Current Issues

Studi: Masalah Penglihatan pada Anak-anak Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Dwiwa

Posted on September 21st 2021

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luas bagi anak-anak. Terbaru, sebuah penelitian menunjukkan adanya peningkatan masalah penglihatan di antara anak-anak sekolah Tiongkok selama pembatasan pandemi.

Dilansir dari AP, sebuah laporan yang diterbitkan Kamis di JAMA Opthalmology menjadi yang paling baru menunjukkan tren tersebut. Hasilnya pun memperkuat dua penelitian sebelumnya di Tiongkok.

Para peneliti dari Sun Yat-Sen University di Guangzhou membandingkan data dari pemeriksaan mata yang dilakukan dalam kurun waktu satu tahun pada sekitar 2.000 anak, yang memulai kelas dua. Setengah dari anak-anak diuji dua kali sebelum pandemi, pada akhir 2018 dan setahun kemudian.

Sementara yang lain diuji pada akhir 2019 dan akhir tahun lalu, beberapa bulan setelah sekolah ditutup dan otoritas Tiongkok memberlakukan lockdown dan karantina.

Tes awal dari kedua kelompok yang dilakukan sebelum pandemi menunjukkan angka rabun jauh yang hampir sama, sekitar 7 persen siswa kelas dua. Angka itu meningkat pada kedua kelompok, tetapi naik lebih banyak pada mereka yang diuji ulang akhir tahun lalu. Saat kelas tiga, sekitar 20 persen dari mereka rabun jauh dibandingkan 13 persen dari mereka yang diuji lagi sebelum pandemi.

Salah satu kekurangan studi ini adalah kurangnya informasi tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak di kedua kelompok untuk online atau melakukan pekerjaan yang membuat mata tegang.

Tetapi editorial jurnal mengatakan hasil penelitian ini dan juga sebelumnya harus mendorong orang tua, sekolah, dan lembaga pemerintah untuk mengenali nilai potensial dari memberi anak-anak waktu aktivitas di luar ruangan. Selain itu juga melakukan pemantauan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk aktivitas jarak dekat seperti membaca, menonton, hingga bermain gadget.

Rabun jauh atau miopia, memengaruhi sekitar 30 persen populasi dunia. Bukti menunjukkan itu terus meningkat selama 20 tahun terakhir. Ini merupakan masalah pemfokusan mata yang membuat obyek jauh terlihat buram dan biasanya dapat diatasi dengan menggunakan kacamata.

Kondisi ini dapat diwariskan, tetapi kebiasaan dapat memengaruhi siapa yang mengembangkannya. Bukti menunjukkan jika mereka yang menghabiskan waktu bekerja di depan komputer, membaca, atau melakukan pekerjaan visual dekat lainnya berisiko.

Noreen Shaikh, seorang spesialis miopia di Rumah Sakit Anak Lurie di Chicago, menyebut penelitian Tiongkok itu solid. Dia menambahkan jika peneliti Lurie tengah melakukan penyelidikan setiap perubahan rabun jauh di antaraanak-anak AS selama pandemi.

“Secara anekdot, tampaknya ada peningkatan – terutama pada anak-anak yang lebih kecil,” ujar Shaikh.

Sementara itu ahli mata Lurie lainnya, Magdalena Stec, mengatakan bahwa ada cara untuk membantu mengurangi ketegangan mata. Kalian hanya perlu memperbanyak waktu di luar ruangan dan menerapkan aturan penglihatan “20/20/20”, yakni setelah 20 menit fokus dari dekat, palingkan muka 20 detik pada sesuatu yang berjarak 20 kaki (6 meter).(*)

Related Articles
Current Issues
Waduh, Dampak Covid-19 Bikin Otak Jadi Menua 10 Tahun?

Current Issues
Dirjen WHO: Herd Immunity Respon Pendekatan Pandemi yang Tak Etis

Current Issues
Lampaui Filipina, Indonesia Jadi Negara Dengan Kasus Tertinggi di Asia Tenggara