Interest

Smartwatch untuk Deteksi Infeksi Virus Sebelum Gejala Muncul

Dwiwa

Posted on October 2nd 2021

Jam tangan pintar telah banyak digunakan untuk memantau tanda-tanda vital tubuh. Tetapi di masa depan, jam tangan pintar mungkin dapat memberi tahu jika kalian terkena virus dan seberapa parah kalian akan sakit – bahkan sebelum gejalanya muncul.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa wearable device alias perangkat yang dapat dipakai, seperti Fitbit atau Apple Watch, dapat mendeteksi pasien yang mengalami flu H1N1 dan yang terkena flu biasa.

“Salah satu tujuan kami adalah untuk dapat mendeteksi infeksi itu sebelum seseorang merasakan gejala, karena mereka mungkin menyebarkan patogen tanpa mengetahui bahwa mereka sakit," jelas Jessilyn Dunn, asisten profesor teknik biomedis di Duke University.

Dia menambahkan jika wristband dapat melakukan hal ini dengan membaca tanda-tanda biologis, termasuk detak jantung istirahat, variabilitas detak jantung dan suhu kulit.

"Perangkat mendeteksi penyakit dan menunjukkan tubuh kalian melawan sesuatu," kata Dunn. "Kami masih berusaha untuk meningkatkan perbedaan antara berbagai jenis infeksi."

Informasi ini akan membantu  pasien dengan cara mengingatkan mereka untuk menghubungi dokter. Pada akhirnya, itu dapat membantu dalam merencanakan cara terbaik untuk menggunakan sumber daya yang terbatas di saat krisis seperti pandemi virus corona.

"Salah satu alasan kami memikirkannya adalah untuk COVID-19. Jika kami benar-benar dapat memprediksi siapa yang akan sakit, kapan, dan seberapa sakit orang itu dan sumber perawatan seperti apa yang mereka butuhkan, kita sebenarnya bisa melakukan triase dan alokasi sumber daya yang lebih cerdas. Jadi ini memberi kita semacam lensa ke masa depan," katanya.

Dunn meramalkan masa depan di mana semua orang memakai jam tangan pintar. Dia menjelaskan jika pada masa itu, ini akan menjadi sistem pemantauan pasif, dan itu akan memberikan gambaran tentang siapa yang mungkin sakit dan seberapa buruk sakit itu berkembang.

Penelitian yang dipublikasikan secara online pada 29 September di JAMA Network Open ini dilakukan dengan memberi 31 sukarelawan satu dosis nasal dari flu H1N1 dan 18 virus flu biasa. Peserta memakai gelang sensor selama empat hari sebelum dan lima hari setelah inokulasi.

Dengan hanya menggunakan data dari wearable device, para peneliti dapat membedakan antara mereka yang terinfeksi dan yang tidak terinfeksi dengan akurasi hingga 92% untuk H1N1 dan 88% untuk virus flu. Data juga dapat membedakan antara infeksi ringan dan sedang sehari sebelum gejala dimulai dengan akurasi 90% untuk H1N1 dan 89% untuk virus flu.

Pakar penyakit menular Dr. Marc Siegel, seorang profesor kedokteran klinis di NYU Langone Medical Center di New York City, mengatakan ini mungkin kemajuan. Tapi itu akan membutuhkan lebih banyak pengembangan dan pengujian di sejumlah besar orang sebelum siap untuk penggunaan umum.

"Ini mungkin bukan cara untuk mendiagnosis COVID atau flu, tetapi ini adalah cara untuk memantau perubahan metabolisme untuk menunjukkan bahwa Anda terkena virus," katanya. "Jika Anda memikirkannya, itu tidak jauh berbeda dari apa yang kami lakukan ketika kami mengukur suhu dan detak jantung, dan kami memiliki monitor itu sekarang." (*)

Related Articles
Tech
Smartphone Masa Depan Mungkin Dilengkapi Dengan Pendeteksi Virus Bawaan

Interest
Seniman Belgia Ciptakan “Oasis Portabel”, Gelembung Bebas Covid untuk Individu

Current Issues
Tiongkok Kerahkan Robot dan Drone Canggih demi Lawan Coronavirus