Tech

Walikota Miami Ambisi Kalahkan Silicon Valley dan Jadi Crypto-Friendly

Jingga Irawan

Posted on October 3rd 2021

Credit: Forbes

Silicon Valley dan San Francisco adalah episentrum revolusi teknologi yang mengubah dunia. Dua wilayah itu dianggap sebagai tempat menapaki karier di bidang teknologi. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya pebisnis licik, harga sewa rumah di California selangit, pajak terus meningkat dan kejahatan merajalela. Ketika biaya meningkat dan peraturan semakin sulit, kualitas hidup akhirnya semakin memburuk.

Gelombang pertama orang dan perusahaan terkenal yang meninggalkan California adalah Elon Musk. CEO Tesla itu dikabarkan makin lelah melawan politik kecil dan rintangan peraturan yang menindas. Elon akhirnya menyerah dan memboyong perusahaannya ke Texas.

Di sisi lain, Hewlett-Packard (HP) juga bakal memindahkan kantor pusatnya dari San Jose, California ke Houston. Secara kebetulan, Drew Houston, CEO Dropbox, mengatakan bahwa perusahaannya pindah ke Austin. Oracle, yang dipimpin oleh miliarder Larry Ellison, memindahkan kantor pusatnya ke Austin karena tarif pajak California yang tinggi dan biaya hidup yang selangit.

Setelah beberapa saat, Miami mulai menarik perhatian para migran teknologi California. Kapitalis ventura Delian Asparouhov mungkin adalah seseorang yang tak sengaja memulai gerakan relokasi dari Silicon Valley ke Miami. Semuanya bermula dari sebuah tweet Delian. Ia menulis "Ok, dengarkan aku, bagaimana jika kita memindahkan Silicon Valley ke Miami?”

Melihat peluang yang ada, Walikota Miami dari Partai Republik, Francis Suarez menjawab tweet tersebut dengan menulis, “Bagaimana aku bisa membantu?”

Sejak tweet itu, Suarez telah secara aktif mendekati eksekutif teknologi papan atas. Dia telah berkomunikasi dengan Elon Musk, CEO Twitter Jack Dorsey, mantan CEO Google Eric Schmidt hingga Peter Thiel. Suarez mengiming-imingi pajak rendah dan pemandangan matahari cerah, sebagaimana yang kita semua kenal dari Florida.

Gamber: Francis Suarez/NY Magz

Suarez mengklaim bahwa Miami akan menawarkan lingkungan yang ramah bisnis terhadap kebutuhan perusahaan teknologi. Ia berjanji untuk mempekerjakan petugas teknologi kelas pertama di kota itu demi memberikan layanan ekslusif kepada perusahaan yang berbasis di Miami.

Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi untuk menunjukkan bahwa pemerintah kota ingin membantu perusahaan, saat Silicon Valley dan San Fransisco menunjukkan sebaliknya.

Selama Pandemi Covid-19 melanda, banyak investor teknologi masuk, penambang cryptocurrency, media baru, hingga start-up. Antara lain Blockchain.com, House of Wise, Novo, Openstore hingga Red 6. Miami juga kedatangan Microsoft yang membuka kantornya baru-baru ini. Apple dan CBS juga dikabarkan sedang mencari ruang untuk membuka kantor di Miami.

Di antara salah satu dari banyak hal yang mempengaruhi misinya adalah bitcoin. Walikota Miami mengakui bahwa dia selalu terpesona dengan ide bitcoin. Di sisi lain, Ia juga menyadari semakin populernya bitcoin di antara orang Amerika. Sehingga, ia bercita-cita menjadikan kota yang dipimpinnya itu ramah cryptocurrency.

Awal tahun ini, ada tiga hal yang menjadi fokusnya. Pertama, Miami mempertimbangkan untuk memberi karyawan kota kesempatan mendapatkan gaji dalam bitcoin. Kedua, Biaya dan pajak lokal dapat dibayar dalam bitcoin atau mata uang crypto lainnya. Ketiga, kota mungkin menempatkan sebagian modal investasinya ke dalam bitcoin.

Miami akan menjadi yang pertama dalam pengambilan langkah ini, untuk kota-kota besar di Amerika Serikat, bahkan mungkin di dunia.

Dalam enam bulan terakhir misi untuk menjadikan kota sebagai ramah crypto mulai terlihat. Konferensi bitcoin terbesar di lakukan di Miami. Selain itu, mata uang MiamiCoin juga debut hingga menghasilkan jutaan pemasukan untuk kas kota. Suarez juga menerima kontribusi kampanye dalam bitcoin. Ia kemungkinan mencalonkan diri untuk pemilihan kembali dalam November ini. Pencalonannya sendiri didukung tokoh-tokoh Silicon Valley.

Yang terbaru, walikota berusia 43 tahun itu mengatakan dia secara aktif mencoba memberikan penambang crypto peluang di Florida, dengan menggunakan energi bersih, seperti nuklir, surya hingga pembangkit listrik tenaga air. Menggunakan energi bersih mungkin dapat diterima oleh investor dengan kepedulian yang tinggi terhadap dampak lingkungan dari industri padat energi.

Meskipun crypto adalah yang paling sering digaungkan, Suarez mengakui bahwa ekosistem teknologi yang kuat membutuhkan universitas yang menonjol. Untuk mengatasi kekurangan ini, Suarez juga dalam tahap awal untuk bekerja sama membangun kampus satelit di Miami bersama Randy Avent. Dan semua hal yang dilakukan ini demi melengkapi keinginannya menjadi pesaing Silicon Valley dan San Fransisco.

“Tidak peduli seberapa bagus MIT dan Harvard,” kata Suarez kepada Avent, “apa itu sekolah DeFi atau sekolah kripto? Apa itu sekolah blockchain? Saya pikir ada peluang besar di sana, dan ini adalah peluang yang saya tidak tahu telah sangat sering terjadi dalam sejarah pendidikan. Jadi saya mungkin ingin menjajaki dengan anda kemungkinan anda membuat kampus satelit di sini di Miami.” (*)

 

Related Articles
Tech
Walmart Cari Ahli Cryptocurrency, Kode Bakal Terima Pembayaran Pakai Kripto?

Tech
Keren! Wali Kota Miami Ingin Bayar Gaji Pegawai dengan Bitcoin

Tech
Dilarang Pemerintah, Penambang Bitcoin Tiongkok Bakal Pindah ke Amerika Utara