Lifestyle

Self-Gaslighting, Dampak Gaslighting yang Pengaruhi Pandangan tentang Diri

Self-Gaslighting umum terjadi pada korban gaslighting.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 19th 2021

(Ilustrasi: Pikisuperstar/Freepik)

Istilah gaslighting mungkin sudah sering didengar. Namun, ada istilah lain yang masih berkaitan dengan tindakan tersebut yaitu self-gaslighting. Wah, apa tuh bedanya?

Perbedaan gaslighting dan self-gaslighting

Gaslighting adalah kekerasan emosional yang dilakukan pelaku untuk membuat korbannya mempertanyakan perasaan, pemikiran, dan realitas yang mereka miliki. Misalnya saat si pelaku bertindak kasar, si pelaku justru menyalahkan korban karena korban “tidak menjadi pacar yang baik”.

Nah, self-gaslighting adalah kelanjutan dari gaslighting. Karena selalu disalahkan, korban gaslight mulai berpikir bahwa semua hal memang adalah salah mereka. Akibatnya, korban justru menekan dan menganggap perasaan mereka tidak valid dan salah. Bentuknya bisa seperti ini: “Ah, dia memang gak bermaksud kasar kok, aku aja yang terlalu sensitif.”

Tanda-tanda kita melakukan self-gaslighting

Menurut psikoterapis Grace Dowd, ada beberapa tanda yang harus kita sadari dalam diri, seperti yang dilansir dari PopSugar. Tanda paling besar adalah kita cenderung menganggap remeh apa yang kita rasakan. Kita cenderung melarang diri sendiri merasakan emosi negatif dan menyebut diri “terlalu berlebihan.”

Kalau kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain untuk mengkritik diri sendiri, itu juga tanda kita melakukan self-gaslighting. Kita gak bisa membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena kita mengalami hal yang pastinya berbeda.

Kalau kita merasa sulit menentukan mana yang merupakan fakta dalam pengalaman kita atau merasa diri sendiri nggak worthy—itu tanda-tanda lain self-gaslighting. Kita menjadi ragu terhadap banyak hal karena menekan perasaan diri sendiri.

Mengatasi self-gaslighting

Apa pun yang kita rasakan dan alami itu benar adanya meski orang-orang lain meragukannya. Untuk mengatasi kebiasaan self-gaslighting, penting untuk membuat afirmasi pada diri sendiri untuk mencegah kita kembali menekan perasaan.

Dilansir dari Healthlinebeberapa afirmasi yang bisa kita ulang-ulang di kepala. Sadari bahwa emosi yang kita rasakan memang ada. Sadari kejadian yang datang dan bagaimana kejadian tersebut bikin kita merasakan emosi tertentu. Tidak semua hal adalah salah kita dan ketika orang lain mengatakan sebaliknya, itu belum tentu benar.

Menuliskan emosi yang kita rasakan pada sebuah jurnal juga dapat membantu kita menyadari emosi apa yang kita rasakan dan menghargai kehadiran emosi tersebut. Jangan menghakimi perasaan yang datang, tuliskan apa adanya.

Nah, itu dia sedikit tentang self-gaslighting. Ingat bahwa kamu adalah orang yang berharga dan apa pun yang kamu rasakan itu memang nyata. (*)

 

Related Articles
Lifestyle
17 Kalimat Andalan Pasangan Toxic Ini Bisa Menghancurkan Hubungan

Lifestyle
Tujuh Kesalahan Fatal yang Bisa Bikin Hubungan Rusak dan Sulit Diperbaiki

Lifestyle
Kasus Toxic Relationship Viral di Twitter, Kenapa sih Susah buat Langsung Putus?