Current Issues

Facebook Down, Harta Mark Zuckerberg Raib Rp 85 Triliun dalam Sekejap

Jingga Irawan

Posted on October 5th 2021

Credit: Bloomberg

Kekayaan pribadi Mark Zuckerberg diklaim telah turun lebih dari USD 6 miliar (Rp 85 triliun) dalam beberapa jam. Melansir Bloomberg, Selasa (5/10) peringkat Mark sebagai orang terkaya di dunia jatuh, setelah seorang pelapor pelanggaran (whistleblower) muncul dan down-nya media sosial unggulan Facebook Inc.

Aksi jual membuat saham raksasa media sosial itu anjlok 4,9 persen Senin (4/10), menambah penurunan sekitar 15 persen sejak pertengahan September. Penurunan saham Mark Zuckerberg -menjadi USD 121,6 miliar- menjatuhkan posisinya di bawah Bill Gates ke No. 5 dalam kategori Bloomberg Billionaires Index.

Facebook, Instagram dan WhatsApp dilaporkan down pada Senin (4/10) malam. Sejumlah pengguna media sosial milik Mark beralih ke Telegram dan aplikasi perpesanan lainnya. Selain harta kekayaannya hilang, Mark juga kena sindir netizen melalui Twitter. Ribuan meme dan kata-kata tak pantas ilontarkan pengguna.

Pekan lalu, The Wall Street Journal mulai menerbitkan laporan terkait perusahaan berdasarkan dokumen internal, mengungkapkan bahwa Facebook “sadar” bahwa aplikasinya berdampak buruk. Seperti bahaya Instagram terhadap kesehatan mental remaja dan informasi yang salah tentang kerusuhan 6 Januari di Capitol.

Laporan yang telah menarik perhatian pejabat pemerintah itu didapat oleh Frances Haugen yang secara terbuka mengungkapkan identitasnya. Menuduh mantan majikannya, Mark Zuckerberg, mendorong konten yang memecah belah, demi keuntungan dan menutupi bukti bahwa raksasa teknologi itu menyebabkan kerugian.

“Facebook, berulang kali, memilih untuk mengoptimalkan untuk kepentingannya sendiri, seperti menghasilkan lebih banyak uang,” kata Haugen.

Setelah cabut dari Facebook pada bulan Mei, wanita berusia 37 tahun itu membocorkan sejumlah dokumen internal Facebook ke Wall Street Journal, yang menggunakannya untuk menerbitkan serangkaian laporan memberatkan bulan lalu. Haugen juga mengirim dokumen ke anggota parlemen dan mengajukan perlindungan pelapor ke Securities and Exchange Commission. (*)

Related Articles
Tech
Facebook, WhatsApp, dan Instagram Pulih Setelah Down Enam Jam, Ini Penyebabnya!

Current Issues
Sederet Perusahaan Boikot Iklan di Facebook, Mark Zuckerberg Rugi Besar

Current Issues
Facebook Perpanjang Masa WFH Karyawannya Hingga Akhir 2020