Tech

Studi MIT Temukan Pengemudi Tesla Jadi Lalai Ketika Autopilot Aktif

Jingga Irawan

Posted on September 21st 2021

Credit: Tesla

Akhir pekan ini, ribuan pemilik Tesla bakal mendapat pembaruan perangkat lunak beta Full Self-Driving (FSD) alias autopilot. Bahkan mereka bisa menguji cobanya di jalan umum. Kebijakan ini tentu memunculkan perdebatan karena fitur autopilot Tesla tengah dalam penyelidikan pemerintah federal AS setelah terjadinya beberapa kecelakaan. 

Apalagi penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT) menunjukkan bahwa sistem autopilot tidak sepenuhnya aman. Selasa (21/9) TechCrunch menyebut bahwa para peneliti MIT mempelajari data dari 290 periode penggunaan autopilot. Hasilnya, pengemudi menjadi lalai saat menggunakan sistem mengemudi otomatis sebagian.

“Pola perilaku visual berubah sebelum dan sesudah penggunaan autopilot,” tulis studi tersebut.

Saat menggunakan autopilot, pengemudi terlihat kurang fokus di jalan dan lebih fokus pada area yang tak terkait dengan mengemudi. Ini mungkin bukan hal baru, namun peneliti menemukan bahwa pandangan pengemudi terarah ke bawah. Ini menunjukkan, saat mobil dalam kondisi autopilot, mereka sedang main HP atau layar infotainment yang tersedia. 

Padahal, autopilot bukan berarti pengemudi bebas berbuat apa saja. Tangan mereka harus berada di kemudi sehingga tetap waspada atas apa yang akan terjadi di jalan. 

Studi MIT memberikan bukti bahwa pengemudi kemungkinan tak menggunakan autopilot sebagaimana mestinya, dan cenderung sembrono. Karena autopilot menyertakan fitur keselamatan seperti cruise control dan autosteering yang sadar lalu lintas, pengemudi menjadi kurang perhatian dan akhirnya lebih banyak melepaskan tangan dari kemudi.

Para peneliti menemukan bahwa jenis perilaku ini bisa jadi berasal dari kesalahpahaman tentang kemampuan fitur autopilot itu sendiri dan apa batasannya. Sebagian pengemudi secara alami bisa menjadi bosan setelah mencoba waspada tanpa melakukan apa-apa, dan akhirnya menciptakan kurangnya perhatian lebih lanjut.

Laporan berjudul A model for naturalistic glance behavior around Tesla Autopilot disengagements, telah meneliti pemilik Tesla Model S dan X selama rutinitas harian mereka dalam kurun waktu satu tahun atau lebih di seluruh wilayah Boston. MIT bahkan mengumpulkan data hampir 500.000 mil.

Kendaraan penelitian dilengkapi dengan sistem akuisisi data Real-time Intelligent Driving Environment Recording1, yang secara terus-menerus mengumpulkan catatan dari CAN, GPS, dan tiga kamera video 720p. Alat itu memberikan informasi seperti kinematika kendaraan, interaksi pengemudi dengan pengontrol kendaraan, jarak tempuh, lokasi, postur pengemudi, wajah dan pandangan di depan kendaraan.

Inti dari penelitian ini bukan untuk mempermalukan Tesla, melainkan untuk mempelajari sistem dan perhatian pengemudi yang dapat memberikan feedback secara real time. Selain itu, langkah ini juga bisa menjadi gambaran bagi perusahaan dan konsumen agar menyesuaikan tingkat perhatian pengemudi.

Saat ini, autopilot menggunakan sistem perasa tangan di setir untuk memantau keterlibatan pengemudi, tetapi sistem itu tak memantau perhatian pengemudi melalui pelacakan mata atau kepala. Seperti laporan Mainmain sebelumnya, pengemudi bahkan bisa menipu pendeteksi bobot tangan di setir dengan meletakkan rantai.

Perusahaan seperti Seeing Machines dan Smart Eye sudah bekerja sama dengan produsen mobil seperti General Motors, Mercedes-Benz dan Ford untuk membuat sistem pemantauan pengemudi berbasis kamera ke mobil, sekaligus untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh mabuk atau gangguan mengemudi. Teknologi itu ada. Pertanyaannya, apakah Tesla menggunakannya? (*)

 

Related Articles
Tech
Tesla Turunkan Harga Jual Model Y untuk Tarik Pembeli Selama Pandemi

Tech
Pembaruan Software Tesla Tambahkan Fitur Disney+ Hingga Mode Cuci Mobil

Tech
Tesla Buka Stasiun Pengisian Daya untuk EV Merek Lain Akhir Tahun Ini