Tech

El Salvador Tambang Bitcoin Pakai Energi Panas dari Gunung Berapi

Jingga Irawan

Posted on October 2nd 2021

Credit: CNBC

Beberapa minggu yang lalu, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang mendeklarasikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah. Negara di Amerika Tengah itu sampai rela gelontorkan USD 225 juta demi mendukung penggunaan cryptocurrency.

El Salvador rupanya tak hanya ingin menjadikan Bitcoin alat pembayaran. Melansir Gizmodo, Sabtu (2/10), Presiden Nayib Bukele men-tweet bahwa perusahaan energi milik negara LaGeo SA de CV telah menjalankan operasi penambangan crypto dan menghasilkan total USD 269 berbentuk Bitcoin. Proses penambangan itu menggunakan tenaga panas bumi dari gunung berapi.

Tangkapan layar oleh Mainmain.id

Nayib menjelaskan bahwa pemerintah masih melakukan pengujian, tetapi proyek itu secara resmi beroperasi. Awal pekan ini, presiden juga menguggah video di Twitter tentang kontainer pengiriman bermerek pemerintah yang membawa peralatan penambang ASIC ke fasilitas energi untuk dipasang oleh teknisi LaGeo.

Seperti yang dicatat CNBC, menggunakan energi panas bumi untuk mendorong penciptaan mata uang crypto bukanlah hal baru, tetapi pengumuman itu muncul di tengah perhatian internasional mengenai jumlah listrik yang diperlukan untuk transaksi Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

“Ini hanya energi panas bumi,” kata penambang Bitcoin, Alejandro de la Torre, yang baru-baru ini pindah dari Tiongkok ke Texas. “Islandia telah melakukannya sejak awal penambangan Bitcoin.”

Menurut The New York Times, Bitcoin diperkirakan mengkonsumsi 91 terawatt-jam listrik setiap tahun, yang jumlahnya setengah persen dari total pembangkit listrik dunia. Sementara itu, El Salvador secara harfiah dijuluki "tanah gunung berapi," dan energi panas bumi menyumbang hampir seperempat dari produksi energi domestiknya. Sehingga, langkah ini dilakukan untuk memperkuat citra ramah lingkungan.

Pemerintah El Salvador telah membuat dompet Bitcoin sendiri yang disebut Chivo dan tersedia untuk semua warga negara dengan kartu ID nasional untuk mendaftar, di mana mereka akan menerima Bitcoin senilai 30 dolar. Jumlah tersebut cukup besar, mengingat pendapatan kotor nasional per kapita di El Salvador diperkirakan sekitar USD 3.600 pada tahun 2020.

Namun, banyak orang El Salvador sangat skeptis bahwa beralih ke Bitcoin sebenarnya adalah keputusan yang bijaksana, karena ekonomi negara akan dipatok dengan harga cryptocurrency fluktuatif dan dapat membuatnya rentan terhadap spekulasi di pasar dunia.

CNBC sebelumnya melaporkan bahwa jajak pendapat Central American University menunjukkan 70 persen responden di negara tersebut tak mendukung keputusan pembayaran sah untuk Bitcoin. Banyak dari mereka kurang kepercayaan pada Bitcoin  atau mengatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang terbatas untuk menggunakannya.(*)

Related Articles
Tech
Dilarang Pemerintah, Penambang Bitcoin Tiongkok Bakal Pindah ke Amerika Utara

Tech
Mulai 7 September 2021, Bitcoin Jadi Alat Pembayaran Sah di El Salvador

Tech
Elon Musk dan 'Penambang' Bitcoin Berkomitmen Atasi Masalah Kripto