Lifestyle

Gerakan Sederhana Ini Bantu Atasi Efek Buruk Terlalu Lama Duduk

Dwiwa

Posted on September 9th 2021

Sudah pada tahu kan kalau duduk berjam-jam itu buruk bagi kesehatan? Tetapi sayangnya, bagi sebagian orang aktivitas tersebut tidak dapat dihindari. Misalnya pekerja kantoran. Atau mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas mengejar deadline. Padahal jika dibiarkan berlarut-larut, terlalu lama duduk bisa meningkatkan risiko gula darah tinggi hingga kolesterol tinggi.

Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk menghindari dampak buruk ini. Menurut The New York Times, sebuah studi baru mengungkap jika bergerak setiap 30 menit selama sekitar tiga menit bermanfaat mengurangi efek dari terlalu lama duduk.

Menurut studi tersebut, menaiki beberapa anak tangga, melakukan beberapa lompatan atau squat atau bahkan hanya mengambil 15 langkah dalam istirahat singkat bisa meningkatkan aspek kontrol gula darah di antara pekerja kantoran. Kabar baiknya lagi, itu tidak mengganggu pekerjaan mereka.

Studi tersebut melibatkan 16 pekerja profesional paruh baya yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Hasil lain dari studi adalah istirahat setiap setengah jam selama tiga menit kemungkinan mewakili jumlah gerakan minimal yang diperlukan untuk melindungi kesehatan metabolisme.

Ketika duduk, otot di kaki kita, yang merupakan terbesar di tubuh dan biasanya aktif dan lapar, hampir tidak berkontraksi. Ini membuat bahan bakar dan gula yang digunakan dari aliran darah hanya sedikit.

Zat biokimia yang biasanya membantu memecah asam lemak dalam darah juga tidak dilepaskan. Jadi ketika kita asyik di meja kerja, gula darah dan kolesterol menumpuk di aliran darah.

“Setiap jam bangun yang dihabiskan dalam posisi tidak bergerak (yaitu duduk atau berbaring) meningkatkan risiko sindrom metabolik dan diabetes tipe 2,” jelas studi tersebut.

Studi sebelumnya juga telah menemukan jika sering istirahat dari duduk meningkatkan kontrol gula darah dan kadar kolesterol. Tetapi banyak dari penelitian itu dilakukan di laboratorium universitas dan hanya berlangsung satu atau dua hari, kondisi yang tidak mencerminkan kehidupan nyata.

Sedangkan studi yang dipublikasikan di The American Journal of Physiology: Endocrinology and Metabolism ini melakukan penelitian pada pekerja kantor selama lebih dari tiga minggu di tempat kerja normal mereka.

Para pekerja kantor ini kemudian dibagi dalam dua kelompok, satu menjalani hidup normal sebagai kontrol dan sisanya melakukan aktivitas 3 menit setiap 30 menit selama jam kerja. Sebelum memulai penelitian, mereka menjalani sejumlah tes kesehatan di laboratorium terlebih dahulu.

Setelah tiga minggu, penelitian yang dipimpin oleh Karolinska Institute di Stockholm ini menemukan jika haisl kedua kelompok agak berbeda. Ketika dilakukan tes ulang, kelompok kontrol menunjukkan masalah berkelanjutan dengan resistensi insulin, kontrol gula darah dan tingkat kolesterol.

Tetapi kelompok lain, yang berdiri dan bergerak selama bekerja, menunjukkan kadar gula darah puasa yang lebih rendah di pagi hari, yang berarti tubuh mereka dapat mengontrol gula darah lebih baik di malam hari, yang merupakan indikator penting kesehatan metabolisme.

Gula darah mereka juga stabil di siang hari, dengan lonjakan dan penurunan yang lebih sedikit dibanding kelompok kontrol. Jumlah kolesterol HDL yang bermanfaat dalam aliran darah juga meningkat. Meski sedikit, tetapi perbaikan ini mungkin berarti perbedaan dari waktu ke waktu terkait berkembang menjadi diabetes Tipe 2 yang aprah atau tidak.

Lalu bagaimana untuk menerapkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari kita? Dr Erik Naslund, profesor di Karolinska Institute yang mengawasi studi tersebut menyarankan dua hal bagi siapa pun yang khawatir dengan dampak duduk berlebihan bagi kesehatan dan metabolisme tubuh.

Pertama adalah menyiapkan alarm di komputer atau ponsel untuk mengingatkan agar bangun setiap setengah jam. Setelah itu, berjalanlah selama beberapa menit. Menurut Naslund, pergi ke kamar mandi atau minum kopi juga bisa dihitung.

Selanjutnya, kalian juga harus memastikan untuk terus bergerak di luar jam kerja. “Secara umum, penting untuk memperkenalkan lebih banyak aktivitas fisik dalam kehidupan kita. Naik tangga daripada lift, turun satu halte lebih awal dalam perjalanan pulang. Ada begitu banyak perubahan kecil yang dapat kita lakukan yang bermanfaat bagi kesehatan metabolisme. Selamat mencoba ya.(*)

Related Articles
Lifestyle
Stop Kebiasaan Buruk Ini Jika Kalian Tidak Ingin Obesitas

Lifestyle
Bukan cuma Junk Food, 7 Kebiasaan Sepele Ini Juga Buruk untuk Tubuh

Current Issues
Rutin Lakukan Ini Agar Tak Begitu Parah Jika Apes Terinfeksi Covid-19