Interest

Populasi Manusia Tinggi di Dunia Menyusut, Makanan Cepat Saji Diduga Penyebabnya

Dwiwa

Posted on September 22nd 2021

Selama bertahun-tahun Belanda telah memegang gelar dunia karena memiliki orang tertinggi di planet ini. Tetapi data baru dari kantor statistik nasional menunjukkan bahwa tinggi rata-rata orang Belanda menyusut. Dan para ilmuwan bingung mengapa ini terjadi.

Dilansir dari The Washington Post, Belanda selama ini merupakan memiliki populasi manusia tinggi. Tinggi laki-laki di sana lebih dari 6 kaki (182 cm). Sedangkan perempuan 5 kaki 6 inci (167 cm). Tapi pertumbuhan yang membuat negara tersebut berada di puncak grafik ketinggian global selama beberapa dekade tampaknya terhenti.

“Dalam satu abad terakhir kita telah menjadi lebih tinggi dan tinggi, tetapi sejak tahun 1980 pertumbuhan telah berhenti,” ujar ahli statistik pemerintah pada Jumat dalam sebuah laporan tentang temuan yang ditulis dalam bahasa Belanda.

Wanita Belanda yang lahir pada 2001 rata-rata lebih pendek setengah inci dari mereka yang lahir pada 1980. Sementara untuk pria, penurunannya adalah 0,39 inci atau 1 sentimeter.

Para ahli statistik mengatakan penurunan tersebut sebagian berkaitan dengan peningkatan imigrasi kelompok populasi baru yang lebih pendek dan anak-anak yang lahir dari mereka tinggal di Belanda.

Namun, itu tidak menjelaskan mengapa pertumbuhan juga mengalami stagnasi pada generasi di mana kedua orang tuanya lahir di Belanda atau di generasi di mana keempat kakek-nenek lahir di Belanda. ”Pria yang tidak memiliki latar belakang migrasi tidak bertambah tinggi, dan wanita tanpa latar belakang migrasi menunjukkan tren penurunan,” ungkap ahli statistik.

Data baru ini didasarkan pada sejumlah survei oleh pejabat kesehatan terhadap 719 ribu orang kelahiran Belanda antara usia 19 dan 60 tahun, yang melaporkan tinggi badan mereka sendiri. Mereka menggunakan tinggi rata-rata pada usia 19 tahun sebagai patokan.

Para ilmuwan telah memberikan sejumlah penjelasan termasuk kemungkinan konsekuensi ekonomi dari krisis keuangan 2007, peningkatan konsumsi makanan tidak sehat atau bahkan pergeseran dari daging ke pola makan nabati. Mereka juga mencatat bahwa teori-teori semacam itu masih bersifat spekulatif pada tahap ini.

Studi sebelumnya juga menarik. Menunjukkan orang Amerika Serikat kecenderungannya tumbuh lebih berat daripada lebih tinggi. Sebuah perubahan yang beberapa ahli sebut karena gizi buruk dan pergeseran migrasi.

Rata-rata pria Amerika yang berusia antara 20 dan 39 tahun memiliki berat sekitar 197 pon (89 kg) dan tingginya 5 kaki 9 inci (174 cm), menurut survei kesehatan pada 2015-2016 oleh Pusat Statistik Kesehatan Nasional. Rata-rata wanita pada rentang usia itu tingginya sekitar 5 kaki 4 inci (162 cm) dan beratnya sekitar 168 pon (76 kg).

Para ilmuwan mengatakan studi ketinggian seperti ini penting karena orang yang lebih tinggi umumnya hidup lebih lama. Mereka cenderung tidak mengalami kehamilan yang sulit atau mengembangkan penyakit jantung atau pernapasan. Orang yang lebih tinggi juga mungkin bisa menghasilkan lebih banyak uang dan lebih berhasil di sekolah.

Majid Ezzati, seorang ahli kesehatan lingkungan global di Imperial College di London mengatakan,  membutuhkan beberapa tahun data untuk mengonfirmasi apakah Belanda mengalami tren baru. Jika ya, kemungkinan besar terjadi karena nutrisi.

Dia mengatakan kepada surat kabar Guardian jika program susu sekolah Belanda dianggap sebagai salah satu alasan populasi tumbuh begitu tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Namun dalam beberapa tahun terakhir, permintaan makanan cepat saji juga meningkat pesat.

Masih belum jelas apakah gizi buruk terbatas pada demografi tertentu atau apakah itu mencerminkan mode baru dan tren sosial secara nasional. Dia mengecilkan peran migrasi, mengatakan itu bukan skala yang akan menyebabkan perubahan ketinggian.

Gert Stulp, seorang ahli di fakultas ilmu perilaku dan sosial Universitas Groningen, mengatakan bahwa tren tinggi badan yang serupa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa makanan cepat saji bisa menjadi salah satu faktornya.

“Diet mungkin telah berubah,” ujar Stulp kepada Guardian. “Ini diyakini menjadi alasan mengapa orang Amerika menyusut; pola makan yang lebih buruk, lebih banyak kalori, tetapi lebih sedikit nutrisi.” (*)

Related Articles
Lifestyle
Tidak Ada Makanan “Buruk”, Begitu Klaim Panduan dari American Heart Association

Interest
Seberapa Besar Sih Gen Berpengaruh Terhadap Kebahagiaan Kita?

Current Issues
WHO: Enam Negara Melaporkan Virus Corona Terkait Peternakan Cerpelai