Interest

Kampus Ini Adakan Mata Kuliah Untuk Jadi Selebgram

Nizar Fahmi

Posted on September 21st 2018

Merasa candu dalam menggunakan smartphone untuk mengakses media sosial (medsos) sepertinya menjadi sesuatu yang wajar saat ini. Saking candunya seseorang dalam menggunakannya, banyak yang mulai berminat untuk menarik pendapatan melalui medsos, salah satunya dengan menjadi selebgram atau medsos influencer. Pekerjaan ini bisa dikatakan sebagai suatu profesi yang menjanjikan dengan penghasilan yang nggak sedikit. Lihat aja Awkarin, yang hidupnya mulai berubah so-glamour semenjak terkenal menjadi seorang selebgram.

Sayangnya, nggak semua sosok terkenal itu memiliki keahlian sebagai selebgram yang menginspirasi banyak orang. Entah itu dari attitude yang dimiliki, atau bahkan apa yang disuguhkan di laman profil mereka. Sehingga terkadang ada juga lho selebgram bodong yang ternyata hanya memanfaatkan jumlah followers untuk menjadi tenar. Nggak jarang juga tuh pada beli ‘pengikut’, iya nggak?

Potensi inilah yang membuat Yiwu Industrial & Commercial College membuka jurusan Modelling & Etiquette. Universitas yang terletak di Shanghai, Cina ini menghadirkan jurusan tersebut untuk mengajarkan mahasiswanya bagaimana cara menjadi selebgram atau medsos influencer yang disukai oleh banyak orang dengan perangai yang nggak cuma sekedar mencari sensasi. Apalagi mengingat persaingan untuk berada dalam bidang ini sangatlah ketat, termasuk di China sana. Orang nggak bakal bisa terkenal kalau hanya mengandalkan their good looking face yang diedarkan dalam deretan feed.

Mata kuliah yang ada di jurusan ini berbeda pada umumnya. Karena mengingat sejumlah selebgram sering diundang dalam berbagai acara kekinian, mahasiswa diberikan pelajaran yang dijamin nggak buat mereka merasa ada di kelas, contohnya seperti mata kuliah dansa, makeup, sampai mengenal brand. Bahkan mereka juga diajarkan bagaimana caranya berjalan di atas catwalk, melakukan live streaming, dan mengambil foto selfie yang sempurna. Terlihat cetek memang, tapi mata kuliah inilah yang memang dibutuhkan oleh seorang selebgram untuk memiliki kualitas yang oke.

Sebenarnya, munculnya fenomena menjadi seorang medsos influencer ini sudah dimulai sejak Twitter merajalela. Saat itu selebtwit digemari netizen dikarenakan kemampuan buzzer nya yang berhasil menginspirasi. Namun seiring berjalannya waktu, Twitter yang hanya memanfaatkan teks kalah saing oleh Instagram yang menitikberatkan postingan visual, baik foto maupun video. CEO SociaBuzz, Rade Tambubolon menjelaskan bahwa orang akan menjadi lebih tertarik dengan sesuatu jika melihat bentuknya dalam gambar, bukan yang mengharuskan berimajinasi sesuai dengan kemampuan setiap individu.

Nah itulah sebabnya seorang selebgram rela dibayar mahal gengs. Dilansir dari gotomalls.com, tarif dalam memanfaatkan jasa selebgram ini bisa mencapai angka jutaan rupiah lho. Ria Ricis misalnya, yang mematok tarif Rp. 5 juta untuk satu kali posting foto. Artis seperti Chelsea Olivia juga mematok harga sampai Rp. 20 juta dalam setiap postingannya. Bisa bolak-balik naik haji ini kita mah :’)

Pada dasarnya, jurusan Modelling & Ettiquete di Yiwu Industrial & Commercial College ini mengajarkan pendidikan e-commerce kepada mahasiswanya. Hal ini disebabkan e-commerce menjadi bisnis yang sedang diminati di China sana. Pada tahun 2017 saja negara tirai bambu ini meraup pendapatan sampai USD 930 juta cuy. Makanya peluang ini dimanfaatkan oleh pihak kampus untuk membantu pemerintah meningkatkan pendapatan perkapita melalui mahasiswanya yang berkuliah. Mereka benar-benar dididik untuk menjadi tenaga profesional yang mumpuni. Lihat aja nih dari modul perkuliahan mereka, kurang lebih seperti ini:

Nggak cuma menyediakan mata kuliah yang asik, kampus ini juga dilengkapi oleh fasilitas yang sangat memadai gengs, salah satunya dengan koneksi internet hingga bergiga-giga yang ada di setiap ruang kelas. Terbukti dari 9800an mahasiswa yang berkuliah di sini yang datang dari dalam maupun luar negeri. Perpustakaannya juga dilengkapi oleh 650.000 literatur yang datang dari berbagai bidang.

Gimana? Tertarik kuliah di sana biar bisa jadi selebgram nggak? Walaupun di Indonesia industri e-commerce belum terlalu diminati, nggak menutup kemungkinan lho beberapa tahun lagi bakal jadi ladang bisnis yang digandrugi. Eh tapi, kira-kira waktu lulus nanti gelarnya disingkat apa ya? S.Sel? S.Seb? S.Inf? Atau….udahlah yang pasti kuliah di sini nggak bakal buat kamu jadi selebgram abal-abal cuy. (nzr)

Related Articles
Pop-Sci
Sulitnya jadi Influencer: Sering di-Bully dan Rentan Gangguan Mental

Interest
5 Tips Kecantikan untuk Remaja ala Bintang TikTok Leila Bauer

Interest
Rehat dari Medsos Bantu Selena Gomez Cintai Diri Sendiri dan Hindari Depresi