Current Issues

Kacamata Pintar Facebook Bisa Tersandung Masalah Privasi di Eropa

Jingga Irawan

Posted on September 21st 2021

Credit: Ray-Ban

Kacamata pintar hasil kerja sama Facebook dan Ray-Ban yang diberi titel Ray-Ban Stories, kini menghadapi banyak pertanyaan terkait keamanan. Lembaga pengatur privasi utama Facebook di Eropa menaikkan kekhawatirannya tentang kemampuan kacamata tersebut yang dapat mengganggu privasi orang lain.

Pasalnya, kacamata itu dilengkapi dengan teknologi untuk mengambil foto dan video pendek. Apabila penggunanya sedang merekam atau memotret, lampu indikator LED akan menyala.

Melansir TechCrunch, Selasa (21/9), Perlindungan Data Irlandia (DPC) telah meminta perusahaan untuk memasang lampu indikator LED yang dapat efektif memberi tahu orang lain bahwa mereka sedang direkam oleh pemakainya. Bayangkan saja, kalau kalian tak dalam posisi bersedia untuk direkam tiba-tiba wajah kalian masuk dalam hasil foto maupun video.

Perangkat canggih itu mulai dijual awal bulan ini. Secara umum bentuknya seperti kacamata hitam standar, tetapi dilengkapi dua kamera 5 MP yang dipasang di bagian depan sehingga pengguna dapat mengambil video dari apa pun yang mereka lihat dan mengunggahnya ke aplikasi Facebook terbaru bernama View.

Facebook juga meletakkan lampu LED di depan yang dapat menyala untuk menunjukkan saat video sedang direkam. Namun lembaga pengawas di Eropa khawatir bahwa apa yang digambarkan DPC sebagai indikator tak memadai untuk memperingatkan orang lain mengenai privasi.

“Memang banyak perangkat termasuk smartphone yang sebetulnya bisa merekam orang lain tanpa sengaja, tapi dalam kasus tersebut kamera atau ponsel terlihat sebagai perangkat yang digunakan untuk merekam, sehingga membuat mereka yang ditangkap dalam rekaman menjadi waspada,” tulis DPC.

“(Tetapi) dengan kacamata, ada lampu indikator yang sangat kecil yang menyala saat perekaman sedang berlangsung. Belum ditunjukkan kepada DPC bahwa pengujian komprehensif di lapangan dilakukan oleh Facebook atau Ray-Ban untuk memastikan lampu LED indikator merupakan sarana yang efektif untuk memberikan pemberitahuan,” tulis DPC.

Lembaga perlindungan data Uni Eopa mengatakan pihaknya sedang meminta penjelasan dari Facebook yang menunjukkan bahwa lampu indikator LED dapat bekerja secara efektif dan terlihat jelas.

Sementara itu, juru bicara Facebook menjelaskan, “Kami tahu orang-orang memiliki pertanyaan tentang teknologi baru dan cara kerjanya dan penting bagi kami bahwa kami adalah bagian dari percakapan ini. Kami akan bekerja sama dengan mitra pengatur kami, termasuk DPC Irlandia sebagai pengatur utama kami, untuk membantu orang lebih memahami tentang cara kerja teknologi baru ini, dan kontrol yang mereka miliki.”

Kacamata canggih itu mulai dijual awal bulan ini, mulai USD 299 di AS. Facebook mengonfirmasi bahwa mereka juga saat ini dijual di Irlandia, Italia, Uni Eropa, Australia dan di Inggris.(*)

 

Related Articles
Tech
Pengawas Data Italia Minta Facebook Klarifikasi Cara Kerja Kacamata Pintarnya

Tech
Facebook Rilis Kacamata Pintar ‘Ray-Ban’, Bisa Dengarkan Musik dan Rekam Video

Tech
Xiaomi Pamerkan Kacamata Pintar dengan Layar MicroLED