Interest

Hati-Hati, Kebiasaan Sehari-Hari Ini Bisa Picu Serangan Jantung

Dwiwa

Posted on October 4th 2021

Serangan jantung kini bukan lagi penyakit yang identik dengan orang tua. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus serangan jantung pada usia muda pun cukup sering ditemukan. Serangan jantung atau infark miokard ini terjadi ketika bagian dari otot jantung tidak mendapat cukup banyak darah.

Faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung sendiri cukup banyak. Di antaranya adalah faktor usia dan riwayat keluarga, yang tentu berada di luar kendali kita.

Tetapi selain faktor yang tidak bisa kita kendalikan, beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata juga dapat memicu terjadinya serangan jantung loh. Dilansir dari Eat This, Not That!, berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa meningkatkan risiko kita terkena serangan jantung, bahkan di usia muda.

 

1. Makan di luar setiap hari

Makan di luar sesekali tidak akan menyebabkan terjadinya serangan jantung. Tetapi jika dilakukan setiap hari, ada kemungkinan ini akan mengakibatkan dampak buruk untuk jantung. Sebab, saat makan di luar kita cenderung memilih makanan yang tidak sehat di restoran.

Namun jika karena satu dan lain hal kalian terpaksa harus lebih sering makan di luar, Penn Medicine menyarankan agar memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang dipilih. Di antaranya adalah tidak memilih roti dan koktail, memilih menu yang lebih sehat, memilih porsi yang lebih kecil, dan menolak topping yang tidak sehat.

 

2. Tidak berolah raga

Apa hal terbaik untuk menjaga kesehatan jantung? Jawabannya adalah olah raga. Mayo Clinic menyebutkan jika menjadi tidak aktif berkontribusi terhadap kadar kolesterol tinggi pada darah dan obesitas. Orang yang berolah raga secara rutin memiliki jantung lebih sehat, termasuk tekanan darah lebih rendah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan panduan baru tentang berapa lama seharusnya seseorang beraktivitas. Untuk yang masih anak-anak hingga usia 17 tahun, kalian perlu berolah raga dengan intensitas sedang hingga berat setidaknya 60 menit setiap hari.

Sementara untuk yang berusia 18-64 tahun, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik bersifat aerobik sedang 150-300 menit tiap pekan, atau 75-150 menit latihan aerobik berat. Sedangkan untuk lanjut usia melakukan setidaknya 150-300 menit olahraga intensitas sedang atau 75-150 menit latihan aerobik.

 

3. Minum alkohol

Penn Medicine menjelaskan jika minum alkohol dalam jumlah banyak akan meningkatkan tekanan darah dan juga menyebabkan tingkat trigliserida tinggi, yakni jenis lemak yang paling umum di dalam tubuh kita.

“Alkohol memberikan tambahan kalori. Ketika tubuh memiliki terlalu banyak kalori, ini diubah menjadi trigliserida, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung,” jelas mereka. Selain itu, kalori tambahan itu juga bisa menyebabkan obesitas, faktor risiko dari penyakit jantung yang lain.

 

4. Terlalu stres

Hampir setiap orang mengalami stres pada satu titik tertentu. Tetapi berusaha untuk menghindarinya mungkin adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan jantung. “Kalian mungkin merespon stres dengan cara yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung,” jelas Mayo Clinic.

Stres ini dapat meningkatkan tekanan darah, padahal tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama dari serangan jantung. Menemukan cara untuk mengatasi stres dapat membuat kalian memiliki risiko lebih kecil terkena serangan jantung.

 

5. Merokok

Penn Medicine mengungkap jika merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyakit jantung, bertanggung jawab atas hampir sepertiga kematian terkait penyakit jantung.

“Setiap kali kalian menghirup sebatang rokok, kalian memasukkan lebih dari 5.000 bahan kimia ke dalam tubuh – banyak di antaranya berbahaya bagi kesehatan. Salah satu bahan kimi ini adalah karbon monoksida,” tulis mereka.

Dijelaskan jika karbon monoksida menurunkan jumlah oksigen dalam sel darah merah yang dapat merusak jantung. Ini juga meningkatkan jumlah kolesterol di arteri, faktor risiko lain untuk penyakit jantung.

Dan vaping bukanlah alternatif yang lebih sehat dari rokok konvensional. Mereka menjelaskan jika dengan menggunakan rokok elektrik, kalian masih mengekspos diri dengan nikotin, racun, logam, dan kontaminan lain yang berbahaya bagi kesehatan.

Jadi, jika kalian ingin tidak ingin mengalami serangan jantung, segera hentikan kebiasaan merokok, baik konvensional maupun rokok elektrik sekarang juga. Sebab, lebih sulit untuk hidup dengan penyakit jantung atau sembuh dari serangan jantung daripada berhenti merokok.

 

6. Menggunakan obat-obatan terlarang

Beberapa serangan jantung disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terlarang. Mayo Clinic menjelaskan jika menggunakan obat stimulan, seperti kokain atau amfetamin, dapat memicu kejang pada arteri koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung.

 

Nah, sudah tahukan kebiasaan buruk apa saja yang bisa memicu terjadinya serangan jantung. Jadi, yuk mulai kebiasaan baru yang lebih sehat agar terhindar dari serangan jantung yang mematikan. (*)

 

Related Articles
Interest
Markis Kido Meninggal Karena Henti Jantung, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Interest
Siapa Tandingan Asus Zenfone Max Pro M1?

Interest
Fitur Telekonferensi Google Meet Diperpanjang Hingga 30 September 2020