Current Issues

Elon Musk Tiba-Tiba Puji Produsen EV Tiongkok, Ada Apa Nih?

Jingga Irawan

Posted on September 18th 2021

Credit: TechCrunch

Elon Musk tak biasanya mengeluarkan komentar pujian. Melansir TechCrunch, Sabtu (18/9), dalam sebuah video untuk Kongres Kendaraan Energi Baru Dunia Tiongkok, CEO Tesla itu mengaku kagum dengan teknologi dan kemampuan produsen mobil listrik (EV) Tiongkok karena mampu bersaing dengan pasar global. Sebagian besar orang menganggap pujian tersebut sebagai sesuatu yang langka. 

“Saya sangat menghormati banyak pembuat mobil Tiongkok yang mengembangkan teknologi baik EV dan AV ini,” katanya.

Meskipun Amerika Serikat menjadi pasar terbesar Tesla, perusahaan secara agresif juga mengejar ekspansi di Tiongkok, termasuk membuka Gigafactory Shanghai pada 2019 untuk memproduksi Model 3 dan Model Y. Perusahaan juga menghadapi persaingan dari pembuat mobil Tiongkok, termasuk startup EV dan perusahaan raksasa pencarian Baidu.

Tiongkok adalah salah satu pasar paling menguntungkan untuk EV di seluruh dunia. Negara yang dipimpin Xi Jinping tersebut menyumbang sekitar seperlima atau setara dengan USD 6,66 miliar (Rp 94 Triliun) dari keseluruhan penjualan Tesla tahun lalu.

“Pengamatan jujur ​​saya adalah bahwa perusahaan mobil Tiongkok adalah yang paling kompetitif di dunia, terutama karena beberapa sangat baik dalam perangkat lunak, dan perangkat lunaklah yang akan paling membentuk masa depan industri mobil, mulai dari desain hingga manufaktur dan terutama mengemudi secara otonom, ” kata Elon dalam pesan itu.

Pintu masuk perusahaan ke pasar EV di negara terpadat di dunia itu awalnya sulit, tetapi Tesla berhasil meraih kesuksesan. Tahun lalu, Tesla Model 3 adalah menjadi EV terlaris di Tiongkok. Tesla juga telah menerima perlakuan istimewa yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut, terutama karena Tesla adalah satu-satunya pembuat mobil non-Tiongkok yang diizinkan untuk memiliki anak perusahaan lokal sepenuhnya.

"Saya pikir sesuatu yang benar-benar cukup penting di sini adalah, Tesla satu-satunya produsen asing yang memiliki pabrik seratus persen di Tiongkok," kata Elon selama acara Battery Day perusahaan tahun lalu.

“Ini sering tak dipahami dengan baik atau tak dipedulikan, tetapi memiliki satu-satunya pabrik asing yang dimiliki seratus persen di Tiongkok adalah masalah yang sangat besar, dan itu membayar dividen yang sangat besar.”

Meskipun demikian, Tesla masih dalam posisi yang tak aman. Perusahaan telah menghadapi banyak narasi negatif dari konsumen dan lembaga pengawas tahun ini.

Dimulai pada Februari ketika pejabat pemerintah Tiongkok memanggil eksekutif perusahaan untuk pertemuan mengenai masalah keamanan kendaraan. Kemudian, pada bulan April, seorang wanita yang mengaku sebagai pemilik Tesla memprotes perusahaan tersebut di pameran mobil Shanghai.

Dalam sambutannya yang telah direkam sebelumnya, Elon juga menanggapi pertanyaan tentang kendaraan self-driving dan keamanan data, menyebutnya “tak hanya tanggung jawab satu perusahaan tetapi juga landasan dari seluruh pengembangan industri.”

Masalah ini sangat sensitif setelah muncul berita bahwa militer Tiongkok melarang pengemudi memarkir Tesla mereka di fasilitasnya. Bulan lalu, Tiongkok merilis peraturan baru yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan data di mobil yang terhubung. Tesla dan pembuat mobil lainnya, termasuk Ford dan BMW, akhirnya memutuskan untuk mendirikan pusat penyimpanan data lokal di Tiongkok.

“Tesla akan bekerja dengan otoritas nasional di semua negara untuk memastikan keamanan data kendaraan cerdas dan terhubung,” imbuhnya.

Di sisi lain, Tiongkok telah memperketat aturannya di berbagai industri. Mulai dari teknologi, pendidikan hingga properti. Menurut laporan Reuters pekan ini, salah satu lembaga pengawas Tiongkok mengungkapkan bahwa Negeri Panda itu memiliki "terlalu banyak" pembuat kendaraan listrik dan pemerintah akan segera mendorong konsolidasi. (*)

Related Articles
Current Issues
CATL Bantah Bantu Tesla Jual Kendaraan Listrik Cacat di Tiongkok

Current Issues
Tesla: Data Pengguna Tiongkok Tak Akan Keluar, Tetap Disimpan di Dalam Negeri

Tech
Elon Musk Pertimbangkan Buka Pabrik Tesla di Rusia