Current Issues

Hal Ini Bikin Kekebalan Covid-19 Meningkat Tajam Dibanding Vaksinasi Penuh

Dwiwa

Posted on September 22nd 2021

Banyaknya kasus orang yang sudah divaksin tetap terinfeksi membuat masyarakat khawatir tentang perlindungan yang didapat dari vaksinasi. Meski begitu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkap jika vaksinasi merupakan cara terbaik untuk melindungi diri meskipun tidak ada vaksin yang 100 persen efektif.

Tetapi bagaimana jika ada kondisi tertentu yang bisa membuat perlindungan terhadap Covid-19 lebih kuat dibanding hanya sekadar mendapat dua vaksinasi?

Dilansir Bestlife, penasihat Gedung Putih dokter Anthoni Fauci dalam wawancara dengan NBC News Meet the Press mengatakan jika seseorang yang mendapatkan infeksi alami dan vaksinasi secara bersamaan mendapat perlindungan lebih terhadap virus corona daripada hanya dua dosis vaksin Covid.

“Kita tahu bahwa ketika kalian terinfeksi, kalian mendapatkan kekebalan yang kuat. Tidak ada keraguan soal itu,” ujarnya. “Jika kalian terinfeksi dan sembuh kemudian divaksinasi, tingkat kekebalan kalian sangat tinggi, melebihi vaksin dua dosis lainnya yang kalian dapatkan.”

Sebuah studi CDC yang dipublikasikan pada 13 Agustus mengamati lebih dari 730 penduduk Kentucky yang terpapar Covid pada 2020. Sekitar 250 di antaranya terinfeksi kembali pada Mei atau Juni 2021 dan hampir 500 tidak terinfeksi ulang.

Berdasarkan studi tersebut, mereka yang tidak divaksinasi setelah infeksi pertama dua kali lebih mungkin menjadi bagian dari kelompok yang mendapat infeksi ulang dibanding mereka yang mendapatkan vaksinasi penuh setelah terinfeksi virus.

Fauci menambahkan, jika ada bukti nyata bahwa ketika kalian mendapat hanya satu suntikan setelah sembuh dari infeksi alami, individu mendapatkan respon kekebalan yang sangat baik. Tetapi dia juga mengatakan jika tidak ada penelitian yang jelas yang menentukan berapa lama kekebalan alami sendiri bertahan.

“Kami mengikuti itu, tetapi kami belum tahu. Hal yang masih belum jelas adalah berapa lama daya tahan kekebalan yang diinduksi infeksi alami dan bagaimana cakupan perlindungan terhadap varian yang berbeda,” jelasnya.

CDC pun tetap merekomendasikan semua orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi penuh, bahkan jika sudah pernah terpapar Covid sekalipun.

“Jika kalian pernah terkena Covid-19 sebelumnya, harap tetap divaksinasi. Mendapatkan vaksin adalah cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar kalian, terutama karena varian Delta yang lebih menular menyebar ke seluruh negeri,” ujar Direktur CDC dr. Rochelle Walensky.

Amerika Serikat sendiri sudah memberikan izin penggunaan dosis penguat Pfizer kepada mereka yang berusia 65 tahun atau lebih. Begitu juga untuk orang berisiko tinggi terkena Covid parah karena kondisi medis atau pekerjaan seperti pekerja perawatan kesehatan dan responder darurat. Dosis ketiga diberikan enam bulan setelah dosis kedua.

Meski dosis penguat masih menjadi perdebatan, Fauci menekankan jika prioritas tertinggi saat ini adalah membuat orang yang tidak divaksinasi divaksin.

“Prioritas tertinggi bukanlah mendapatkan booster. Kami pikir penting untuk memberikan booster kepada orang-orang, tetapi prioritas tertinggi yang paling penting adalah memvaksinasi yang tidak divaksinasi,” ujarnya selama wawancara NBC.

Meskipun penelitian menunjukkan jika orang yang sudah pernah terinfeksi dan kemudian mendapat suntikan vaksin memiliki kekebalan lebih tinggi, bukan berarti kalian harus menunggu terpapar dulu baru mendapat vaksin loh.

Pasalnya, studi lain telah menunjukkan jika orang yang tidak divaksinasi lebih berisiko mengalami sakit parah bahkan kematian dibanding mereka yang divaksin. Jadi, daripada mengambil risiko yang tidak pasti, segera dapatkan vaksin kalian jika memang sudah tiba gilirannya ya. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Apakah Semua Orang Butuh Booster Vaksin Covid-19?

Current Issues
Bukan Hanya Delta, Para Ilmuwan Juga Waspada Varian Gamma

Current Issues
Biar Gak Bingung, Ini Panduan BPOM Soal Penggunaan Vaksin Bio Farma untuk Remaja