Tech

Kanal Andalan Negara Dihapus, Rusia Ancam Blokir YouTube

Jingga Irawan

Posted on September 30th 2021

Credit: Getty Images

YouTube tampaknya kini punya musuh baru. Melansir Reuters, Kamis (30/9), Rusia mengancam bakal memblokir YouTube setelah platform video milik Google itu menghapus kanal berbahasa Jerman yang di-support negara Rusia dari situsnya.

Sebelumnya, YouTube mengklaim menghapus kanal berbahasa Jerman milik negara Rusia, RT, Selasa (28/9). Alasannya, kanal tersebut telah melanggar kebijakan misinformasi Covid-19.

YouTube saat ini sedang gencar melawan kesalahan informasi Covid-19. Setelah kabar itu, YouTube mengaku akan memblokir semua konten anti-vaksin, terutama konten yang menuduh vaksin dapat menyebabkan efek kesehatan kronis atau mengandung informasi yang salah tentang zat dalam vaksin.

Perselisihan tersebut menciptakan ketegangan baru antara negara dengan raksasa teknologi asing. Regulator komunikasi negara Rusia, Roskomnadzor, mengatakan telah melayangkan surat ke Google dan menuntut agar pembatasan YouTube pada saluran RT dicabut. Rusia mengancam bakal membatasi sebagian atau seluruhnya akses ke YouTube jika gagal mematuhi perintah.

Juru bicara negara, Dmitry Peskov, mengatakan kalau Rusia dapat memberlakukan tindakan untuk memaksa YouTube mematuhi undang-undangnya. Sebab dia merasa undang-undang tersebut telah dilanggar dalam kasus ini.

"Tentunya tak ada toleransi untuk pelanggaran hukum semacam ini," katanya.

Ketegangan juga meningkat antara Jerman dan Rusia. Berlin membantah tuduhan kementerian luar negeri Rusia bahwa keputusan YouTube telah dibuat dengan dukungan yang jelas dan dilakukan secara diam-diam dari otoritas Jerman serta media lokal. Lebih jauh, kementerian luar negeri Rusia menyusun proposal untuk mengambil tindakan pembalasan terhadap YouTube dan media Jerman.

"Ini adalah keputusan oleh YouTube, berdasarkan aturan yang dibuat oleh YouTube. Ini bukan tindakan (yang diambil oleh) pemerintah Jerman atau organisasi resmi lainnya," kata juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert.

Rusia telah meningkatkan tekanan pada perusahaan teknologi asing pada tahun lalu, mendenda perusahaan media sosial karena gagal menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Rusia dan hukuman memperlambat kecepatan Twitter.(*)

Related Articles
Tech
YouTube Hapus 1 Juta Video Mengandung Informasi Salah tentang Covid-19

Tech
Kini Nonton YouTube Bisa Lewati Chapter dengan Ketuk Dua Jari

Tech
Nigeria Bakal Cabut Pemblokiran Twitter Sebelum Akhir Tahun