Entertainment

Seru & Tragis, Ini Penjelasan Ending ‘No Time to Die’

AWAS! Artikel Ini Mengandung Spoiler.

Jingga Irawan

Posted on October 1st 2021

Gambar: Daniel Craig berperan sebagai James Bond

Meskipun sad ending, No Time To Die adalah perpisahan yang pas untuk masa jabatan Daniel Craig sebagai 007. Film yang digarap oleh Cary Joji Fukunaga itu membawa kembali masa kejayaan era James Bond dengan plot cerita eksplosif yang dilengkapi berbagai karakter badass.

No Time to Die kembali mengikuti perjalanan James Bond menikmati kehidupan yang tenang di Jamaika setelah pensiun. Namun, ketenangannya itu hanya sesaat karena teman lama CIA-nya, Felix Leiter, muncul dan meminta bantuan. Dan misinya kali ini adalah menyelamatkan seorang ilmuwan yang diculik dan mengantarkan Bond pada penjahat misterius bersenjata teknologi canggih.

Karena penceritaannya yang padat, beberapa dari kalian mungkin belum paham secara keseluruhan makna setiap momen besar dan masih mencari jawaban berbagai adegan ending yang misterius dari film tersebut. Berikut penjelasan ending No Time to Die yang dirangkum Mainmain:

James Bond Tewas di Akhir No Time To Die

Pada akhirnya, Bond memilih untuk mati, menyerahkan hidupnya di saat-saat terakhir No Time To Die untuk mencegah rencana Safin meletakkan senjata biologis yang kuat di tangan orang-orang yang akan menggunakannya untuk melawan populasi dunia. Wait... what? James Bond mati?

Yes, untuk pertama kalinya dalam 59 tahun sejarah sinematik karakter (dan 68 tahun sastra), 007 terbunuh. Judul filmnya jelas membohongi kita semua. Tapi mata-mata legendaris itu juga tampak berdamai dengan nasibnya. Dia terluka parah oleh Safin dan serangan misil itu menyapu bersih pulau tempat pertarungan terakhirnya.

Penjelasan Rencana Penjahat Safin di No Time To Die

Bioterrorist Lyutsifer Safin (Rami Malek) menyeret mantan kekasih Bond Madeleine Swann (Lea Seydoux) dan putrinya Mathilde ke sarang penjahat klasik di pangkalan pulau lama Perang Dunia II antara Jepang dan Rusia. Sebelumnya, Madeleine bersikeras bahwa Mathilde bukan anak Bond, tetapi mata biru yang mencolok menunjukkan sebaliknya.

Ayah Madeleine, Mr. White, membunuh keluarga Safin atas nama kelompok teroris Spectre ketika Safin masih kecil, jadi dia membunuh ibu Madeleine untuk membalas Mr. White. Madeleine terjebak di bawah es saat dia mencoba melarikan diri dari serangan ini, tetapi Safin menyelamatkannya dan menjadi terobsesi seperti orang aneh.

Safin menyuruhnya untuk ikut dalam rencana memusnahkan Spectre dengan Heracles, senjata biologis berbasis DNA yang berisi nanobot dan menargetkan orang-orang tertentu.

Bond tanpa disadari menyelesaikan misinya untuk membunuh bos Spectre tawanan Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz), sebagai bagian dari balas dendam Safin. Tapi ada lagi, dari markasnya, Safin bermaksud meluncurkan Heracles secara global, menginfeksi jutaan.

Bond dan sesama agen 00, Nomi (Lashana Lynch), menyusup ke pulau dan tampaknya berhasil membuka pintu silo untuk serangan rudal yang diperintahkan oleh M (Ralph Fiennes) dan menghapus basis Safin. Nomi melarikan diri dengan Madeleine dan Mathilde, sementara Bond bertahan untuk memastikan pangkalan itu dihancurkan.

Mengapa Madeleine Tak Memberitahu Bond tentang Anaknya?

Madeleine dua kali menolak memberi tahu James Bond bahwa dia memiliki seorang putri. Pertama, ketika pasangan itu putus di Italia, Mad menjalani lima tahun tanpa menjelaskan bahwa mereka memiliki anak. Bagian ini memang agak masuk akal, karena ketika Bond  keluar, MI6 menganggap dia sudah mati, sehingga ada kemungkinan Madeleine percaya hal yang sama.

Yang lebih memprihatinkan adalah fakta bahwa ketika Bond bertemu Mathilde, Madeleine dengan tegas mengatakan bahwa dia bukan putrinya, meskipun mata birunya mencolok tajam. Bisa jadi, hal itu menjadi pembalasan atas Bond yang meninggalkannya dan percaya bahwa dia bisa mengkhianatinya.

Arti Judul Sebenarnya dari No Time To Die

Awal dari No Time To Die melihat Bond dalam masa pensiun, patah hati sekali lagi, dan tampaknya senang menjalankan kehidupannya di Jamaika, tetapi kemudian dia terseret kembali. Judulnya adalah pengingat tragis, seperti Felix Leiter, yang meninggal dengan sedih, dia tak akan pernah dibiarkan mati dengan damai dengan caranya sendiri.

Apa yang Terjadi Setelah Kematian Bond?

Seperti peringatan Tony Stark di akhir Avengers: Endgame, pemakaman Bond adalah peristiwa yang emosional tetapi mencolok, tapi itu bukan benar-benar sebuah akhir. Nomi kembali ke markas MI6 di London dan M mengumpulkan dia, Moneypenny, Tanner dan Q (Naomie Harris, Rory Kinnear dan Ben Whishaw) dalam perayaan emosional untuk mendiang rekan mereka di mana M membaca kutipan dari penulis Jack London.

"Baiklah, kembali bekerja," kata M. Karena kemungkinan ada penjahat super lain yang harus dihentikan.

Saat-saat terakhir film membawa penonton ke kota Matera di lereng gunung Italia yang spektakuler, tempat pertemuan Madeline dan James Bond di awal film. Kali ini, dia mengemudi dengan anaknya.

"Mathilde, aku akan menceritakan sebuah kisah tentang seorang pria," kata Madeline. "Namanya Bond, James Bond."

Apa Arti Kutipan M untuk Pemakaman Bond?

Ketika kru MI6 bertemu untuk memperingati kehidupan Bond secara singkat, M membacakan kutipan dari penulis Jack London, "Fungsi manusia yang tepat adalah untuk hidup, bukan untuk eksis. Aku tak akan menyia-nyiakan hari-hariku untuk mencoba memperpanjangnya. Aku akan menggunakan waktuku."

Ini adalah pandangan yang sangat puitis tentang kehidupan dan sisa kutipan ini bisa dibilang lebih berkaitan dengan nasib James Bond.(*)

 

Related Articles
Entertainment
Ana de Armas Klaim Karakternya di ‘No Time to Die’ Badass Banget

Entertainment
Daniel Craig Say Goodbye Jadi James Bond di Premier ‘No Time to Die’

Entertainment
Daniel Craig Akhirnya Dapat Bintang Hollywood Walk of Fame