Tech

Google Desain Ulang ‘Search’, Gunakan Teknologi AI dan Fitur Baru

Jingga Irawan

Posted on September 30th 2021

Credit: Getty Images

Google bakal memanfaatkan kemajuan artificial intelligence (AI), termasuk teknologi baru yang disebut Multitask Unified Model (MUM) untuk meningkatkan Google Search.

Dalam event perusahaan, Search On, perusahaan mendemonstrasikan fitur-fitur baru. Termasuk pemanfaatan MUM untuk menghubungkan pengguna ke konten yang mereka cari lebih baik, sekaligus membuat pencarian web bakal lebih tepat sasaran.

Salah satu fitur yang diluncurkan adalah “Things to know.” Fitur ini bakal memudahkan orang-orang memahami topik baru yang mereka cari. Kemudian memahami bagaimana orang biasanya menjelajahi berbagai topik dan menunjukkan kepada pengguna aspek lain dari topik yang paling mungkin dilihat orang pertama kali.

Misalnya, kalau kalian mencari "lukisan akrilik,” Google akan menyarankan hal yang perlu diketahui seperti cara memulai melukis, step by step melukis, gaya lukisan akrilik yang berbeda, tips tentang lukisan akrilik, cara membersihkan cat akrilik, dan masih banyak lagi. Dalam contoh ini, Google dapat mengidentifikasi lebih dari 350 topik berbeda terkait dengan lukisan akrilik.

Fitur ini rencananya dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Akan tetapi, Google mengklaim bahwa fiturnya akan terus dikembangkan memakai MUM. Nanti, fitur dapat membantu pengguna untuk membuka wawasan dan pilihan lainnya tentang topik di luar apa yang mereka pikirkan. Misalnya mencari “cara membuat akrilik lukisan dengan barang-barang rumah tangga.”

Perusahaan juga mengembangkan cara baru untuk membantu pengguna web menyaring dan memperluas pencarian mereka tanpa harus memulai dari awal dengan hasil pencarian baru.

Melanjutkan contoh lukisan akrilik, Google dapat menawarkan pengguna informasi tentang teknik melukis tertentu, seperti membuat efek genangan air, atau kelas seni yang dapat pengguna ikuti. Pengguna juga dapat memperbesar salah satu topik lain tersebut untuk melihat laman hasil penelusuran dan ide yang kaya secara visual dari seluruh web, termasuk artikel, gambar, video, dan lainnya.

Google juga mengatakan halaman dapat berguna untuk pencarian inspirasi seperti "ide dekorasi Halloween" atau "ide taman vertikal dalam ruangan" atau ide lain untuk dicoba.

Google juga meningkatkan pencarian video. Perusahaan menggunakan AI untuk mengidentifikasi momen-momen penting di dalam video. Sekarang, teknologi itu berkembang lebih jauh dengan peluncuran fitur yang akan mengidentifikasi topik dalam video. Kemudian memberikan tautan yang memungkinkan pengguna untuk menggali lebih dalam dan mempelajari lebih lanjut.

Artinya, saat kalian menonton video YouTube, MUM akan digunakan untuk memahami tentang apa video tersebut dan memberikan saran. Sebagai contoh, video tentang Macaroni Penguin dapat mengarahkan pengguna ke berbagai video terkait, seperti video yang membahas tentang cara Macaroni Penguin menemukan anggota keluarga mereka dan mengincar pemangsa. MUM dapat mengidentifikasi istilah-istilah itu untuk ditelusuri, meskipun tak disebutkan secara eksplisit dalam video.

Fitur ini akan diluncurkan dalam versi awal di Penelusuran YouTube dalam beberapa minggu ke depan, dan akan diperbarui untuk menyertakan lebih banyak peningkatan visual dalam beberapa bulan mendatang.

Perubahan ini dapat mendorong peningkatan penelusuran ke Google, dengan memanfaatkan jangkauan YouTube yang cukup besar. Menurut penelitian, Gen Z mencari konten online secara berbeda dari generasi yang lebih tua. Mereka cenderung menggunakan banyak saluran media sosial, memiliki pola pikir mobile-first dan terlibat dengan konten video.

Sebuah studi berjudul Think with Google, menemukan bahwa 85 persen Gen Z bakal menggunakan YouTube untuk menemukan konten dan 80 persen mengatakan video YouTube telah berhasil mengajari mereka sesuatu. Data lain menunjukkan bahwa Gen Z lebih suka belajar tentang ide dan produk baru melalui video juga, bukan teks, iklan, atau format konten lainnya.(*)

Related Articles
Tech
Google Pixel Bisa Rekam & Upload Video Otomatis dalam Keadaan Darurat

Tech
Google Izinkan Orang Tua Hapus Foto Anak dari Hasil Penelusuran Gambar

Tech
Twitter Kenalkan Fitur Pelaporan Baru Terkait Misinformasi Covid-19 dan Pemilu