Lifestyle

Stop Kebiasaan Buruk Ini Jika Kalian Tidak Ingin Obesitas

Dwiwa

Posted on September 17th 2021

Banyak penelitian telah menunjukkan jika obesitas memperpendek umur dan menurunkan kualitas hidup. Orang-orang yang mengalami obesitas juga lebih berisiko mengalami banyak penyakit kronis termasuk penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker, dan demensia. Bahkan di masa pandemi, orang dengan obesitas lebih mungkin sakit parah atau meninggal akibat Covid-19.

Faktor penyebab terjadinya obesitas sebenarnya sangat banyak. Tetapi mungkin kita tidak sadar jika kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan juga bisa menjadi penyebab terjadinya obesitas.

Dilansir dari Eat This, Not That!, berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang sebaiknya dihindari agar berat badan kita tidak membengkak.

1. Mengonsumsi terlalu banyak kalori berkualitas rendah

Makan-makanan olahan yang tinggi gula tambahan tidak memuaskan tubuh. Makanan berkualitas rendah ini cepat terbakar dan menurunkan gula darah, membuat kita ingin lebih banyak makan. Sebuah pola klasik untuk menimbun lebih banyak berat badan.

“Orang dengan obesitas mungkin makan lebih banyak kalori sebelum merasa kenyang, merasa lapar lebih cepat, atau makan lebih banyak karena stres atau kecemasan,” jelas Mayo Clinic.

Sementara Layanan Kesehatan Nasional Inggris mengatakan lebih jelas jika obesitas umumnya disebabkan oleh makan terlalu banyak dan kurang bergerak.

 

2. Minum kalori

Menenggak minuman manis – seperti soda dan jus – merupakan jalan pintas untuk mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar, dan itu meningkatkan risiko obesitas.

“Orang bisa minum banyak kalori tanpa merasa kenyang, terutama kalori dari alkohol. Minuman berkalori tinggi lainnya, seperti minuman ringan bergula, dapat berkontribusi pada penambahan berat badan yang signifikan,” jelas Mayo Clinic.

 

3. Tidak cukup tidur

National Sleep Foundation mengatakan jika kurang tidur menciptakan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang mendorong makan berlebihan dan penambahan berat badan. Kurang tidur mengubah produksi leptin dan ghrelin, dua hormon yang mengatur nafsu makan, dan yang dapat meningkatkan rasa lapar.

Kurang tidur juga tampaknya memperlambat metabolisme dan meningkatkan produksi hormon stres kortisol (yang memberitahu tubuh untuk menyimpan lemak). Orang yang lelah kronis juga cenderung kurang berolahraga, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Para ahli menyarankan untuk mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur berkualitas setiap malam untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, termasuk soal urusan berat badan.

 

4. Duduk sepanjang hari

Mayo Clinic mengatakan jika kalian memiliki gaya hidup yang kurang gerak, kalian dapat dengan mudah menambah lebih banyak kalori setiap hari dibanding yang dibakar melalui olahraga dan aktivitas rutin sehari-hari.

“Melihat layar komputer, tablet, dan ponsel adalah aktivitas yang tidak banyak bergerak. Jumlah jam yang dihabiskan di depan layar sangat terkait dengan penambahan berat badan,” jelas Mayo Clinic.

 

5. Tidak berolahraga secara teratur

Faktor risiko obesitas yang paling mudah diperbaiki adalah jumlah olahraga yang dilakukan setiap hari. Harvard T.H Chan School of Public Health mengatakan jika tetap aktif dapat membantu orang menjaga berat badan yang sehat atau menurunkan berat badan.

“Ini juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, stroke, tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan kanker tertentu, serta mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Gaya hidup tidak aktif melakukan hal yang sebaliknya,” jelas mereka.

Para ahli menyarankan agar semua orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang (seperti jalan cepat, bersepeda, atau berkebun) setiap minggu.

Jadi, sudah siap untuk menghentikan kebiasaan buruk ini?

Related Articles
Lifestyle
Jangan Remehkan, Ini Dampak Buruk yang Bisa Kalian Dapat Jika Obesitas

Lifestyle
Ini Loh Akibatnya Kalau Tiap Hari Malas Jalan Kaki

Lifestyle
Pengen Jaga Body? Hindari 5 Jenis Diet Ini Yaaaa