Tech

WhatsApp Bakal Izinkan Pengguna Mengenskripsi Backup Chat di Cloud

Jingga Irawan

Posted on September 11th 2021

Credit: TechCrunch

Layanan obrolan milik Facebook, WhatsApp, akan memberikan opsi pada penggunanya untuk mengenkripsi backup chat mereka ke cloud, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Sabtu (11/9). Langkah tersebut muncul setelah WhatsApp menerima berbagai keluhan terkait persoalan keamanan data penggunanya.

WhatsApp telah memiliki chat terenkripsi end-to-end antar pengguna selama lebih dari satu dekade. Tetapi pengguna tak diberi pilihan untuk menyimpan backup chat ke cloud —iCloud di iPhone dan Google Drive di Android— dalam format yang terenkripsi.

Hal ini telah menjadi perdebatan panjang. Karena menurut TechCrunch, lembaga penegak hukum di seluruh dunia selama bertahun-tahun dapat mengakses chat WhatsApp dari seorang individu yang dicurigai melalui backup chat yang tak terenkripsi di server Google dan Apple. Dan sekarang, WhatsApp mengklaim sedang memperbaiki tautan lemah ini di sistem.

“WhatsApp adalah layanan perpesanan global pertama pada skala ini yang menawarkan perpesanan dan pencadangan terenkripsi end-to-end, dan untuk mencapainya merupakan tantangan teknis yang sangat sulit dan memerlukan kerangka kerja yang sama sekali baru untuk penyimpanan kunci serta penyimpanan cloud di seluruh sistem operasi,” kata CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Menurut WhatsApp, perusahaan akan menyertakan dua opsi. Pengguna dapat memilih kunci enkripsi 64 digit atau kata sandi cadangan. Setelah pengguna menetapkan kata sandi cadangan mereka, itu tak akan diketahui oleh perusahaan. Pengguna juga dapat mengatur ulang kata sandi jika lupa.

“Untuk kunci 64 digit, kami akan memberi tahu pengguna beberapa kali ketika mereka mendaftar untuk pencadangan terenkripsi end-to-end. Jika mereka kehilangan kunci 64 digit, kami tak akan dapat memulihkan cadangan mereka. Sebelum penyiapan selesai, kami akan meminta pengguna untuk mengonfirmasi bahwa mereka telah menyimpan kata sandi atau kunci enkripsi 64 digit mereka,” kata juru bicara perusahaan.

Juru bicara WhatsApp tersebut mengatakan kepada TechCrunch bahwa setelah cadangan terenkripsi dibuat, salinan cadangan sebelumnya akan dihapus, "Ini akan terjadi secara otomatis dan tak ada tindakan (tambahan) yang perlu dilakukan pengguna.”

Potensi penolakan regulasi

Langkah untuk memperkenalkan lapisan privasi tambahan ini penting dan bisa berdampak luas.

Enkripsi end-to-end telah menjadi topik diskusi yang sulit karena pemerintah negara terus melobi perusahaan teknologi untuk mengakses percakapan warganya demi kepentingan investigasi. Apple misalnya, ditekan untuk tak menambahkan enkripsi ke Backup iCloud karena FBI mengeluh.

Sementara, Google telah menawarkan pengguna kemampuan untuk mengenkripsi data mereka yang disimpan di Google Drive, perusahaan tersebut diduga tak memberi tahu pemerintah sebelum meluncurkan fitur tersebut.

Ketika ditanya oleh TechCrunch apakah WhatsApp, atau perusahaan induknya Facebook, telah berkonsultasi dengan badan pemerintah, perusahaan menolak untuk membahas percakapan tersebut.

“Pesan orang sangat pribadi dan karena kami menjalani lebih banyak kehidupan online, kami percaya perusahaan harus meningkatkan keamanan yang mereka berikan kepada penggunanya. Dengan merilis fitur ini, kami memberi pengguna opsi untuk menambahkan lapisan keamanan tambahan ke cadangan mereka jika mereka bersedia, dan kami senang memberi pengguna kami kemajuan yang berarti dalam keamanan chat pribadi mereka,” kata perusahaan kepada TechCrunch.

WhatsApp juga mengonfirmasi bahwa mereka akan meluncurkan fitur opsional ini di setiap negara tempat aplikasinya beroperasi. Tetapi belum jelas apakah fitur tersebut dibatasi di negara tertentu. Fitur penjelajahan terenkripsi Apple misalnya, tak tersedia untuk pengguna di rezim otoriter tertentu, seperti Tiongkok, Belarus, Mesir, Kazakhstan, Arab Saudi, Turkmenistan, Uganda, dan Filipina.(*)

Related Articles
Tech
WhatsApp Punya Beberapa Fitur Baru, Ada yang Bisa Buat Kirim Pesan Rahasia

Tech
Fitur Baru DuckDuckGo Bisa Cegah Aplikasi Lacak Data Penggunan Android

Tech
Facebook, WhatsApp, dan Instagram Pulih Setelah Down Enam Jam, Ini Penyebabnya!