Lifestyle

4 Tanda Kalau Circle Pertemananmu Gak Suportif dan Harus Dihindari

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 26th 2021

(Foto: Pikisuperstar/Freepik)

Punya grup pertemanan rasanya jadi kebutuhan penting di tengah masa pandemi seperti sekarang. Entah buat tempat bekerja sama, saling cerita, atau bahkan bergosip, circle pertemanan ini sudah jadi hal yang seakan wajib kita miliki.

Sayangnya, nggak menutup kemungkinan bahwa kita masuk ke sebuah grup yang kurang suportif. Bukannya membawa perubahan positif buat diri kita, interaksi dengan grup tersebut malah bikin kita merasa rendah dan buruk. Nah, coba deh review kesehatan circle pertemananmu dengan beberapa poin di bawah ini.

Suka menyalahkan seseorang atau sesuatu

Dilansir dari Psychology Today, ketika kita cerita tentang kesulitan yang kita alami dan respons grup malah menyalahkan ke sesuatu yang gak bisa kita kontrol… kita nggak akan bisa berkembang di grup tersebut.

Misal kita cerita tentang pengalaman pahit yang kita alami dan bukannya memberi saran yang bisa kita lakukan, malah menyalahkan keluarga, lingkungan, sistem pendidikan, sistem kesehatan, kejadian masa lalu—intinya sesuatu yang gak bisa kita kendalikan tanpa menyarankan aksi konkret. Ini red flag pertama.

Bergosip tanpa batas

Membicarakan orang lain itu memang asyik. Namun, kalau circle-mu memang hobi bergosip dan agak kelewat batas membicarakan tentang seseorang—yakin mereka bisa menjaga cerita yang kamu bagikan? Apalagi kalau ada anggota grup yang membicarakan anggota grup lain dengan nada negatif. Duh, lebih baik stop~

Suka melabeli seseorang sebagai “unicorn

Kalau sebuah circle memandang masalah yang kita alami sebagai masalah one and only in the world dan kita satu-satunya orang yang merasakan hal tersebut, grup tersebut sedang menganggap kita sebagai “unicorn”. Makhluk ajaib yang gak biasa. Sayangnya, ini nggak sehat karena meyakinkan bahwa masalah yang kita alami itu gak bisa diselesaikan.

Memang sih ada kondisi yang sulit banget ditemukan solusinya. Namun, peran grup pertemanan adalah mendukung satu sama lain, bukan menghilangkan harapan seseorang.

Merasa terbebani

Dilansir dari Health, pertemanan yang toxic akan mendorong kita melakukan sesuatu yang kita merasa enggan untuk melakukannya. Perhatikan juga apakah kita bisa bebas mengungkapkan pendapat atau justru ditekan untuk menuruti “kesepakatan grup”.

Ingat-ingat juga apakah effort yang dilakukan dalam grup dilakukan secara seimbang atau hanya kita yang didorong terus memberi. Dalam sebuah grup, seharusnya semuanya berimbang dan adil.

Nah, itu dia sederet poin-poin untuk mengecek apakah circle-mu saat ini sehat atau enggak. Kalau lebih banyak negatifnya, lebih baik cari circle lain deh~

Artikel Terkait
Lifestyle
5 Tips Menghindari Drama Gak Penting dengan Orang Lain

Lifestyle
Patah Hati Ditinggal Teman Memang Jarang Dibahas, Tapi Kamu Wajar buat Sedih

Lifestyle
5 Cara Menghadapi Orang Toxic biar Kita Nggak Terbawa Emosi