Current Issues

Tak Beri Selamat Soal Kesuksesan SpaceX, Elon Musk Sindir Joe Biden

Jingga Irawan

Posted on September 20th 2021

Gambar: Elon Musk dan 4 Crew Inspiration4/SpaceX

Setelah SpaceX menyelesaikan penerbangan ruang angkasa pribadi yang bersejarah, Sabtu (19/9), Elon Musk menyindir Pesiden AS Joe Biden yang belum berkomentar apa pun tentang pencapaian perusahaan dan misi penerbangan sipilnya.

Di Twitter, salah satu dari 60 juta pengikut Elon melemparkan pertanyaan menusuk. “Presiden Amerika Serikat bahkan menghindar untuk mengakui 4 astronot Amerika terbaru yang membantu mengumpulkan ratusan juta dolar untuk St. Jude (rumah sakit), apa teori kalian tentang itu kenapa alasannya? ”

Saat semua orang berdebat di kolom komentar, Elon Musk dengan singkat menjawab, "Dia masih tidur."

Sebelumnya, SpaceX berhasil membawa pulang dengan aman dan mengembalikan pesawat ruang angkasa Crew Dragon dari orbit. Kapsul tersebut membawa empat anggota misi Inspiration4 kembali ke bumi setelah tiga hari berada di ruang angkasa.

Salah satu tujuan utama dari misi Inspiration4 adalah mengumpulkan dana USD 200 juta untuk Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude. Sejauh ini penggalangan dana itu telah mengumpulkan sebanyak 160,2 juta. Merayakan keberhasilan SpaceX dan Inspiration4, Elon berjanji untuk menyumbang USD 50 juta secara pribadi, sehingga menaikkan jumlah donasi yang dikumpulkan menjadi USD 210 juta.

SpaceX dan Elon Musk dibanjiri ucapan selamat oleh banyak ahli ruang angkasa hingga pejabat tinggi NASA. Bahkan, pesaing SpaceX pun mengakuinya. Mulai dari Boeing, Lockheed Martin, hingga Blue Origin. Rekan sekaligus saingan Elon, Jeff Bezos, juga turut membagikan ucapan di media sosial.

Ini menandai penerbangan ruang angkasa SpaceX pribadi pertama tanpa tenaga profesional astronot,  yang berarti penumpangnya adalah warga sipil. Selain itu, misi tersebut melibatkan wanita kulit hitam pertama yang menjadi pilot pesawat ruang angkasa, orang Amerika termuda yang menjadi astronot hingga saat ini, dan orang pertama yang terbang di ruang angkasa dengan kaki palsu.

Selain Elon Musk, selama kampanye pemilu 2020, Mantan Presiden Donald Trump juga sering mengejek Joe Biden dengan memanggilnya "Sleepy Joe."

Baru-baru ini, Trump bahkan mengirim ucapan selamat sarkastik kepada Biden menjelang pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan Juni. Dia mengatakan, “Semoga Biden berhasil dalam urusannya dengan Presiden Putin, jangan tertidur selama pertemuan, dan tolong sampaikan salam hangatku.”

SpaceX umumnya memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah AS. Contohnya, mereka memenangkan kontrak USD 2,89 miliar untuk membangun pendarat bulan berawak NASA berikutnya, mengalahkan anak perusahaan Jeff Bezos Blue Origin dan Leidos Dynetics. Bahkan mereka telah menerbangkan 10 astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)untuk NASA hingga saat ini.

Namun, SpaceX juga sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman setelah tuduhan bahwa mereka mendiskriminasi pelamar kerja berdasarkan status kewarganegaraan, tetapi penyelidikan itu sebenarnya dimulai selama pemerintahan Trump.

Elon juga baru-baru ini mengeluhkan proposal administrasi Biden yang akan mengalokasikan insentif tambahan sebesar USD 4.500 kepada pembeli kendaraan penumpang listrik ringan baru tertentu. Salah satu ketentuan dari proposal tersebut adalah bahwa kendaraan listrik harus dibuat oleh serikat pekerja, di dalam negeri. Sedangkan, Tesla adalah satu-satunya pembuat mobil besar AS yang produksinya tak berserikat. (*)

 

Related Articles
Tech
Ford Produksi Sel Baterai Kendaraan Listrik Bareng Produsen Korea Selatan

Tech
Sukses Luncurkan Inspiration4, SpaceX Kirim Warga Sipil ke Ruang Angkasa

Interest
Ada "Dinosaurus" Numpang di Penerbangan Luar Angkasa NASA x SpaceX