapat mendorong minat anak bunuh diri setelah drilis.

Dilansir Gizmodo, Sabtu (9/10), Netflix akhirnya menanggapi gugatan yang diajukan oleh keluarga dari seorang gadis remaja bunuh diri karena terinspirasi oleh serial itu. Netflix menyatakan bahwa jika pengaduan dilanjutkan, itu akan berbahaya bagi hak kebebasan berpendapat artis dan Netflix itu sendiri.

Dalam dokumen baru yang diajukan di pengadilan distrik California, Netflix memohon menggunakan undang-undang anti-SLAPP California. Undang-undang itu memberikan hak kepada penggugat untuk mengajukan mosi yang menghentikan pengaduan terhadap konten apa pun yang dianggap sebagai kebebasan berpendapat sebagai hal yang dilindungi.

Netflix merilis season pertama dari 13 Reasons Why pada Maret 2017. Berdasarkan novel dengan judul yang sama oleh penulis Jay Asher, 13 Reasons Why menggambarkan apa saja peristiwa yang memicu bunuh diri di usia sekolah menengah atas. Setelah dirilis, Netflix menggunakan algoritmanya untuk menargetkan usia penonton yang lebih muda.

credit: Netflix

Menurut penggugat, algoritma konten khusus yang merujuk pada usia rentan dapat berbahaya. Akan tetapi menurut Netflix, rekomendasi yang ditentukan oleh algoritma itu dianggap sebagai kebebasan berpendapat yang dilindungi, dan sama saja dengan editor berita yang memutuskan untuk melakukan kontrol dan penilaian editorial.

"Sistem rekomendasi, dan tampilan judul yang disarankan, adalah sebuah kebebasan berpendapat," kata Netflix. “Penggugat menuduh bahwa rekomendasi di sini berbeda karena ditentukan oleh algoritma. Tetapi fakta bahwa rekomendasi dapat diproduksi secara algoritmik tak membuat perbedaan dalam analisis. Lagi pula, algoritma itu sendiri dibuat oleh manusia.”

Pengacara Netflix juga mencatat bahwa platform tersebut tak dituntut karena konten 13 Reasons Why itu sendiri, melainkan karena kegagalan perusahaan secara memadai memperingatkan produknya sebagai fitur berbahaya.

Meskipun tuntutan Netflix hanya dibawa oleh satu keluarga berduka, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of American Academy of Child and Adolescent Psychiatry melaporkan 28,9 persen peningkatan bunuh diri di antara warga AS berusia 10-17 dalam sebulan setelah 13 Reasons Why ditayangkan. Netflix dan penggugat akan hadir di pengadilan pada 16 November mendatang.(*)

Related Articles
Entertainment
Akhiri Kisah Keluarga Shelby, Film ‘Peaky Blinders’ Mulai Syuting pada 2023

Entertainment
4 Fakta Brzrkr, Anime Epik Keanu Reeves yang Bakal Tayang di Netflix

Entertainment
Lebih Fashionable, Netflix Rilis First-Look ‘Emily in Paris’ Season 2