Lifestyle

7 Kebiasaan yang Secara Gak Sadar Dijadikan Cara Menyembunyikan Emosi

Beberapa pasti sering banget dilakukan.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 12th 2021

(Foto: Storyset/Freepik)

Merasakan banyak emosi itu kadang melelahkan, terutama emosi negatif. Nggak jarang, kita jadi terbiasa menyembunyikannya saking tidak ingin merasakan emosi tersebut. Nggak heran deh beberapa aktivitas yang umum kita lakukan jadi pelarian untuk menghindari perasaan tersebut.

Tanda-tanda terlalu banyak menyembunyikan emosi sebenarnya cukup sulit dilihat. Dilansir dari Healthline, mungkin kamu akan sering merasa hampa atau nge-blank, gugup dan stres tanpa alasan jelas, suka melupakan sesuatu, merasa sensitif pas ada yang bertanya tentang perasaanmu, hingga merasa selalu ceria karena gak membiarkan perasaan negatif masuk ke diri kita.

Kebiasaan menghilangkan emosi ini sama sekali gak sehat. Cek sederet kebiasaan di bawah ini yang umum dijadikan persembunyian seperti yang dilansir dari Psychology Today.

Menonjolkan emosi dominan

Biasanya kita punya emosi dominan seperti marah, khawatir, atau lainnya. Kadang emosi tersebut jadi fokus utama karena kita nggak mau merasakan emosi lain yang kurang familiar. Semua masalah dianggap berasal dari satu emosi, tanpa memperhatikan bahwa sebenarnya kita punya perasaan lain.

Selalu membantu orang lain

Eits, membantu memang gak ada salahnya dan bisa meningkatkan mood serta kebahagiaan kita. Namun, kadang tindakan ini tuh pelarian dari merasakan emosi sendiri. Terlibat dalam program membantu orang lain hingga lama banget secara disengaja jadi jalan ninja buat melupakan masalah sendiri.

Tidur

Ini mungkin langkah paling gampang untuk dilakukan pas kita merasa kewalahan dengan emosi yang kita rasakan. Entah merasa khawatir atau stres, kadang tidur jadi jalan instan buat menghentikan sejenak apa yang kita rasakan.

Sayangnya kalau dilakukan terlalu sering, ini bisa mengganggu kualitas tidur kita di malam hari. Terlalu banyak tidur juga nggak baik buat tubuh karena kita punya irama sirkadian yang perlu dijaga agar tubuh berfungsi normal.

Productive procrastination

Ini memang jadi salah satu lagu Gentle Bones dan Gamaliel. Productive procrastination adalah ketika kita menunda tugas utama demi menghindari emosi negatif seperti bosan, frustrasi, gugup, atau benci. Nah, penundaannya kita lakukan dengan hal lain sebagai pengalihan fokus. Lama-kelamaan kamu jadi sulit untuk fokus pada emosi diri dan sulit untuk menyelesaikan deadline.

Menyalahkan orang lain

Kadang sesuatu yang buruk memang terjadi karena keterlibatan orang lain. Namun, bukan berarti menyalahkan orang lain jadi solusi ketika kamu merasakan emosi negatif. Ini hanya cara buat menghindari rasa sakit yang kita alami.

Selalu ambisius

Suka belajar hal baru itu bagus banget. Namun, coba cek lagi deh, kita melakukannya karena memang suka belajar atau karena khawatir gak bisa cukup baik? Nggak jarang banyak belajar ini jadi jalan menghindari perasaan cemas. Perhatikan pas kita gak tahu tentang suatu hal atau nggak upgrade diri, apa kita langsung khawatir?

Selalu mendengarkan sesuatu

Nggak bisa lepas dari earphone karena harus mendengarkan musik atau podcast? Ini bisa jadi salah satu bentuk pelarian dari merasakan emosi. Kalau kamu merasa gelisah pas berada di tempat umum tanpa konten mengalun di telinga—nah bisa jadi itu memang bentuk pelarian diri.

Nah, itu dia sederet kebiasaan yang umum dilakukan buat sembunyi dari emosi sendiri. Yuk yuk, mulai refleksi diri dan kurangi kebiasaan tersebut! (*)

 

Related Articles
Lifestyle
Stres dan Gangguan Kecemasan Itu Mirip Tapi Beda, Cek Nih Penjelasannya!

Lifestyle
8 Kegiatan Simpel setelah Bangun Pagi yang Bikin Kita Fokus Seharian

Lifestyle
Suka Merasa Iri Hati sama Pencapaian Orang Lain? Ini 5 Tips Untuk Menghadapinya