Interest

Jangan Sembarangan, Begini Cara Benar Membuang Obat Menurut BPOM

Dwiwa

Posted on October 5th 2021

Sebagian dari kita umumnya membuang sampah obat dengan cara yang sama dengan jenis sampah yang lain. Padahal, jika sampah obat dibuang dengan cara yang salah, ada kemungkinan itu disalahgunakan. Lebih buruknya, obat-obatan yang kita buang ini bisa mencemari lingkungan dan pada akhirnya membahayakan kesehatan manusia.

Lalu, bagaimana cara yang benar untuk membuang obat-obatan yang sudah tidak digunakan ini? Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Instagram resmi @bpom_ri , ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat akan membuang obat-obatan yang sudah tidak digunakan atau pun kadaluarsa.

Berikut penjelasan lengkap tentang tata cara membuang obat yang benar agar tidak membahayakan lingkungan.

 

Obat padat (kapsul, tablet, serbuk, dll)

1. Keluarkan obat dari kemasan.

2. Hancurkan obat terlebih dahulu sebelum meletakkannya di tempat sampah. Obat berbentuk kapsul harus dikeluarkan dari cangkangnya kemudian dilarutkan air. Gunting atau rusak cangkang kapsul dan buang bersama sampah rumah tangga lainnya.

Untuk tablet/kaplet, hancurkan dan campur dengan barang tidak enak seperti ampas kopi, tanah, atau kotoran kucing. Dengan begitu, ini tidak akan menarik perhatian hewan, anak-anak atau orang yang sengaja mencari obat di tempat sampah.

3. Taruh campuran dalam wadah yang dapat ditutup untuk menjaga agar obat tidak bocor atau tumpah.

4. Rusak atau gunting kemasan obat lalu buang ke tempat sampah.

 

Obat semi padat (salep, krim, gel, dll)

1. Keluarkan isi obat dari kemasan dan timbun dengan tanah

2. Rusak atau gunting kemasan obat terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah.

 

Obat cair (sirup, suspensi, emulsi, elixir, dll)

Cara pertama

1. Memeriksa ada atau tidaknya endapan dalam botol. Jika ada atau obat sudah mengental, tambahkan air da kocok untuk melarutkan endapan.

2. Keluarkan cairan obat, lalu encerkan dengan air.

3. Buang dalam saluran air yang mengalir.

 

Cara kedua

1. Tuang cairan ke dalam plastik.

2. Tambahkan barang padat yang tidak enak seperti ampas kopi, tanah, atau bahan kotor lainnya.

3. Tutup palstik dengan rapat.

4. Buang plastik ke tempat sampah.

 

Antibiotika

Antibiotika ini tidak boleh dibuang sembarangan. Sebab, jika kalian langsung membuangnya ke saluran pembuangan air atau ditimbun di tana, maka lingkungan dapat tercemar oleh antibiotika. Lebih jauh, itu akan mencemari air minum dan tanaman yang tumbuh.

Kabar buruknyam jika air yang mengandung antibiotika itu dikonsumsi, bisa terjadi resistensi antibiotika. Ini artinya, bakteri yang seharusnya bisa dibunuh dengan antibiotik justru jadi kebal. Ini tentu berbahaya.

Karena itu, sebelum membuang, obat antibiotika sebaiknya dibiarkan tetap berada dalam kemasan aslinya. Namun sebelum dibuang, larutkan dulu bersama air, tanah, atau bahan lain yang tidak diinginkan kemudian ditutup rapat. Hilangkan label obat lalu buang ke tempat sampah.

 

Inhaler atau aerosol

Jika inhaler sudah kosong, kalian bisa langsung membuangnya ke tempat sampah. Namun perlu diperhatikan, jika wadah inhaler ini tidak boleh dilubangi, digepengkan atau dibakar karena bisa meledak.

Sementara jika inhaler masih ada isinya, tetapi sudah tidak diperlukan, kalian bisa mengembalikannya ke rumah sakit, puskesmas atau klinik agar dapat dibuang dengan aman.

 

Obat kanker

Membuang obat kanker tidak boleh sembarangan. Sebab obat ini dapat merusak sel kanker maupun sel sehat. Jika kalian mendapat obat kanker yang diminum di rumah, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

Pertama, sisa obat, sisa kemasan, serta sarung tangan dan wadah yang bersentuhan dengan obat kanker tersebut dikumpulkan ke dalam wadah tertutup rapat. Setelah itu, kembalikan ke rumah sakit tempat mendapatkan obat.

 

Tidak hanya obat, bekas wadah obat juga harus dibuang dengan hati-hati. Hal ini penting agar bekas wadah obat tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk wadah berupa botol plastik, pot plastik, atau botol kaca (gelas) harus dihilangkan semua labelnya dari wadah dan juga tutup. Kemudian rusak botol, pot plastik, atau botol kaca dengan cara digunting atau dipecah. Baru dibuang ke tempat sampah. Sementara untuk wadah seperti box, dus, atau tube, sebaiknya digunting terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah.

Nah, sudah tahukan bagaimana cara yang benar saat membuang obat? Jadi yuk mulai sekarang kita lebih teliti lagi sebelum membuang obat agar lingkungan tidak tercemar dan oknum penjual obat nakal tidak punya kesempatan. (*)

 

Related Articles
Interest
Cegah Distribusi Produk Kecantikan Abal-abal, Kominfo akan Atur Para Influencer

Interest
Pangan Ilegal dan Kedaluwarsa Ditemukan BPOM Beredar di Pasaran Saat Ramadan

Current Issues
25 Relawan Uji Klinis Sinovac Positif Covid-19, Kok Bisa? Ini Penjelasannya