Tech

Ikut Aturan Pemerintah Tiongkok, Alibaba Stop Jual Alat Penambang Crypto

Jingga Irawan

Posted on September 29th 2021

Credit: Gizmodo

Raksasa ritel online terbesar di Tiongkok, Alibaba, bakal berhenti menjual mesin penambangan cryptocurrency. Menurut Gizmodo, Rabu (29/9), kebijakan itu muncul setelah pemerintah Tiongkok membuat pengumuman pekan lalu. Isinya melarang semua jenis perdagangan cryptocurrency di negara itu.

Larangan tersebut tak hanya terbatas pada penjualan mesin penambangan crypto, tetapi juga mencakup aspek kripto lainnya, termasuk mata uang itu sendiri, serta tutorial apa pun.

Menurut pengumuman perusahaan, Alibaba.com akan melarang penjualan alat penambang crypto, baik software dan hardware, selain larangan menjual mata uang seperti Bitcoin, Litecoin, BeaoCoin, QuarkCoin, dan Ethereum. Bahkan, tutorial, strategi, dan software untuk mendapatkan mata uang virtual juga dilarang.

Perusahaan yang juga memiliki anak perusahaan di seluruh Asia itu, termasuk Aliexpress dan Lazada, akan menerapkan larangan tersebut mulai 8 Oktober. Meskipun penjual pihak ketiga tak akan menghadapi konsekuensi serius karena melanggar aturan hingga 15 Oktober.

Tiongkok telah menindak keras cryptocurrency baru-baru ini, karena semakin banyak bukti menumpuk tentang dampak buruk yang ditimbulkan bagi lingkungan. Walaupun begitu, fans Bitcoin masih ngotot bahwa cryptocurrency tak memiliki efek besar terhadap lingkungan.

Beberapa penambang memang mulai memikirkan dampak lingkungan dan telah mulai menemukan cara yang tak konvensional untuk membuat teknologi lebih hijau, termasuk rencana baru-baru ini untuk menggunakan industri energi nuklir.

Pemerintah Tiongkok memang tak menyukai cryptocurrency dan telah berulang kali melarang melarang transaksi crypto. Tapi semua berubah pekan lalu, saat larangan total Tiongkok terhadap crypto meningkat. Ini membuat sangat sulit bagi penggemar crypto untuk beroperasi di negara itu meski dalam level kecil.(*)

 

Related Articles
Tech
Dilarang Pemerintah, Penambang Bitcoin Tiongkok Bakal Pindah ke Amerika Utara

Tech
Bos Twitter Jack Dorsey Mengaku sedang Mencoba Menambang Bitcoin

Current Issues
Mayoritas Warga El Salvador Tak Setuju Pakai Bitcoin