Current Issues

Indonesia Berencana Buka Perbatasan Pada November

Dwiwa

Posted on September 15th 2021

(soekarnohatta-airport.co.id)

Angka kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan. Jumlah orang yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 pun terus meningkat. Hal ini membuat pemerintah berencana membuka kembali perbatasan untuk orang asing pada November.

Dilansir dari Reuters, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika mengambil isyarat dari strategi yang diadopsi oleh Inggris, yang disebutnya memprioritaskan pemberian dosis pertama dan telah mencapai tingkat terendah dalam perawatan di rumah sakit dan kematian.

“Jadi kami berkonsentrasi pada dosis pertama. Jika kami bisa memvaksinasi 70 persen dari target 208 juta penduduk, kalau bisa mencapai 140-150 juta, 70 persen dengan dosis pertama, maka secara bertahap kita bisa mulai buka kembali. Dan perhitungan saya adalah itu akan tercapai pada November,” ujarnya.

Batas waktu November ini merupakan pertama kalinya seorang menteri senior Indonesia secara terbuka berkomitmen pada batas waktu untuk membuka kembali perbatasan negara. Hanya warga negara asing yang memiliki visa diplomatik atau visa kerja, atau memenuhi syarat untuk pengecualian lainnya, yang diizinkan masuk ke Indonesia.

Budi mengatakan pembatasan perbatasan akan dilonggarkan lebih jauh setelah 70 persen dari populasi target telah menerima dua dosis. Para menteri kabinet juga telah mengisyaratkan pembukaan kembali pulau Bali tetapi tidak ada batas waktu yang ditetapkan.

Indonesia telah mencatatkan lebih dari 4,1 juta kasus virus corona dan 139 ribu kematian akibat Covid-19. Tingkat positif atau positivity rate – jumlah yang dites positif – telah turun drastis. Pada akhir juli angkanya mencapai 31 persen tetapi telah turun menjadi 2 persen pada Selasa.

Pembatasan sosial telah diberlakukan sejak awal Juli. Tetapi secara bertahap telah mulai dilonggarkan. Mal, restoran, bioskop, dan pabrik telah diizinkan untuk beroperasi dengan kapasitas terbatas dan syarat ketat.

Sejauh ini, sekitar 25 persen dari populasi target penduduk Indonesia telah divaksinasi. Tetapi Budi mengatakan tingkat vaksinasi perlu ditingkatkan dua kali lipat menjadi 2 juta suntikan per hari dengan mengerahkan polisi dan tentara untuk membantu memberikan suntikan.

Program inokulasi di Indonesia terkendala oleh masalah distribusi dan logistik, dan keraguan terhadap vaksin. Tetapi diharapkan lebih dari 140 juta orang akan divaksinasi dua kali pada Maret mendatang.

Untuk membantu mempercepat vaksinasi, kementerian kesehatan berencana menggunakan sekitar 300 ribu bidan dari badan keluarga berencana nasional. Ini didasarkan pada model yang diujicobakan di Jawa Barat.

Budi mengatakan jika Indonesia memiliki jumlah orang tertinggi keenam yang menerima dosis vaksin pertama. Negara terpadat keempat di dunia ini berada di belakang Tiongkok, Amerika Serikat, India, Brasil, dan Jepang.

Meski begitu, Budi tidak bisa menjamin tidak akan ada lonjakan infeksi ketiga di Indonesia. “Sangat sulit diprediksi,” ujarnya.(*)

Related Articles
Current Issues
IDAI: 20 Persen Anak yang Terpapar Covid-19 Tidak Bergejala

Current Issues
Perketat Maskermu! Kasus Harian Covid-19 Indonesia Pecah Rekor

Current Issues
PTM Terbatas di Daerah PPKM Level 1-3 Mulai Digelar, Vaksinasi Remaja Dikebut