Current Issues

Tak Hanya Cegah Sakit Parah, Vaksin Covid-19 Juga Baik untuk Kesehatan Mental

Dwiwa

Posted on September 11th 2021

Pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan jutaan orang sakit fisik tetapi juga mengganggu kesehatan mental. Kabar baiknya, sebuah studi di Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa vaksin Covid-19 tidak hanya melindungi orang dari sakit parah, tetapi juga berpotensi bermanfaat untuk kesehatan mental

Dilansir dari The Indian Express, studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Southern California ini menganalisis perubahan tekanan mental setelah dosis vaksin pertama. Total ada 8.003 orang dewasa yang disurvei secara berkala antara 1 Maret 2020 sampai 31 Maret 2021.

Hasilnya, studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS itu menemukan jika orang yang divaksinasi antara Desember 2020 dan Maret 2021 melaporkan penurunan tingkat mental dalam survei yang dilakukan setelah menerima dosis pertama.

“Hasil di sini diartikan sebagai efek langsung jangka pendek dari mendapatkan dosis vaksin pertama. Kontribusi keseluruhan dari vaksinasi dalam meningkatkan kesehatan mental berpotensi jauh lebih besar. Sebab hal ini tidak hanya memengaruhi mereka yang divaksinasi tetapi juga yang tidak,” tulis studi tersebut.

Studi juga mengungkap jika efek yang diidentifikasi dapat muncul dari salah satu atau kombinasi dari mekanisme. Mereka yang baru saja divaksinasi mungkin menjadi kurang khawatir akan terinfeksi, mereka mungkin menjadi lebih aktif secara sosial, atau mereka mungkin mencoba peluang kerja yang berbeda.

Karena itu, para peneliti dari studi tersebut menyarankan agar penelitian selanjutnya harus menyelidiki mekanisme yang mana yang membuat suntikan vaksin mencapai efek seperti itu.

Menurut dokter HK Mahajan, ahli anestesi di Indian Spinal Injuries Center, Vasant Kunj, pandemi Covid-19 telah memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Termasuk pekerjaan, keuangan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial mereka.

“Semua faktor ini telah berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental tidak hanya pada pasien Covid-19, tetapi juga orang terdekat dan tersayang, dan masyarakat pada umumnya. Aspek mental dari penyakit virus ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada tekanan psikologis, kecemasan, depresi, keterasingan sosial, dan pikiran untuk bunuh diri,” ujarnya.

Ia menambahkan jika diluncurkannya vaksinasi massal telah berkontribusi besar dengan meningkatkan kekebalan kelompok, meningkatkan kesadaran, dan mengurangi kecemasan. Hal ini juga meningkatkan prospek pekerjaan kembali orang yang kehilangan mata pencaharian akibat Covid.

“Dengan meningkatnya kesadaran bahwa populasi yang divaksinasi kebal dari infeksi Covid yang parah, orang secara bertahap kembali ke gaya hidup pra-Covid mereka. Ini membantu meredakan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan sikap acuh tak acuh,” lanjutnya.(*)

Related Articles
Current Issues
Studi Malaysia: Vaksin Covid-19 Sinovac Sangat Efektif Cegah Sakit Parah

Current Issues
Studi: Risiko Kematian 11 Kali Lebih Tinggi Jika Tidak Divaksin Covid-19

Current Issues
Studi: Vaksin Covid-19 Dapat Turunkan Risiko Long Covid