Current Issues

Minggu Ini, Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Terendah Sejak Maret 2020

Dwiwa

Posted on September 8th 2021

Ada kabar gembira nih soal virus corona di Indonesia. Untuk pertama kalinya semenjak virus SARS-Cov-2 ditemukan di Indonesia, tingkat kasus positif virus corona harian turun di bawah standar patokan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir Reuters, tingkat positif alias positivity rate atau poporsi orang yang dites positif, memuncak hingga 33,4 persen pada Juli. Ini merupakan masa Indonesia menjadi pusat virus corona Asia.

Angka ini tentu sangat jauh dari standar WHO di mana positivity rate harus 5 persen atau di bawahnya. Jika tingkat positif di atas 5, artinya virus corona tidak terkendali.

Namun pada Senin, angka itu turun menjadi 4,57 persen. Menurut lembaga independen Kawal Covid-19, angka ini menjadi positivity rate terendah sejak kasus pertama dilaporkan pada Maret 2020.  

Salah satu pendiri Kawal Covid-19, Elina Ciptadi mengatakan tren ini pertanda baik. Meski begitu, dia juga mengingatkan bahwa data resmi tidak mencakup jumlah kasus dan kematian yang tidak dilaporkan.

“Secara keseluruhan, apa yang kami lihat sangat menggembirakan,” ujarnya.

Sejak mencapai puncak pada Juli, positivity rate telah turun secara signifikan. Pada minggu pertama Agustus turun menjadi 23,8 persen kemudian menjadi 11,3 persen di minggu terakhir bulan yang sama, dan menjadi rata-rata 6,2 persen sejauh ini di bulan September.

Menurunnya positivity rate ini membuat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sebagian besar wilayah di pulau Jawa semakin dilonggarkan. Mal, pabrik, hingga restoran diperbolehkan beroperasi dengan persyaratan ketat.

Tetapi presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk tidak berpuas diri. Semua perlu menyadari bahwa Covid selalu mengintai. “Ketika kita lengah, (kasus) bisa meningkat lagi,” ujar Jokowi.

Sementara itu, ahli epidemiologi Dicky Budiman dan Universitas Griffith Australia mengatakan upaya pengujian dan penelusuran masih lemah.

“Saya senang sekaligus khawatir dengan penurunan tersebut. Ada up-aya dari pemerintah, tetapi tidak cukup kuat untuk mengeluarkan kita dari masa krisis,” ujarnya. Dia menambahkan jika perbaikan sebagian besar terjadi di kota-kota besar.

Data mingguan Kementerian Kesehatan pekan lalu menunjukkan beberapa provinsi masih mencatat angka positif yang tinggi, seperti di Aceh mencapai 17,4 persen dan Kalimantan Utara 16,7 persen.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan pengujian dan pelacakan. “Kami berharap kondisi baik ini dipertahankan,” paparnya. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Pakar WHO Sebut Tes Harus Lebih Berperan Dalam Perjalanan Internasional

Current Issues
Jangan cuma Rebahan, Gerak Yuk. Kata WHO, Segini Minimal Waktu Aktivitas Fisik

Current Issues
PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 9 Agustus, Ini Aturan yang berlaku