Interest

WHO Perketat Pedoman Kualitas Udara, Polusi Udara Ancaman Serius Bagi Kesehatan

Dwiwa

Posted on September 24th 2021

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperketat pedoman kualitas udara global pada Rabu. Ini merupakan revisi pertama sejak 2005. Mereka juga mengatakan jika polusi udara merupakan salah satu ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan manusia.

“Udara bersih sangat penting bagi kesehatan,” jelas WHO seperti dikutip dari CBS News. “Dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu, ketika edisi sebelumnya dari pedoman ini diterbitkan, ada banyak bukti yang jauh lebih kuat untuk memperlihatkan bagaimana polusi udara memengaruhi berbagai aspek kesehatan pada konsentrasi yang lebih rendah daripada yang dipahami sebelumnya.”

Pada pedoman baru ini, WHO menurunkan rekomendasi tingkat paparan untuk polutan utama, termasuk ozon, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan materi partikulat. Rekomendasi ini disesuaikan dengan bukti terbaru yang menunjukkan dampak kesehatan dari paparan.

Studi menemukan partikel dengan diameter yang sama atau lebih kecil dari 10 dan 2,5 mikron sangat berbahaya karena memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan jauh ke paru-paru atau aliran darah.

Menurut WHO, paparan polusi udara menyebabkan 7 juta kematian dini setiap tahun dan menghilangkan jutaan kehidupan yang lebih sehat.

“Pada anak-anak, ini bisa termasuk menurunkan pertumbuhan dan fungsi paru-paru, infeksi pernapasan, dan memperburuk asthma. Pada orang dewasa, penyakit jantung iskemik dan strke adalah penyebab paling umum kematian dini yang disebabkan oleh polusi udara, dan bukti dampak lain juga muncul seperti diabetes dan kondisi neurodegeneratif,” jelas WHO.

Mereka menambahkan jika ini membuat beban penyakit yang disebabkan oleh polusi udara meningkat, setara dengan risiko kesehatan global utama lainnya seperti diet tidak sehat dan merokok tembakau.

Organisasi tersebut mengatakan jika efek polusi udara lebih banyak terjadi pada komunitas dan negara dengan penghasilan rendah.

“Kesenjangan dalam paparan polusi udara meningkat di seluruh dunia, terutama karena negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah mengalami peningkatan polusi udara karena urbanisasi skala besar dan pembangunan ekonomi yang sebagian besar bergantung pada pembakaran bahan bakar fosil,” ujar WHO.

Karena itu, mereka meminta negara-negara membuat kemajuan bertahap untuk meningkatkan kualitas udara yang ditandai dengan pencapaian target sementara. Tentu saja tujuan akhirnya untuk tetap berada di bawah tingkat polusi yang direkomendasikan.(*)

Artikel Terkait
Interest
Polusi Udara dan Perubahan Iklim Bikin Alergi Jadi Memburuk

Interest
Tanda Kamu Memiliki “Lemak Beracun” yang Bisa Mencekik Organ

Interest
Michelle Obama & Laura Bush Beri Pesan Hadapi Coronavirus di Konser 'One World'