Current Issues

Donald Trump Gugat Twitter Agar Aktifkan Kembali Akunnya

Jingga Irawan

Posted on October 3rd 2021

Credit: Fox News

Pantang menyerah. Mantan Presiden Donald Trump rupanya masih memperjuangkan akun-akunnya yang diblokir raksasa media sosial. Melansir The Verge, Minggu (3/10), Trump mengajukan gugatan di Florida. Dia meminta Twitter mengembalikan akunnya.

Trump beralasan bahwa larangan platform tersebut melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS dan Undang-Undang media sosial baru Florida.

Trump berpendapat bahwa Twitter dipaksa oleh anggota Kongres Amerika Serikat menyensor dirinya. "Twitter memiliki kekuasaan dan kontrol atas wacana politik di negara ini. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, dan sangat berbahaya untuk demokrasi,” begitu sebagian bunyi aduan tersebut.

Mantan presiden berusia 70 tahun itu sering menggunakan akun @RealDonaldTrump untuk mengumumkan kebijakan dan keputusan pribadi, mengkritik musuh politik, dan menyebarkan informasi yang salah tentang hasil pemilu.

Namun, dalam gugatannya, Trump berpendapat bahwa akun Twitter-nya telah menjadi sumber berita dan informasi penting tentang urusan pemerintah.

Keluhan Trump juga menyebut undang-undang media sosial baru Florida. Aturan dalam UU melarang perusahaan media sosial secara sadar memblokir konten politisi atau disebut deplatforming, dan mengharuskan platform untuk menerapkan sensor dan standar yang pas.

Trump berpendapat bahwa Twitter belum menegakkan standarnya secara konsisten. Gubernur Ron DeSantis menandatangani UU tersebut pada Mei, tetapi seorang hakim federal memblokirnya pada Juli sebelum undang-undang tersebut berlaku. Tak lama, Ron DeSantis mengajukan banding atas keputusan itu.

Twitter secara permanen melarang @RealDonaldTrump pada Januari 2021, dua hari setelah kerusuhan 6 Januari mematikan di gedung Capitol oleh pendukung pro-Trump yang berusaha mencegah kemenangan Joe Biden dalam Pemilu Presiden 2020.

Twitter pada awalnya menjatuhkan sanksi larangan 12 jam pada akunnya. Setelah postingan tweet bahwa pemilu dicurangi berulang kali, platform tersebut menaikkan larangannya menjadi permanen dua hari kemudian. Perusahaan media sosial lainnya, termasuk Facebook, Snapchat dan YouTube, juga memblokirnya setelah kerusuhan 6 Januari.

Pada saat diblokir, Trump memiliki 88 juta pengikut. Twitter juga pernah menyensor Trump selama masa kepresidenannya, dengan melabeli beberapa tweet-nya sebagai informasi menyesatkan, yang menurut platform itu melanggar aturannya.(*)

 

Related Articles
Current Issues
Donald Trump Beri Selamat Kepada Nigeria Karena Berani Blokir Twitter

Current Issues
Belum Satu Bulan Diluncurkan, Blog Donald Trump Ditutup

Current Issues
Di Florida, Platform Media Sosial Tak Bisa Asal Blokir Konten Politisi