Tech

Tesla Berencana Rilis Software 'Full Self-Driving' Lebih Luas

Jingga Irawan

Posted on September 8th 2021

 
Credit: Tesla

Sudah hampir setahun sejak Tesla menguji software beta Full Self-Driving (FSD) yang kontroversial dengan sekelompok pelanggan terpilih, dan CEO Tesla Elon Musk baru-baru ini mengatakan perusahaan akan merilis kepada pelanggan lebih luas pada akhir September.

Namun, dengan sistem autopilot Tesla sedang di bawah penyelidikan resmi oleh pemerintah Amerika Serikat, dan beberapa insiden terkenal melibatkan sistem kendaraan, beberapa orang  menganggap langkah Elon Musk tersebut memicu kekhawatiran.

Dilansir dari The Verge pada Rabu (8/9), Elon mengatakan di Twitter bahwa perusahaan akan mulai meluncurkan FSD versi 10 kepada pelanggan yang sudah tercatat dalam program akses awal pada 10 September.

Kemudian, Elon menjelaskan kalau perangkat lunak masih akan membutuhkan beberapa minggu lagi untuk penyetelan dan perbaikan bug, yang diperkirakan memakan waktu empat minggu. Pada saat itu, "public beta button" akan tersedia untuk lebih banyak pelanggan Tesla, ditawarkan kepada mereka yang membeli paket Full-Self Driving, saat ini seharga USD 10 ribu.

Namun, ada kemungkinan Tesla akan melewati tenggat waktu tersebut dan Elon akan men-tweet tanggal baru untuk membuat pelanggan menunggu lagi.

Pada tahun 2018, Elon mengatakan bahwa versi FSD yang "ditunggu-tunggu" akan mulai diluncurkan di bulan Agustus tahun itu, namun tak terjadi. Elon mengumumkan lagi pada tahun 2019, menyatakan bahwa "setahun dari sekarang" akan ada "lebih dari satu juta mobil dengan self-driving penuh, perangkat lunak, semuanya,” itu juga tak terjadi. Perusahaan sebenarnya mulai mengirimkan FSD versi 9 pada bulan Juli, tetapi hanya untuk anggota program akses awal. Beberapa pelanggan sudah muak menunggu dan menuntut perusahaan untuk iklan palsu.

Tesla mengklaim software-nya mampu mengontrol kemudi kendaraan, pemusatan lajur, pengereman, dan akselerasi di jalan raya serta jalan-jalan kota. Tetapi banyak ahli menganggap itu hanya sebagai sistem bantuan pengemudi tingkat 2 karena memerlukan pengawasan pengemudi setiap saat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa dibutuhkannya pengawasan ini dapat mempersulit pengemudi untuk tetap waspada di jalan, yang bisa berbahaya. Pengemudi juga bertanggung jawab secara hukum atas kendaraan tersebut, yang menurut beberapa orang melemahkan pemasaran Tesla atas produknya sebagai Full-Self Driving. (*)

Related Articles
Tech
Elon Musk Sebut LiDAR Tak Perlu, tapi Kok Tesla Menguji Sensor Laser Luminar?

Tech
Fokus Penjualan Jarak Jauh, Tesla Bakal Tutup Toko Fisik Mewah di Mal

Tech
Tesla Ajukan Merek Dagang Baru, Isyaratkan Bisnis Restoran Baru Elon Musk