Interest

Awas, Sibling Bullying Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental di Masa Depan

Dwiwa

Posted on October 3rd 2021

Ada yang suka mengintimidasi atau menindas saudara sendiri? Jika kalian salah satunya, segera hentikan sekarang sebelum terlambat. Pasalnya, sebuah studi mengungkap jika anak yang berulang kali diintimidasi oleh saudara kandung lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental dan kesejahteraan buruk di kemudian hari saat remaja.

Dilansir dari Medical Xpress, ada penelitian baru yang menganalisis data lebih dari 17.000 peserta. Dari sana ditemukan bahwa ketika frekuensi intimidasi meningkat pada masa remaja awal hingga pertengahan, begitu pula tingkat keparahan hasil kesehatan mental di akhir masa remaja mereka.

Makalah yang diterbitkan di Journal of Youth and Adolescence itu juga menemukan bahwa intimidasi saudara kandung pada masa remaja awal, terlepas dari apakah individu tersebut adalah korban, pelaku, atau keduanya, memiliki efek jangka panjang pada kesehatan mental positif dan negatif pada masa remaja akhir.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa masa remaja adalah periode yang sangat rentan terhadap penurunan kesehatan mental. Dan hubungan saudara yang bermasalah dapat menjadi faktor kunci dalam perkembangan kesulitan kesehatan mental selama masa remaja.

“Meskipun intimidasi saudara kandung sebelumnya telah dikaitkan dengan hasil kesehatan mental yang buruk, tidak diketahui apakah ada hubungan antara persistensi intimidasi saudara kandung dan tingkat keparahannya. hasil kesehatan mental, dalam jangka panjang,” ujar penulis utama, Dr. Umar Toseeb dari Departemen Pendidikan Universitas York.

Dia menambahkan, dalam studi ini mereka secara komprehensif menyelidiki seluruh rangkaian hasil kesehatan mental, yang mencakup ukuran kesehatan mental positif (misalnya kesejahteraan dan harga diri) dan negatif (misalnya gejala tekanan psikologis).

"Catatan khusus adalah temuan bahwa bahkan mereka yang menindas saudara kandung mereka, tetapi tidak diganggu sendiri (yaitu para pengganggu) memiliki hasil kesehatan mental yang lebih buruk bertahun-tahun kemudian," lanjut Dr. Toseeb.

Makalah itu pun menyarankan untuk melakukan pencegahan dan intervensi klinis yang bertujuan untuk mengurangi kesulitan kesehatan mental. Selain itu, mempromosikan kesehatan mental yang positif selama masa remaja akhir kemungkinan besar akan bermanfaat mengurangi intimidasi saudara kandung pada masa remaja awal.

Untuk mendapatkan hasil ini, para peneliti menggunakan data dari Millennium Cohort Study yang berbasis di Inggris. Studi ini didirikan pada awal 2000-an untuk menyelidiki kehidupan anak-anak di abad baru.

Orang-orang muda menyelesaikan kuesioner tentang intimidasi saudara kandung pada usia 11 dan 14 tahun. Kemudian mereka mendapat kuesioner lebih lanjut tentang kesehatan mental dan kesejahteraan ketika berusia 17 tahun. Sedangkan orang tua mengisi kuesioner tentang kesulitan kesehatan mental anak mereka ketika mereka berusia 11, 14, dan 17 tahun.(*)

Related Articles
Entertainment
Jesy Nelson Ungkap Gimana Hubungannya dengan Little Mix setelah Keluar Grup

Entertainment
Jesy Nelson Ungkap Satu Momen yang Bikin Ia Tahu Harus Keluar dari Little Mix

Entertainment
Olivia Rodrigo Gak Mau Lagi Baca Komentar Orang Lain: “Itu Bukan Dunia Nyata”