Lifestyle

Kapan Sih Waktu Makan yang Paling Tepat?

Dwiwa

Posted on September 18th 2021

Pernahkah kalian mendengar jika ada waktu terbaik atau paling sehat dalam sehari untuk makan? Bagi sebagian dari kita, selalu makan di jam yang sama mungkin merupakan hal yang sulit mengingat ada banyak sekali faktor yang menentukan jadwal makan, seperti jam kerja, rasa lapar, obat-obatan yang diminum, bahkan waktu santai bersama keluarga atau teman saat makan bersama.

Kehidupan sehari-hari yang dinamis membuat kita sulit untuk bisa selalu makan di waktu yang sama persis setiap hari. Ditambah lagi, waktu makan terbaik bagi seseorang dapat berubah atau berkembang sepanjang hidup.

Namun itu bukan berarti jika waktu makan tidak penting. Dilansir dari Healthline, sejumlah penelitian menunjukkan jika waktu makan dan lamanya jarak waktu makan mungkin memiliki efek besar pada kesehatan kita.

Tapi mengapa sih waktu makan penting?

Jadi, tubuh kita ini mencerna makanan secara berbeda di waktu berbeda dalam sehari. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian. Itu adalah siklus yang mengatur pola tidur-bangun kita selama 24 jam. Dengan kata lain, ini adalah jam internal tubuh dan bereaksi terutama terhadap perubahan cahaya.

Ritme sirkadian ini memengaruhi proses fisik, mental, dan perilaku dalam tubuh, termasuk makan dan pencernaan. Sebaliknya, waktu makan memengaruhi ritme sirkadian. Jadi, kebiasaan makan dan ritme sirkadian kita terus berinteraksi, meski ilmuwan tidak yakin berapa banyak.

Tetapi, para peneliti menemukan hubungan antara ritme sirkadian, waktu makan, status berat badan, dan bahkan resistensi insulin yang merupakan ciri kondisi metabolisme seperti obesitas dan diabetes.

Lalu kapan waktu terbaik untuk makan?

Menjaga jadwal makan yang konsisten dari hari ke hari memiliki dampak pada penurunan berat badan, peningkatan energi, dan pengurangan faktor risiko metabolik untuk penyakit kronis. Tetapi makan di waktu yang sama setiap hari mungkin sulit dilakukan.

Apalagi, genetika individu banyak memengaruhi cara tubuh kita mengatur ritme sirkadian yang berinteraksi dengan waktu makan. Artinya, tidak ada waktu makan terbaik yang berlaku untuk semua orang. Dan mungkin perlu beberapa percobaan dan kesalahan untuk menemukan waktu makan terbaik bagi diri kita sendiri.

Nah, jika kalian masih mencari waktu makan terbaik, berikut beberapa panduan dari Healthline yang perlu kalian ingat.

Sarapan

Sebagai waktu makan pertama, para ilmuwan masih memperdebatkan seberapa penting sarapan. Tetapi beberapa penelitian menemukan jika melewatkan sarapan dapat memengaruhi kualitas diet. Orang yang tidak sarapan biasanya makan lebih banyak kalori saat makan siang dan mengonsumsi makanan kurang bergizi selama sisa hari.

Selain itu, mengonsumsi lebih banyak kalori di saat sarapan dibanding makan malam bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Sejumlah penelitian juga menemukan membatasi waktu makan dalam sehari, khususnya sampai 12 jam atau kurang, dapat membantu upaya penurunan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme secara keseluruhan. 

Makan siang

Penelitian menunjukkan jika makan siang lebih awal mungkin membantu orang menurunkan berat. Tetapi perlu diingat bahwa faktor genetik individu juga memiliki peran.

Beberapa penelitian baru menunjukkan jika makan siang lebih awal mungkin berkontribusi pada mikrobioma yang lebih sehat, yakni kumpulan bakteri di usus dan tubuh manusia yang berdampak signifikan pada kesehatan.

Secara keseluruhan, menjaga sebagian besar asupan kalori di jam-jam awal dengan sarapan dan makan siang lebih awal dapat bermanfaat bagi penurunan berat badan dan kesehatan metabolisme.

Makan malam

Makan malam lebih awal dan menghindari asupan berkalori tinggi sebelum tidur atau sepanjang malam dapat mendukung hasil kesehatan yang lebih baik.

Sebuah studi pada 8 ribu orang dewasa mengaitkan makan larut malam dengan dislipidemia, atau kadar lemak yang lebih tinggi dalam darah dan faktor risiko penyakit kronis. Penelitian lain telah menemukan hubungan antara makan malam dengan perubahan lemak tubuh, penambahan berat badan, dan kemampuan tubuh mencerna gula.

Temuan penelitian ini terkait dengan hormon melatonin, yang dikeluarkan malam hari untuk mengatur hormonal utama ritme sirkadian dan siklus bangun tidur. Ketika dilepaskan, lebih sedikit insulin dihasilkan sehingga kemampuan mencerna gula menurun.

Jadi, jika kalian menjadwalkan waktu makan terlalu dekat dengan waktu tubuh melepaskan hormon, terutama di malam hari, ini merupakan faktor risiko penyakit kronis.

Nah selain itu, ada beberapa hal lain yang juga harus kalian ingat saat menentukan waktu makan. Hal pertama adalah usahakan untuk makan lebih awal. Sebab, banyak penelitian menunjukkan makan lebih awal bagus untuk kesehatan dibanding makan tengah malam.

Kemudian batasi waktu makan kalian dalam sehari. Pasalnya, membatasi waktu makan hanya 12 jam sehari membantu menurunkan risiko pencernaan mengganggu ritme sirkadian. Serta jangan lupa untuk mempertimbangkan ritme sirkadian ya.

Oh ya, pada kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes jam makan mungkin sudah tidak bisa ditawar ya guys. Sebab waktu makan yang tepat sangat penting untuk menjaga kadar gula darah di dalam tubuh agar tetap stabil.(*)

Related Articles
Lifestyle
Tidak Ingin Mengalami Penuaan Dini? Hindari Terlalu Banyak Mengonsumsi Bahan Ini

Lifestyle
Susah Turun Berat Badan? Kebiasaan Buruk Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Lifestyle
Pengen Jaga Body? Hindari 5 Jenis Diet Ini Yaaaa