Current Issues

Vaksin Covid-19 Janssen dan Convidecia Dapat EUA dari BPOM

Dwiwa

Posted on September 8th 2021

Pemerintah semakin gencar mempercepat program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Selain menambah jumlah target vaksinasi harian, mereka juga terus mendatangkan jenis vaksin Covid-19 baru ke Indonesia. Terbaru, ada vaksin Janssen dan Convidecia yang mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dilansir Antara, kedua vaksin ini berguna untuk mencegah Covid-19 pada orang yang berusia18 tahun ke atas. Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, pemberiannya sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 ml lewat intramuscular.

Penny menjelaskan jika Janssen Covid-19 Vaccine merupakan vaksin yang dikembangkan Janssen Pharmaceutical companies dengan platform non-replicating viral vector  menggunakan vector Adenovirus (Ad26).

Produksi vaksin ini ada di beberapa fasilitas, seperti di Grand River USA, Aspen South Africa, dan Catalent Indiana, USA. Sedangkan di Indonesia, vaksin tersebut didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu.

Sementara vaksin Convidecia dikembangkan oleh CanSino Biological Inc dan Beijing Isntitute of Biotechnology dengan menggunakan vector Adenovirus (Ad5). Di Indonesia, vaksin didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang izin EUA yang akan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.

Kedua vaksin ini mendapatkan EUA setelah melewati pengkajian terhadap keamanan, khasiat dan juga mutu. BPOM bersama para pakar telah memastikan pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.

Kedua vaksin ini pun relatif dapat ditoleransi dengan baik. Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) dari pemberian vaksin Convidecia umumnya ringan hingga sedang seperti nyeri, kemerahan dan pembengkakan. Sedangkan KIPI sistemik yang umum terjadi seperti sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, mengantuk, mual, muntah, demam, dan diare.

Untuk efikasinya, Janssen Covid-19 Vaccine dapat mencegah semua gejala sampai 67,2 persen, dan 66,1 persen untuk mencegah gejala Covid sedang hingga berat pada subyek diatar 18 tahun. Efikasi ini berdasarkan uji klinis fase 3 pada 28 hari setelah vaksinasi.

Sementara untuk vaksin Convidecia, efikasi vaksin dalam mencegah semua gejala Covid-19 mencapai 65,3 persen dan perlindungan dari kasus berat mencapai 90,1 persen.

Pemberian EUA pada dua vaksin ini menambah panjang jenis vaksin yang sudah digunakan di Indonesia. Sebelumnya izin penggunaan darurat sudah diberikan pada CoronaVac (Sinovac), Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Comirnaty (Pfizer-BioNTech), dan Sputnik V. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Ini Alasan Mengapa Kamu Tak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin Covid-19

Current Issues
WHO Setujui Vaksin Sinovac Biotech untuk Penggunaan Darurat Lawan Covid-19

Current Issues
1,5 Juta Vaksin Pfizer Tiba, Bisa Digunakan untuk Warga Usia 12 Tahun ke Atas