Current Issues

Antisipasi Klaster Sekolah, Yuk Ingat Kembali Persiapan Saat PTM

Dwiwa

Posted on September 25th 2021

Dalam beberapa hari terakhir, klaster sekolah menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan. Pasalnya, berdasarkan data yang dipublikasikan Kemendikbud Ristek per 20 September 2021, tercatat ada 2,8 persen atau 1.296 dari 46.580 responden sekolah menjadi klaster Covid-19.

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek Jumeri mengatakan jika data 2,8 persen ini tidak hanya bersumber dari sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Angka ini merupakan jumlah sekolah yang keluarga sekolahnya pernah terpapar Covid-19. Data ini juga merupakan akumulasi dari Juli 2020 hingga September 2021.

Meskipun untuk data pasti jumlah klaster sekolah selama PTM tahun ajaran 2021/2022 belum diketahui, tetapi apa yang diungkapkan oleh Kemendikbud Ristek ini bisa menjadi pengingat penting bagi banyak pihak. Yakni bahwa sekolah bukan lingkungan yang aman untuk Covid-19 tapi bisa dibuat lebih aman dengan menerapkan sejumlah pencegahan secara tepat.

Nah, buat kalian yang sekolahnya sudah mulai menjalankan PTM, yuk ingat kembali apa saja yang harus dipersiapkan saat akan mengikuti pelajaran di kelas.

 

1. Vaksinasi

Buat para remaja yang berusia di atas 12 tahun, hal pertama yang perlu kalian lakukan sebelum mengikuti PTM adalah mendapatkan vaksinasi. Meskipun varian baru membuat banyak pihak khawatir, tetapi studi menunjukkan jika vaksin yang ada saat ini masih efektif melindungi dari Covid-19.

Tetapi sudah divaksin tidak berarti bisa bebas dari protokol kesehatan ya. Kalian tetap perlu menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

 

2. Memakai masker

Baik yang sudah divaksin atau belum, masker tetap menjadi salah satu senjata penting dalam mencegah penularan Covid-19 di manapun, tidak terkecuali sekolah. Studi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah menunjukkan jika sekolah yang mewajibkan seluruh warga sekolah bahkan pengunjung untuk memakai masker memiliki risiko lebih kecil terjadinya penyebaran virus.

Tetapi memakai masker ini juga tidak sembarangan loh. Ada aturan pakem yang harus dipatuhi agar penggunaan masker ini efektif dan dapat mencegah penyebaran. Masker ini harus menutupi wajah bagian hidung, mulut dan dagu secara pas, tidak boleh longgar.

Selain harus pas di wajah, jika menggunakan masker kain juga harus dari bahan berkualitas dengan setidaknya tiga lapis. Sejumlah ahli bahkan merekomendasikan penggunaan masker ganda, yakni masker medis yang dilapisi dengan masker kain, agar perlindungan dari virus SARS-Cov-2 lebih optimal. Ingat ya, masker ini harus terus dipakai selama di sekolah, kecuali saat makan atau minum.

 

3. Memastikan tangan selalu bersih

Selain masker, kebersihan tangan adalah hal penting lain yang tidak boleh diabaikan. Rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir adalah cara paling jitu untuk menyingkirkan kuman danvirus jahat dari tangan.

Tetapi kalian juga bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol sebagai ganti jika air dan sabun tidak ada. Mencuci tangan harus dilakukan setidaknya 20 detik atau sama dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Kalian perlu membersihkan tangan saat akan memakai dan melepas masker, saat akan makan, atau setelah menyentuh permukaan benda yang banyak disentuh orang. Ingat juga ya untuk tidak menyentuh bagian hidung, mata, dan mulut sebelum tangan benar-benar bersih.

 

4. Selalu jaga jarak dari orang lain

Saat bertemu dengan teman dekat, kita kadang sedikit lengah dan lupa untuk menjaga jarak. Tetapi jika kalian ingin terhindar dari tertular virus corona dan sekolah bisa tetap berjalan, memastikan untuk selalu menjaga jarak dengan orang-orang yang tidak tinggal satu rumah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para pakar kesehatan telah merekomendasikan untuk selalu menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang yang tidak tinggal serumah. Jadi ingat ya, meskipun kalian senang berjumpa dengan teman, tetapi protokol kesehatan jangan ditinggalkan ya.

 

5. Berangkat sekolah dengan kendaraan pribadi

Jika sekolah kalian jauh dari rumah, berangkat dengan diantar orang tua atau menggunakan kendaraan pribadi adalah pilihan yang paling aman. Dengan begitu kalian tidak harus bertemu dengan banyak orang di ruang tertutup seperti bus saat berangkat sekolah. Ini tentu menurunkan risiko terpapar Covid-19.

Tetapi jika satu-satunya cara untuk bisa berangkat ke sekolah adalah dengan kendaraan umum, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Selain memastikan kendaraan yang ditumpangi menerapkan protokol kesehatan dengan baik, kalian juga harus lebih ketat dalam menjaga diri.

Usahakan untuk tidak menyentuh permukaan benda yang disentuh banyak orang. Jika terpaksa harus menyentuh untuk berpegangan, segera bersihkan tangan dengan hand sanitizer atau dicuci dengan sabun di air mengalir setelahnya.

 

6. Jangan sekolah jika sakit

Karena gejala Covid-19 ini tidak spesifik, para ahli merekomendasikan agar jika merasa tidak enak badan sebaiknya anak diam di rumah dan tidak berangkat ke sekolah. Jadi, kalau kalian sedang batuk, pilek, flu, maupun gejala lain, hubungi sekolahan dan minta izin untuk tidak mengikuti pembelajaran dulu ya.

 

7. Jangan takut mengingatkan teman

Hal terakhir yang tidak boleh dilupakan adalah saling mengingatkan. Jika kalian melihat teman yang melanggar protokol kesehatan, entah itu pemakaian masker yang tidak benar atau tidak menjaga jarak, jangan segan untuk mengingatkan ya.

Sebab jika semua warga sekolah patuh dengan protokol kesehatan yang diberlakukan, maka kemungkinan adanya penularan di sekolah akan semakin kecil. Dengan begitu, kalian dapat terus menghadiri sekolah tatap muka dengan aman.

Related Articles
Current Issues
Pastikan 7 Hal Ini Saat Kalian Akan Kembali ke Sekolah

Current Issues
Kapan Kita Tak Perlu Pakai Masker Saat di Luar Rumah?

Current Issues
Lakukan Hal Ini Saat di Luar Ruangan Agar Tidak Terkena Varian Delta