Current Issues

Pola Makan ini Disebut Dapat Turunkan Risiko Covid-19

Dwiwa

Posted on September 16th 2021

Cara pencegahan Covid-19 yang valid dan terbukti ampuh adalah mendapatkan vaksinasi, memakai masker saat bertemu dengan orang yang tidak serumah, dan menjaga jarak. Tetapi hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan sistem kekebalan untuk mengurangi risiko tertular virus SARS-Cov-2.

Sejumlah studi dan ahli telah merekomendasikan olahraga, mengurangi stres hingga mengonsumsi vitamin C dan D untuk menurunkan risiko. Tetapi sebuah studi baru mengungkap jika diet harian kita ternyata berpengaruh terhadap kerentanan terhadap Covid-19.

Dilansir Eat This, Not That!, sebuah studi yang diterbitkan di Gut ini mengamati hampir 600 ribu peserta dalam Studi Gejala Covid. Para peserta yang tinggal di AS ini diikuti dari Maret hingga Desember 2020.

Di awal penelitian, mereka diminta memberitahukan kebiasaan makan sebelum pandemi. Informasi ini dikirimkan para peserta menggunakan aplikasi smartphone. Kualitas diet dari masing-masing orang kemudian dievaluasi menggunakan skor diet yang menekankan makanan nabati seperti buah-buahan dan sayuran.

Hasilnya, orang yang menerapkan pola makan nabati memiliki risiko lebih rendah tertular Covid-19 atau mengalami sakit parah akibat virus. Orang-orang yang berada pada kuartil tertinggi dari skor diet memiliki risiko 9 persen lebih rendah terkena Covid-19 dan 41 persen lebih rendah mengalami sakit parah dibandingkan orang di kuartil terendah.

“Temuan ini konsisten di berbagai analisis sensitivitas yang memperhitungkan perilaku sehat lainnya, penentu sosial kesehatan, dan tingkat penularan virus di masyarakat,” ujar penulis utama studi, Jordi Merino, seorang peneliti di Massachussetts General Hospital (MGH) dan instruktur di Harvard Medical School.

Penulis studi lain, Andrew Chan, ahli gastroenterologi dan kepala unit epidemiologi klinis dan translasi di MGH mengatakan bahwa penelitian itu menunjukkan bahwa risiko terkena Covid-19 atau mengalami sakit parah berpotensi menurun dengan memperhatikan pola makan.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan status sosial ekonomi yang rendah dan menjalankan pola makan tidak sehat memiliki risiko yang jauh lebih tinggi, melebihi jumlah risiko dari masing-masing faktor.

“Model kami memperkirakan bahwa hampir sepertiga kasus Covid-19 akan dapat dicegah jika salah satu dari dua paparan  - pola makan atau kemiskinan – tidak ada,” ujar Merino.

Karena itu, para peneliti mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memprioritaskan diet sehat dan kesejahteraan dengan kebijakan yang berdampak. Jika tidak, mereka khawatir jika kemajuan ekonomi dan peningkatan substansial dalam kesenjangan kesehatan selama beberapa dekade berisiko hilang. (*)

Related Articles
Current Issues
Varian Delta Masih Menyebar, Amankah Orang yang Sudah Divaksin Bepergian?

Current Issues
Pakai Mask Fitter dan Masker Ganda Bisa Lebih Efektif Cegah Penyebaran Droplet

Current Issues
Marah Diingatkan karena Gak Pakai Masker? Mungkin Orang itu Mengalami Hal ini...