Interest

Punya Alergi Tapi Ingin Pelihara Hewan? Begini Caranya

Dwiwa

Posted on September 18th 2021

 

Memiliki hewan peliharaan diketahui memiliki dampak baik bagi kesehatan mental seseorang. Tetapi bagi yang memiliki alergi, tentu wajib mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk mengadopsi satu atau dua hewan peliharaan.

Meski bukan hal yang tidak mungkin, tetapi memiliki hewan peliharaan bagi orang yang alergi tentu lebih sulit. Tidak ada yang mau secara sukarela melemparkan dirinya pada sesuatu yang dapat membuat mereka bersin, batuk, dan merasa tidak nyaman secara terus menerus.

Dr. Tiffany Owens, seorang ahli alergi-imunologi di Ohio State University Wexner Medical Center mengatakan kepada Yahoo Life  jika  seseorang yang memiliki alergi tetap bisa memiliki hewan peliharaan. Bagi sebagian orang, alergi hewan peliharaan bisa diselesaikan dengan minum obat, tetapi bagi yang lain mungkin perlu perawatan yang lebih intensif.

Lalu apa yang harus dilakukan jika kita memiliki alergi tetapi ingin memiliki hewan peliharaan? Jika demikian, Yahoo Life menyebut ada beberapa hal penting yang harus dilakukan.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), secara teknis, tidak ada hewan peliharaan yang hipoalergenik. Banyak yang mengklaim jika ada beberapa ras anjing yang hipoalergenik.

Ahli alergi-imunologi dan profesor di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School Dr. Catherine Monteleone, mengatakan jika banyak dari klaim ini berkaitan dengan bulu hewan peliharaan. Tetapi alergi hewan peliharaan sebenarnya disebabkan oleh bulu hewan, air liur, dan urin.

Dia menambahkan beberapa hewan peliharaan mungkin bulunya lebih sedikit rontok dibanding yang lain, seperti terrier Bedlington dan Bichon Frise. Tetapi tidak ada data yang menunjukkan jika sedikit kerontokan ini berdampak pada alergi hewan, meskipun ini lebih baik.

“Hewan peliharaan – secara harfiah hewan peliharaan apapun– dapat memengaruhi gejala alergi,” jelas Dr. David B. Corry, profesor patologi & imunologi dan kedokteran dan wakil ketua imunologi di Baylor College of Medicine.

 

Jadi, bagaimana menemukan hewan peliharaan yang tepat?

Alergi setiap orang, termausk pada hewan peliharaan berbeda-beda. Karena itu, Owen menyarankan untuk melakukan tes alergi sebelum membuat keputusan untuk mengadopsi hewan peliharaan. “Pengujian dapat membantu mengonfirmasi atau menghilangkan kekhawatiran alergi, dan kalian bisa mendiskusikan rencana perawatan,” ujar Owens.

Monteleone menambahkan jika pengujian juga dapat membantu menentukan seberapa parah alergi kalian terhadap hewan peliharaan tertentu. Dia menekankanjika tidak ada jenis anjing atau kucing tertentu yang dianggap baik untuk pengidap alergi. Tetapi memiliki hewan peliharaan berukuran kecil mungkin lebih membantu karena bulunya lebih sedikit.

Beberapa ide hewan peliharaan yang bisa diadopsi misalnya parkit, gerbill, dan hamster. Selain itu bisa juga mempertimbangkan hewan berambut pendek untuk diadopsi.

“Hewan peliharaan yang bulunya lebih sedikit rontok – misalnya kucing berbulu pendek dibandingkan berbulu panjang – lebih disukai bagi mereka yang alergi,” ujar Corry.

Dia menambahkan jika alasannya bukan karena memiliki lebih sedikit alergen yang memicu alergi, tetapi karena mereka cenderung lebih sedikit mengalami kerontokan bulu. Bulu yang rontok dan terbawa udara inilah yang mentransfer alergen – biasanya protein yang ada dalam air liur dan kulit – ke pakaian, kulit, sprai, dll yang kemudian terhirup sehingga memicu alergi.

Berikut beberapa tips yang bisa kalian lakukan untuk meminimalkan alergi terhadap hewan peliharaan berdasarkan rekomendasi AAAAI.

- Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur.

- Gunakan pembersih udara HEPA untuk menjebak partikel yang dikeluarkan hewan.

- Bersihkan karpet secara teratur atau pilih lantai kayu atau ubin.

- Letakkan hewan peliharaan di luar jika memungkinkan.

- Komunikasikan dengan dokter hewan makanan yang baik untuk hewan peliharaan agar kulit tidak kering dan mengalami kerontokan berlebihan.

- Jauhkan hewan peliharaan dari perabotan.

- Jika kalian mengajak anjing naik mobil, pasang penutup di kursi dan cucilah sesering mungkin.

Owens menambahkan jika berkonsultasi dengan ahli alergi tentang rencana perawatan merupakan ide baik. Mereka mungkin merekomendasikan imunoterapi alergen. Suntikan reguler yang diberikan oleh dokter itu secara bertahap membuat kalian bisa terpapar lebih banyak alergen dari hewan peliharaan. Hasilnya, gejala alergi bisa lebih ditoleransi. (*)

 

Related Articles
Interest
Peliharaanmu Bertingkah Aneh Selama Karantina? Begini Cara Mengatasinya

Interest
Polusi Udara dan Perubahan Iklim Bikin Alergi Jadi Memburuk

Interest
Boleh Nggak Sih Kita Tidur Bareng Hewan Peliharaan?