Current Issues

Sekolah di Hong Kong Sudah Full Day, Kalian Nggak Mau Juga?

Jingga Irawan

Posted on September 27th 2021

“Aku nggak seberapa takut sama vaksin atau efek samping apa pun. Sakit karena virus corona rasanya lebih mengerikan daripada vaksin,” begitu lah kata Billy Tsang, salah satu murid kelas tiga dari sebuah sekolah di Tuen Mun Hong Kong kepada South China Morning Post

Berkat orang-orang seperti Billy, lebih dari 400 siswa di distrik Tuen Mun Hong Kong akhirnya bisa melaksanakan kelas tatap muka sehari penuh, setelah menjadi sekolah pertama di kota itu yang berhasil memenuhi target vaksinasi untuk siswa dan guru.

Sekolah Ho Ngai College di Tuen Mun menyambut kembali semua siswanya untuk menghadiri kelas dari jam 8.30 pagi sampai 4.10 sore. Para siswa mengaku sangat antusias mendengar kabar tersebut. Selain pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler seperti latihan bola basket dan pertemuan pramuka juga diperbolehkan dilakukan sepulang sekolah lho, gengs. Gimana, kalian nggak mau juga?

Untuk mewujudkan agar bisa tatap muka sehari penuh, lebih dari 70 persen siswa membutuhkan setidaknya satu dosis vaksin, sementara persentase guru dan staf yang sama harus divaksinasi penuh. Akhirnya, Senin (27/9), 74 persen dari seluruh siswa memenuhi persyaratan itu, sementara 85 persen dari staff sekolah telah menerima dua suntikan.

Sama seperti di Indonesia, pemimpin sekolah tersebut, Jackson Cheung Kin-sun, mengatakan guru dan siswa sama-sama menantikan untuk kembali melakukan sekolah tatap muka setelah lebih dari 20 bulan kelas ditunda dan pembelajaran online dilakukan.

“Kami melakukan banyak persiapan sebelum mencapai target vaksinasi ini,” kata Jackson. “Sejak Juni, ketika pemerintah mulai mengizinkan anak-anak untuk mendaftar slot vaksinasi, kami telah mendorong orang tua dan siswa untuk mulai mendapatkan vaksinasi sehingga kami dapat memiliki kelas sehari penuh.”

Menurut pedoman pemerintah terbaru, warga Hong Kong yang berusia 12 hingga 17 tahun hanya membutuhkan satu dosis vaksin buatan BioNTech, keputusan itu dibuat untuk membantu mengurangi risiko efek samping tertentu. Sedangkan, usia minimum untuk Sinovac tetap 18.

Jackson mengatakan siswa yang lebih muda yang telah menerima satu dosis vaksin akan memerlukan formulir persetujuan dari orang tua mereka sebelum memutuskan apakah akan mendapatkan suntikan kedua.

“Terserah orang tua untuk memutuskan apakah mereka membutuhkan suntikan kedua,” kata Jackson. “Itu tergantung, karena beberapa siswa mungkin membutuhkan suntikan kedua jika mereka memiliki rencana untuk belajar di luar negeri kedepannya.”

Nah, bagi kalian yang sudah nggak sabar untuk sekolah tatap muka, di Indonesia juga melakukan hal serupa lho. Banyak sekolah negeri dan beberapa sekolah swasta yang menyediakan vaksinasi untuk muridnya. Kalau kalian menjadi salah satu murid dari sekolah tersebut dan sudah memenuhi syarat untuk divaksin, manfaatkan slot vaksin dengan sebaik-baiknya ya.

Tapi perlu diingat juga, bagi kalian yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pastikan bahwa sirkulasi udara di sekolah kalian cukup bagus. Lebih penting lagi, setelah pembelajaran selesai, kalian langsung pulang ke rumah. Jangan mampir-mampir ke rumah teman atau menghadiri acara dengan banyak kerumunan.(*)

Foto: Pixabay

Related Articles
Current Issues
CDC: Guru Mungkin Berperan Penting Dalam Penularan Covid-19 di Sekolah

Current Issues
Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 100.000, Protokol Kesehatan Harus Lebih Dipatuhi

Current Issues
CDC: Vaksin Terbukti Melindungi dari Tingkat Keparahan Varian Delta