Current Issues

Obat Harian untuk Mengobati Covid-19 Mungkin Akan Siap Beberapa Bulan Lagi

Dwiwa

Posted on September 25th 2021

Meski sudah hampir dua tahun pandemi Covid-19 mengacaukan dunia, tetapi pil yang secara khusus digunakan untuk mengatasi infeksi virus SARS-Cov-2 masih belum ditemukan. Tetapi tampaknya, obat antivirus untuk Covid-19 akan siap dalam beberapa bulan mendatang.

Dilansir dari NBC News, pil harian jangka pendek untuk mengobati Covid-19 kini tengah memasuki masa uji coba. Pil harian ini diharapkan bisa melawan virus lebih awal setelah diagnosis dan mungkin mencegah gejala berkembang setelah terpapar.

“Antivirus oral berpotensi tidak hanya mengurangi durasi sindrom Covid-19, tetapi juga berpotensi membatasi penularan ke orang-orang di rumah ketika kalian sakit,” ujar Timothy Sheahan, ahli virologi di University of North Carolina-Chapel Hill yang membantu merintis terapi.

Antivirus sudah menjadi perawatan penting untuk infeksi virus lainnya, termasuk hepatitis C dan HIV. Salah satu yang paling terkenal adalah Tamiflu, pil yang diresepkan secara luas yang dapat mempersingkat durasi influenza dan mengurangi risiko rawat inap jika diberikan dengan cepat.

Obat-obatan yang dikembangkan untuk mengobati dan mencegah infeksi virus pada manusia dan hewan, bekerja secara berbeda tergantung pada jenisnya. Tetapi mereka dapat direkayasa untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, memblokir reseptor sehingga virus tidak dapat memasuki sel sehat atau menurunkan jumlah virus aktif dalam tubuh.

Carl Dieffenbach, direktur Divisi AIDS di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, yang mengawasi pengembangan antivirus mengatakan setidaknya ada tiga antivirus Covid-19 yang menjanjikan sedang menjalani uji klinis yang hasilnya diharapkan bisa didapat paling cepat setelah akhir musim gugur atau musim dingin.

“Saya pikir kita akan memiliki jawaban tentang kemampuan pil ini dalam beberapa bulan ke depan,” kata Dieffenbach.

Dia mengungkap jika pesaing utama adalah obat dari Merck & Co. dan Ridgeback Biotherapeutics yang disebut molnupiravir. Itu adalah produk yang sedang diuji dalam uji coba Kellys di Seattle. Dua lainnya adalah kandidat dari Pfizer, yang dikenal sebagai PF-07321332, dan AT-527, antivirus yang diproduksi oleh Roche dan Atea Pharmaceuticals.

Mereka bekerja dengan mengganggu kemampuan virus untuk bereplikasi dalam sel manusia. Untuk molnupiravir, enzim yang menyalin materi genetik virus dipaksa untuk membuat begitu banyak kesalahan sehingga virus tidak dapat bereproduksi.

Dengan begitu, viral load pasien mempersingkat waktu infeksi dan mencegah jenis respon imun berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius atau kematian.

Sejauh ini, hanya satu obat antivirus, remdisivir yang disetujui untuk mengobati Covid. Itu pun diberikan secara intravena kepada pasien yang cukup sakit untuk dirawat di rumah sakit dan bukan untuk penggunaan awal dan luas. Sebaliknya, pesaing utama yang diteliti dapat dikemas sebagai pil.

Molnupiravir, obat yang ditemukan oleh Emory University dan kemudian diakuisisi oleh Ridgeback dan Merck, dalam uji coba pada tikus menunjukkan kemampuannya dalam mencegah penyakit awal akibat SARS-Cov-2.

Uji klinis awal pada 202 peserta musim semi lalu juga menunjukkan molnupiravir dapat mengurangi tingkat virus menular dengan cepat. CEO Merck Robert Davis mengatakan bulan ini bahwa perusahaan mengharapkan data dari uji coba fase 3 yang lebih besar dalam beberapa minggu mendatang.

Pfizer meluncurkan uji coba gabungan fase 2 dan 3 dari produknya 1 September. Sementara pejabat Atea mengatakan mereka mengharapkan hasil dari uji coba fase 2 dan fase 3 akhir tahun ini.

Dieffenbach mengatakan jika hasilnya positif dan izin penggunaan darurat diberikan untuk produk apapun, distribusi dapat dimulai dengan cepat.

Itu berarti, jutaan orang bisa segera mendapat akses pada obat yang diberikan secara oral setiap hari, idealnya satu pil, yang dapat diminum selama lima hingga 10 hari selama lima hingga 10 hari setelah terkonfirmasi Covid-19 pertama kali.(*)

Related Articles
Current Issues
Pil Covid-19 Molnupiravir Bakal Datang Desember, Menkes: Harga di Bawah Sejuta

Current Issues
Merck dan Pfizer Sama-sama Bikin Pil Covid-19, Apa Bedanya?

Current Issues
Pil Covid Pfizer Diklaim Kurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian Hampir 90 Persen