Tech

Berusia 25 Tahun, Ini Awal Kisah Internet Archive Wayback Machine Beroperasi!

Jingga Irawan

Posted on October 9th 2021

Credit: Internet Archive

Perkembangan dunia internet memang selalu menarik untuk dibahas. Ada banyak hal tersembunyi tentang bagaimana dunia digital bisa menyimpan dan menyebarkan informasi dengan cara yang mudah untuk diakses. Beberapa sistem yang dipakai saat ini bahkan usianya jauh lebih tua lho dari kita, salah satunya adalah Internet Archive Wayback Machine.

Itu adalah layanan yang memungkinkan orang mengunjungi versi arsip situs Web. Pengunjung Wayback Machine dapat mengetikkan URL, memilih rentang tanggal, dan kemudian menjelajahi versi Web yang diarsipkan. Bayangkan aja, kalian bisa mengunjungi web tahun 1999 dan melihat kembali versi situs Web di masa lalu, bahkan sebelum kita lahir saat Web itu dibuat.

Memang apa sih pentingnya mengarsipkan situs Web?

Jadi gini gengs, arsip bisa membantu kita untuk menyelesaikan masalah, menjawab rasa penasaran, hingga belajar dari keberhasilan dan kegagalan kejadian di masa lalu. Layaknya bukti persidangan, dengan arsip, kita bisa mengetahui hal-hal penting yang mungkin berguna di masa sekarang.

Nah, lebih luas lagi, misi Internet Archive adalah membantu melestarikan berbagai hal tersebut dan membuat perpustakaan Internet untuk para peneliti, sejarawan, dan cendekiawan. Mereka juga telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga besar, seperti Perpustakaan Kongres dan Smithsonian.

Semuanya bermula 25 tahun silam. Tepatnya di bulan Oktober 1996, para pendiri Internet Archive yang berbasis di San Francisco meluncurkan web crawler pertama mereka, mengambil snapshot halaman web. Pada saat itu, World Wide Web hanya berukuran 2,5 terabyte dan di tahun yang sama masih tak mungkin untuk memprediksi seberapa besar World Wide Web bakal berkembang.

Bahkan pada awal Web dipakai, tautan rusak, seperti error 404, adalah masalah yang sering banget dialami, dan sebagian besar halaman Web saat itu memiliki umur pendek. Berangkat dari sana lah, Brewster Kahle dan Bruce Gilliat menemukan sistem untuk mengarsipkan halaman Web sebelum menghilang. Awalnya, alat untuk proyek ini tak terlalu canggih. Hanya sebuah aplikasi PC yang dibuat untuk menangkap seluruh situs web dengan mengikuti tautan dari halaman utama.

Memperingati usianya lebih dari dua dekade, Internet Archive merilis sebuah video yang diambil oleh Marc Weber dan Kevin Hughes untuk Web History Project (Proyek Sejarah Web), di mana Brewster Kahle menjelaskan perangkat keras Wayback Machine dan prosesnya.

"Kami belum menyelesaikan crawling lengkap pertama. Um, tapi sudah sampai di sana. Kami mencoba untuk mendapatkan semuanya. Termasuk semua gambar semuanya. Jadi kalian dapat membuat ulang Web seperti sebelumnya pada waktu tertentu. Jadi kalian dapat menggunakan Wayback Machine dan melihat seperti apa tampilan web (di masa lalu). Kalian akan bisa mencoba menggunakan Web seperti sebelumnya. Atau menemukan salinan catatan Atau apa yang dikatakan orang tertentu pada waktu tertentu, atau bagaimana kalian bisa mengutip sebuah dokumen, jika dokumen tersebut hilang setiap 44 hari. Dan ini semua yang dibutuhkan,” kata Brewster dalam video yang diambil tahun 1996.

Pada tahun 2021, Brewster Kahle mengingat kembali kemajuan paling mengejutkan dari inovasi awalnya, yang saat ini menampung 588 miliar halaman web. Mereka juga telah bekerja dengan 800 mitra untuk membuat Memori Web.

“Wayback Machine hanya secercah di mata kita pada tahun 1996. Itu tak rilis sampai tahun 2001. Jadi ide untuk membuat Wayback Machine menjadi institusi besar di antara semua perpustakaan nasional, universitas, itu adalah salah satu penemuan besar atau evaluasi arsip internet,” kata Brewster, baru-baru ini diwawancarai. (*)

Related Articles
Current Issues
Internet Archive Bebaskan Masa Tunggu untuk Peminjaman 1,4 Juta Ebook Mereka

Tech
Perusahaan Jeff Bezos Bakal Bangun Stasiun Luar Angkasa

Tech
Siap-Siap, TikTok Tak Bisa Digunakan di AS Jika Gagal Diambil Alih